WAHABI/SALAFI TIDAK MAMPU MENERIMA PERBEDAAN

WAHABI/SALAFI TIDAK MAMPU MENERIMA PERBEDAAN

BAGIKAN

 

Oleh Anggota WLML

Islam selalu mengajarkan kebenaran, sedangkan pemahaman keislaman tidak senantiasa mengandung kebenaran; ia bisa benar dan salah (yahtamilu shawab wal khatha’). Islam pasti benar karena ia bersumber dari Tuhan, sementara pemahaman keislaman dari teks teks agama tidak senantiasa benar karena bersumber dari ijtihad manusia yang notabene mahal al-khatha’ wa nisyan.

Pemahaman terhadap teks teks agama itu bersifat nisbi, tidak mutlak. Itulah mengapa dalam bermazdhab ada pameo, “pendapat kita benar tapi mungkin salah. Sebaliknya pendapat mereka salah tapi mungkin benar.” Karenanya seadri dahulu kala masalah ijtihadiyyah itu bukan “wilayah” amar ma’ruf nahi munkar. Fakta sejarah empat madzhab besar saling menghormati dan menghargai, bisa duduk satu majlis bahkan sholat berjama’ah.

Islam dan pemahaman keislaman kelihatannya sangat mudah dibedakan, tetapi perbedaan itu sangat sulit diterima nyaris semua kalangan wahabi salapi. Sekali lagi saya katakan bahwa bid’ah secara terminologi/syariat telah tuntas di bahas ratusan tahun yg lalu. Perbedaan pemahaman tentang definisinya adalah sebuah keniscayaan. Apakah memang kelompok wahabi ini terlalu lugu untuk memahami bahwa ::

إن المعرفة الدينية كأي معرفة أخرى هي حصيلة جهد البشر وتأملهم
وهي دائما مزيج من الأراء الظنية واليقينية ومن الحق والباطل

Maka tidak heran jika kemudian Salafi berpecah belah menjadi bermacam sakte, yg satu dg yg lainnya saling mengkafirkan, membid’ahkan, mensyirikkan dll. Buktikan disini

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR