Wahabi Telah Melanggar Kode Etik Keilmuan

Wahabi Telah Melanggar Kode Etik Keilmuan

BAGIKAN

Seperti yang selama ini kita kenal PEMIKIRAN SALAFI  yang bercita2 untuk menyatukan semua pemikiran dan Hasil Ijtihad para ‘Ulama Madzhab di bawah Komandonya, sehingga Papan Nama besar Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia segera mendapat legalitas Dunia, walaupun dengan cara merubah Karya Ilmiyyah dan melanggar kode etik keilmuan yang ada.

Pelanggaran keilmuan yang di lakukan lebih di sebabkan WAHABI/SALAFI TIDAK MAMPU MENERIMA PERBEDAAN, walaupun dalam berbagai kesempatan mereka terus meneriakkan Slogan Kembali kepada Al Quran dan Hadits Sahih dengan Pemahaman para Salafussalih, tetapi itu hanya MANHAJ SALAF SEBATAS PENGAKUAN saja, terbukti mereka telah melakukan tidak kriminal dengan memalsukan Nama besar Seorang Ulama dengan merekayasa sebuah kitab atau merubah teks2 aslinya.

Kitab Rekayasa Wahabi ini semakin menunjukkan bahwa salafi wahabi memang telah menunjukkan identitas yang sebenarnya sebagai Pencipta Tuhan Baru Manusia Masa Kini yang secara mutlak harus di turuti segala kemauannya.

Di antara kitab Ahlussunnah adalah Hasyiyah ash-Shawi Ala Tafsir al Jalalain karya Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawi al-Maliki (w 1214 H).

 Sebelumnya mari kita saksikan beberapa Saksi dari pera komentator berikut:

Ibnu Ali

saya telah memeriksanya pada sebuah naskah Kitab Hasyiah Shawi `ala Jalalain peninggalan para ulama dahulu yang ada diperpustakaan di sebuah pesantren di Aceh, naskah tersebut di cetak oleh Maktabah Al Azhariyah cetakan pertama tahun 1345 H/1926 M. pada halaman 255 jilid ke 3 pada surat Al fathir ayat ke delapan terdapat kata-kata yang tidak diperdapatkan dalam naskah yang baru yaitu:

وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية
“mereka adalah satu kelompok di tanah hijaz yang dinamakan kaum Wahhabiyyah”.

Dalam cetakan Toha putra pada akhir halaman 307 setelah kalimat دماء المسلمين terdapat terdapat kosong yang bersambung hingga halaman selanjutnya yang tertulis الا انهم هم الكاذبون jadi pada cetakan toha putra kalimat واموالهم لم هو مشاهد الان فى نظائرهم يحسبون انهم على شيء telah ditutupi, lucunya kalimat واموالهم dituliskan kembali dengan tulisan tangan, mungkin karena mereka telah menutupi tulisannya melebihi tujuan utamanya. Ini juga menjadi bukti yang kuat bahwa antara kalimat فى نظائرهم dan يحسبون انهم terdapat kalimat yang telah dibuang..ini menjadi satu bukti bahwa berita ini bukanlah fitnah semata-mata.

Oetoeh Koetatil

Dalam kitab terbitan DARUL FIKRI, Beirut Th. 2004 M/1423 Jilid III, hal. 379 (baris kedua dari bawah), juga hilang sebagian tulisan seperti dimaksud. Akan tetapi tidak seluruhnya, hanya pada bagian :
وهم فرقة بأرض الحجاز يقال لهم الوهابية
Dengan demikian ada versi lain lagi, namun substansinya sama. Hal ini fakta bahwa itu adalah “KESENGAJAAN”.
Hati-hati dengan semua pihak yang bermaksud buruk terhadap Islam.

Terima kasih admin atas infonya yang menginsfirasikan kita untuk bersikap teliti, sekaligus mengingatkan kita agar dalam menuntut ilmu harus melalui GURU yang muththasil, bersambung ilmunya hingga kepada sumber aslinya.

Berikut adalah scan Kitab yang berhasil di teliti oleh Saudara Abou Fateh yang kemudian di muat dalam Page Facebook “Allah Ada Tanpa Tempat”

Kitab Tafsir ini telah direduksi kaum Wahhabi oleh karena penulisnya telah membongkar sejarah hitam mereka. Perhatikan berikut ini !!

