Ulama Syria Bersahabat Dengan Ulama Indonesia

Ulama Syria Bersahabat Dengan Ulama Indonesia

BAGIKAN

Entahlah apa yang menjadi kepentingan mereka, apakah mereka telah menjual Jihadnya kepada orang lain? Di dalam Negri sendiri mereka sibuk menjelaskan dosanya orang yang memberontak kepada Pemerintah, bersamaan kerajaan yang diperintahnya adalah hasil pemberontakan juga.

 

Ada Hadits sahih yang menjelaskan bagaimana cara terbaik kita menyikapi pemimpin yang Dlolim, bahkan sikap yang paling utama, ialah menasihati pemimpin itu dengan Nasihat yang lembut dan baik. Salah satu sikap yang baik dan diajarkan Rosulullah adalah seperti ini:

 

وعن طارق بن شهاب رضي الله عنه : أن رجلاً سأل النَّبي صلى الله عليه وسلم ، وقد وضع رجله في الغرز : أيُّ الجهاد أفضل؟ قال : « كلمة حق عند سلطان جائر » رواه النسائي بإسناد صحيح .

 

“Dari Thoriq bin Syihab RA: seseorang bertanya kepada Rosul صلى الله عليه وسلم dan orang tersebut telah menginjakkan kakinya dalam sepatu kulitnya: Apa jihad yang paling utama?, Rasul menjawab: Kalimat kebenaran untuk Penguasa yang Diktator” HR. Annasai dengan Isnad yang sahih

 

Tapi kenapa dengan Negara orang lain mereka selalu menyuarakan pemberontakan atas nama jihad menegakkan Agama, memberantas kesesatan, memurnikan Tauhid dan lain sebagainya? Lalu kenapa mereka suka ikut campur dengan urusan Negara orang lain dengan propaganda Jihadnya, Apakah ini menandakan bahwa mereka telah mendeklarasikan pemerintahannya sebagai wakil Nabi yang sah?

 

Tidak juga, sebab mereka hanya suka membuat kekacauan di Negara tetangganya, karena sudah sangat jelas satu Hadits mereka perlakukan lain, jika untuk Negri sendiri, Hadits ini dilolohkan begitu saja kepada Rakyatnya, sampai sampai kritikpun mereka anggap sebagai pemberontakan.

Namun jika kedloliman itu ada pada Negara lain, Hadits dan ayat jihad yang ditafsirkan menurut kepentingan politknya yang dijejalkan kepada robot robot berdaging, yang sebelumnya telah mereka program sebagai pelayan Dinastinya.

 Atau jangan jangan situasi yang mencekam di Syiria itu adalah kabar yang dibesar besarkan oleh media, buktinya Syaikh Rojab Dibb mufassir dan ahli fikih Syiria masih sempat berkunjung ke Indonesia dan bercengkrama dengan  Gus Mus, jika memang pemerintah Syiria seperti yang digambarkan oleh berbagai media dengan kekejamannya, kenapa justru membiarkan Ulama pergi ke Luar Negri?

Ulama Syiria

 

Setelah mengenakan Jubah Kesufian kepada Simbah Kakung Sang Syaikh memberikan kenang kenangan Kitab Tafsir susunan Beliau sendiri sebanyak 35 jilid.

 

Dalam sambutannya di Masjid, sang Syaikh memohon doa saudara semuslim Indonesia, agar konflik rekayasa di syiria segera berakhir.

 

Ingatlah anda semua, bahwa dalam jargon Salafi mengatakan bahwa Shufi itu identik dengan Syi’ah dan syi’ah itu halal darahnya.

 

Jika Jargon ini berkembang di Indonesia, konfrontasi terhadap para ‘Ulama kita pasti akan terjadi, dan betapa banyak darah yang harus mengalir menggenangi Nusantara ini?

 

Memang Sunni selamanya akan berselisih dengan Syi’ah, baik dalam cara beribadahnya maupun keyakinannya, tetapi hal itu adalah sebagai lapangan Dakwah bagi para Ulama untuk berlomba memacu Dakwah, siapa yang dapat menyuguhkan karakteristik yang memakau orang Awam, dialah pemenangnya, bukan pedangnya yang dapat menyelesaiakan masalah.

 

Memang basyar adalah pemimpin yang kejam, tetapi Para ‘Ulama, terhusus Allahu Yarhamuhu Syaikh Al Buthi telah berhasil melunakkannya, terbukti Seorang Ulama Sunni Syaikh Rojab dengan bebas dan merdeka hidup disana, melangsungkan dakwahnya, mengajar dan membimbing masyarakat yang mau dibimbing.

 

Kedatangan Beliau ke Indonesia, sedikit menjadi bukti, bahwa kekejaman Basyar yang katanya sebagai tukang jagal Ulama, terbantahkan sudah.

 

Dalam Agama Islam tidak pernah mengajarkan memberontak kepada pemimpin Dlolim sekalipun, jika kepemimpinannya telah mendapatkan legimitasi rakyatnya.

 

Agaknya, situasi yang kacau disuriah ini memang menjadi program khusus Israel wa A’wanuhu agar pasokan senjata dari Iran untuk Hizbullah senakin tidak mendapatkan rute aman, yaitu melalui suriah dan lebanon.

Ulama Syiria

 

Dari Simbah Kakung Syaikh Rojab Dib Istawa Ila Syaikh Maimun Zubair yang diakui sebagai gurunya yang Istimewa, sampai sampai dalam perjalanan menuju gurunya ini, Beliau memperbanyak baca Istighfar, takut sowannya tidak diterima oleh Syaikh Maimoen Zubair.

 

Saya, dan anda semua tentu akan sulit menuduh diantara keduanya sebenarnya siapakah yang paling Alim dan Tawaddlu’?

 

Dan dalam sowan kali ini juga, Syaikh Rojab disamping menghaturkan jubah keshufian kepada Gurunya, yang sama dengan jubah yang dikenakan kepada Gus Mus, beliau juga mempersembahkan Tafsir yang beliau susun sendiri selama 62 tahun.

 

Para Kekasih mengenal satu sama lain melalui kasih dihatinya, dan setan mengenal dengan kekasihnya dengan aura kebencian dari dalam hatinya yang saling berpaut mesra.

 

 

 

Aku tahu masih banyak saudara saudara kita yang membedakan memperlakukan para ‘Ulama dengan perlakuan yang berbeda, seakan ia adalah wakil resmi Roqib & Atid yang mendampingi mereka.

 

Bagiku Gus Mus dan Mbah Moen adalah sama sama ‘Ulama yang berhak dicinta dan didoakan menyebar berkahnya.

1 KOMENTAR

  1. @Panji…Syekh Rojab Dib adalah Syekh besar Syiria, beliau adalah keturunan asli dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. beliau seorang Mursyid dan Ketua Tarekat sedunia…

TINGGALKAN KOMENTAR