Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia

Wahabi Sebagai Peta Bid’ah Dunia

BAGIKAN
Gambar di Ambil Dari Google

Wahabi memang tidak beda dari kaum muslimin lainnnya, karena dari fikih ikut hambali (sebagian tertentu), dari akidah ikut atsariyin/ahlul hadist (kecuali yg mujassimah musyabbihah). Bedanya cuma terletak di toleransi. kalaau seluruh imam kaum muslimin toleransi dan hormat menghormati dlm masalah furu’, kaum wahabi ga mau. pokoknya mau mereka, semua orang islam harus sama dgn mereka, baik dari segi akidah atau ibadah, sedetail mungkin. seolah2 cuma mereka yg punya hak utk berijtihad dng quran dan sunnah, atau seolah2 hasil ijtihad mereka atas alquran dan assunnah lebih benar, atau bahkan MENASAKH (menganulir) semua hasil ijtihad ulama2 yg datang lebih dulu dari mereka.. kalau gak mau, siap2 dapat tuduhan: syirik, penyembah kubur, penyembah wali, MENYIMPANG DARI ALQURAN DAN ASSUNNAH = BUKAN ALIRAN AHLUS SUNNAH = MASUK GOLONGAN 72 YG SESAT = AHLU NERAKA..

Mungkin perlu sedikit diluruskan biar tidak sama2 jatuh dalam ekstrim.. bahwa ulama mujtahid boleh berijtihad atas alquran dan assunnah. dan dalam ahlus sunnah wal jamaah kita kenal prinsip orang yg berijtihad sama2 berpahala. bila ia yg pas dengan kehendak Allah dapat pahala 2 bila kurang pas dapat pahala 1. termasuk di dalamnya hasil ijtihad utk mengatakan sesuatu itu bidah atau tidak. dholalah atau hasanah.

Pernah imam hambali berbeda pendpat dengan Gurunya Imam syafii mengenai sesuatu. kata Imam hambali oh itu hukumnya bid’ah, trus kata imam syafii kalau saya hukumnya mustahab (dianjurkan dan dapat pahala). kedua2nya sama2 mujtahid, keduanya sama2 mengeluarkan hasil ijtihad yg sama2 punya kemungkinan pas yg diinginkan Allah atau tidak pas. tapi kedua ulama ini selesai sampai di situ. imam hambali yg bilang bidah tidak menuduh imam syafii yg bilang mustahab sbg pelaku bidah, bukan pula menuduh hasil ijtihad imam syafii telah menyimpang dari alquran dan assunnah. imam syafii juga tidak menuduh imam hambili kurang tepat dalam berijtihad. itu karena dua2nya orang alim. tahu dengan ilmu. dan karena masalah ikhtilaf, orang islam yg awam yg dipersilahkan memilih pendapat yg ia inginkan. tak ada main paksa2an dan tuduhan gegabah. Sangat berbeda dengan Wahabi yang mempunyai Peta tersendiri dalam masalah Bid’ah. Sedangkan PENGERTIAN BID’AH MENURUT EMPAT IMAM MADZHAB telah terselesaikan ribuan tahun yang lalu dengan menjunjung toleransi yang tinggi

Tiga Madzhab ternama selain Madzhab syafii memfatwakan qunut subuh a/ bid’ah. sementara imam syafii memfatwakan sunnah muakkadah. Yapi kesemua mereka tak ada satu pun yg membawa fatwa Madzhab mereka utk memberikan label “ahlul bid’ah” kpd mazhab syafii tadi. karena semuanya paham. BAHWA ULAMA2 MEREKA PADA DERAJAT YG SAMA : yaitu derajat sama2 berijtihad (menduga2 maksud Allah dlm nash2 yg zhonniy dilalah). yg hanya Allah saja yang punya hak menilai hasil ijtihad manakah yang paling benar.

Jadi permasalahnnya bukan pada memfatwakan bidah atau tidak. ulama2 spt Syaikh ‘Utsaimin dan Syaikh albaniy dipersilahkan berijtihad dan memfatwakan maulid bidah sesat, sebagaimana ulama2 islam lainnya yg berijtihad dan memfatwakan bahwa hukumnya bidah hasanah/mustahab.

Yang masalah adalah ketika membawa fatwa bidah itu utk mengkafirkan umat islam lain yg kebetulan mengadopsi pendapat ulama yg membolehkannya (tidak menganggapnya bidah dholalah). yang mana hal ini tidak pernah terjadi di zaman salaf sholih. ungkapan “kalian menyalahi alquran dan assunnah” tdk boleh sembarangan dilontarkan apalagi oleh sesama orang awam yg sama2 taklid dengan imamnya. dan Wahabi telah memetakan Ijtihad para ‘Ulama sesuai Konsep Bid’ahnya sendiri.

Namun Umum di ketahui sebagai tempat kelahirannya Kerajaan Arab Saudi dan paham wahhabynya ternyata justru memberikan contoh sebagai Wahabi/Salafi yang Tidak Mampu Menerima Perbedaan

Salam  Warkop

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR