Waspadai Vaginitis

Waspadai Vaginitis

BAGIKAN

Vaginitis (radang vagina) memang tidak sepopuler kanker serviks, kanker payudara, endometriosis, atau mioma. Tetapi penyakit ini tidak bisa disepelekan karena bisa menjadi pengantar dari penyakit-penyakit lain yang lebih serius. Vaginitis meski umumnya disertai dengan gejala tetapi dapat juga bersifat asimtomatik (tanpa gejala).

Gejala umum vaginitis:

    Iritasi dan / atau gatal-gatal dan nyeri pada daerah kelamin

    Peradangan (iritasi, kemerahan, dan pembengkakan yang disebabkan oleh adanya sel-sel imun yang berlebihan reaksinya) pada labia majora, labia minora, atau daerah perineum

    Cairan vagina yang berlebih

   Vagina berbau tidak sedap (busuk)

   Nyeri/iritasi saat berhubungan seksual

Penyebab umum vaginitis:

    Bakteri vaginosis ,terjadi karena pertumbuhan berlebihan salah satu dari beberapa organisme yang ada dalam vagina (umumnya karena bakteri Gardnerella vaginalis). Normalnya jumlah bakteri ‘baik’ (lactobacillus) melebihi bakteri bakteri ‘buruk’ (anaerob) dalam vagina. Wanita yang berganti-ganti pasangan, serta wanita yang menggunakan alat kontrasepsi (IUD) memiliki risiko lebih tinggi terkena vaginosis bakteri.

    Infeksi jamur, terjadi ketika lingkungan yang normal dalam vagina mengalami beberapa perubahan yang memicu pertumbuhan berlebihan dari jamur, terutama Candida albicans,C tropicalis, dan C glabrata . Infeksi karena jamur juga dapat terjadi karena konsumsi obat-obatan misalnya golongan antibiotik dan steroid; perempuan dengan penyakit diabetes yang tidak terkontrol; perubahan hormonal karena kehamilan, penggunaan pil KB atau mendekati masa menopause.

    Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual umum yang disebabkan oleh parasit, dan biasa disebut Trichomonas vaginalis. Organisme ini menyebar selama hubungan seksual dengan seseorang yang sudah memiliki infeksi. Trikomoniasis biasanya menginfeksi vagina pada wanita dan sering tidak menggejala.

    Infeksi lain disebabkan oleh: chlamydia, mycoplasma hominis, herpes simpleks, campylobacter

    Penggunaan benda asing yang tidak higienis seperti tampon (pembalut), kondom, sisa tissue

    Semprotan vagina, douche, sabun wangi, deterjen wangi dan produk spermisida dapat menyebabkan reaksi alergi atau mengiritasi jaringan vulva dan vagina.

Bakteri vaginosis menyumbang 40-50% kasus vaginitis, kandidiasis vagina 20-25%, dan trikomoniasis, 15-20%. Seorang wanita mungkin memiliki kombinasi dari infeksi vagina pada satu waktu. Studi terakhir menunjukkan, bahayanya vaginitis pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran prematur, infeksi post partum (pasca melahirkan), penyakit radang panggul dan infertilitas.

Untuk saat ini, vaginitis dapat diobati yaitu dengan diberikan antibiotik/antijamur/anti virus sesuai dengan penyebabnya. Kebersihan vagina tetap menjadi nomor satu dalam perawatan keseharian. Hindari sumber/penyebab/pemicu vaginitis, diantaranya, tidak menggunakan vaginal douche (pembersih vagina menggunakan alat) atau sabun wangi atau alat atau senyawa kimia lain yang bisa mengiritasi vagina. Hindari membersihkan vagina dengan tissue karena tissue menggunakan pemutih. Pakailah pantyliner atau pembalut yang benar-benar higienis dan dari bahan baku bermutu tinggi, tanpa bahan daur ulang (bebas pemutih) yang dapat menyebabkan iritasi dan keputihan. Jika sudah terlanjur terkena vaginitis, tetaplah berobat ke dokter.

Tengoku Shojo

TINGGALKAN KOMENTAR