Wasilah Dalam Ilmu Fisika

Wasilah Dalam Ilmu Fisika

BAGIKAN

Wasilah Dalam Ilmu Fisika

Sudah mafhum, bahwa orang NU senang sekali bertawassul. Berkirim fatekah, pada kanjeng Nabi wa alihi wa shohbihi ajma’in. Kepada para awliyaillah wal masyayikh fillaah, khushushon sulthonul awliya’ sayyidisy sayaaikh ‘abdil qodir al-jilani r.a, dan seterusnya….

Sebagai seorang nahdhiyin tulen, saya pun kerap sekali melakukan itu. Namun sejujurnya, saya tidak sepenuhnya paham, kenapa dan untuk apa begitu???

Sampai pada saat saya membaca sebuah kitab fisika klasik bab signal modulation. Disitu terdapat dua formula matematis berikut:

Y(t) = (sin (2*pi*Fi*t)) * sin (2*pi*Fc*t)

Dan

Y(t) = sin (2*pi*(sin (2*pi*Fi*t)*t)

Bukan pada tempatnya untuk menjabarkan kedua persamaan itu secara matematis, tetapi marilah kita perhatikan secara kasat mata saja:

Persamaan pertama menggambarkan sebuah sinyal sinusoidal berfrekuensi Fc yang AMPLITUDO nya berubah secara sinusoidal pula dengan frekuensi Fi. Persamaan ini adalah cikal bakal pemancar radio AM (Amplitudo Modulation).

Sedangkan Persamaan ke dua ini menggambarkan sebuah sinyal sinusoidal yang FREKUENSI nya berubah secara sinusoidal pula dengan frekuensi Fi. Persamaan Ini adalah cikal bakal pemancar radio FM (Frequency Modulation).

Melalui penerapan kedua persamaan ini secara elektro-magnetik, termungkinkan bagi kita mendengarkan siaran siaran radio AM dan FM kesayangan kita…

Modulation????

Ya.. Itulah tawassul. Tawassul adalah proses me-modulasi-kan (menumpangkan) sebuah sinyal informasi dengan frekuensi rendah (Fi) kepada sinyal pembawa/carrier yang berfrekuensi tinggi (Fc), baik penumpangan itu dilakukan pada parameter Amplitudo carrier (AM), ataupun langsung pada frekuensi carrier (FM).

Jika kita seorang penyiar, maka sekeras-kerasnya kita berteriak, siaran kita hanya bisa didengarkan oleh orang orang yang berada pada radius sekian puluh meter saja dari kita. Tetapi ketika kita “memodulasikan” suara kita itu pada frekuensi carrier yang sangat tinggi, maka termungkinkan bagi siaran kita terdengar sampai radius puluhan bahkan ratusan kilometer!!!

Begitulah, para ambiya’ wal mursalin wal awliyaa’ wasy sayauhadaa’ wash sholihin, mereka adalah sinyal berfrekuensi tinggi, yang bisa menjangkau jarak ratusan bahkan ribuan kilometer. Maka ketika kita yang berfrekuensi lemah ini bertawassul/memodulasikan doa2 kita kepada mereka, maka termungkinkan bagi doa2 kita itu untuk terbawa oleh mereka menembus sepadan2 langit hingga ke arsy nya Ar-rohmaan… Akan terjawab dan tersampaikan oleh arwahul awliya’ ba’dhuhum bi ba’dhin hattaa ilaa hadhrotir rosul s.a.w.

TINGGALKAN KOMENTAR