Scan pertama ini menunjukan naskah asli yang telah diterbitkan oleh Dar Ihya at turats al Arabi;

 

 

 

 

 

“Menurut satu pendapat; ayat ini turun tentang kaum Khawarij yang telah merusak takwil al-Qur’an dan Sunnah, yang untuk tujuan itu mereka menghalalkan darah orang-orang Islam dan harta-hata mereka. Kenyataan ini sebagaimana terbukti di masa sekarang, sebuah kelompok yang sama persis dengan kaum Khawarij tersebut; mereka adalah kelompok yang berada di negeri Hijaz, mereka dinamakan dengan kelompok Wahhabiyyah, mereka menganggap diri mereka di atas kebenaran, padahal sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta. Mereka telah dijerumuskan oleh setan, hingga setan itu telah menjadikan mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itu adalah golongan setan, dan sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi, kita minta kepada Allah semoga Allah menghancurkan mereka”.

lalu, silahkan anda lihat….

scan ke dua ini dari kitab yang sama yang diterbitkan Wahhabi, diterbitkan oleh Dar al Kutub al Ilmiyyah;

Terjemah tulisan yang ditandai dengan warna adalah sebagai berikut:

“Menurut satu pendapat; ayat ini turun tentang kaum Khawarij yang telah merusak takwil al-Qur’an dan Sunnah, yang untuk tujuan itu mereka menghalalkan darah orang-orang Islam dan harta-hata mereka.

 

[[[[[[[ ………teks di sini hilang ke antah berantah digerogoti Wahabi……….. ]]]]]]]]]

 

Mereka telah dijerumuskan oleh setan, hingga setan itu telah menjadikan mereka lupa dari mengingat Allah. Mereka itu adalah golongan setan, dan sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi”.

Hasbunallah…………………….!!!!!

 Salam Warkop

8 KOMENTAR

  1. tolong tunjukkan manuskrip kitab aslinya jika memang tuduhan antum benar…karena boleh jadi bukan wahabi yang menghapus, tapi antum yang menambahi….

  2. itulah hati yg keras,liat,membatu
    akibat kejahatnya terhadap sesama muslim.

    sudah bilang menuduh masih dituduh lagi
    lucunya lagi bilang HAMBA ALLAH , bener nih hamba Allah, klo hamba Allah sih tdk begitu.
    terus bedanya apa dg hamba syetan hamba iblis dan hamba nafsu

    setahu ana hamba Allah ya hamba Allah tp kalau hamba syetan ya edan ,hamba iblis ya najis, hamba NAFSU ya MALSU . he he he he malu ah

  3. SIAPA YG HAMBA SYETAN SIAPA YG HAMBA ALLAH KITA TDK TAHU HATI-HATI KALAU MELANGKAH, HARUS INSTROSPEKSI DIRI. TAK USAH MENJELEK-JELEKAN ORANG LAIN BARANGKALI KITA SENDIRI YG JELEK.BUAT SEMUA YANG KOMEN DI SINI.

  4. Mungkinkah Kitab Hasyiah Shawi `ala Jalalain karya Syaikh Ahmad bin Muhammad ash-Shawi al-Maliki (w 1214 H) tersebut diterjemahkan lalu diterbitkan, baik versi yang dianggap benar dan versi lainnya ?. Saya sangat ingin membaca dan mengetahui isinya. Terimakasih..

  5. wahabi fundamental dalam berdakwah….
    legimitasi bid’ah, sesat, dan kafir, dst, dst mudah dilontarkan…
    ahlul kambing mencaci ahlul bait dan ahlul sunah… atau ada skenario memecah belah muslim, mana muslim kaffah mana kambing kaffah… tak jarang tokoh2 besar yang dia upayakan untuk dirobohkan dan disingkirkan, sayang mereka tinggal dinegeri yang menghargai perbedaan tapi mereka tak mau menghargai perbedaan. tak malu kayana negeri kaffir tapi mereka tinggal d negeri kafir… cuih!!!!!!!!!!!!

TINGGALKAN KOMENTAR