Tuhan Baru Manusia Masa Kini

Tuhan Baru Manusia Masa Kini

BAGIKAN

Dia tidak pernah salah, tak pernah di gugat, keputusannya selalu memuaskan, tempat bertanya dalam masalah apapun, Dia secara drastis telah mematikan Tuhan yang selama ini banyak di yakini Manusia.

Fenomena inilah yang saya sebut sebagai Manusia Telah mnemukan Tuhan Baru pada Era ini, Orang lebih suka bertanya kepadanya dari pada kepada Orang2 Ahli di sekitarnya, dengan seribu satu alasan yang terkadang juga masuk akal untuk ukuran akal yang paling Normal, dan terkadang hanya merupakan sikap manja yang di buat alasan saja.

Bahkan dengan Tuhan Baru itu Manusia bisa Menghujat, Mencela, menghina Tuhan Lama yang selama ini telah di klaim sebagai Tuhan Yang Maha Sempurna, kemudian mengikatNya dan memenjarakanNya dalam Ruang Tulisan yang kita buat, hebat dan lebih berkuasa dalam menentukan KeTuhanan itu sendiri.

Bagaimana tidak, dg duduk di balik meja, kita sudah bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, bercerita, curhat, menasihati entah untuk siapa, berkhayal, memesan makanan, sampai kepada hal2 yg sebenarnya lebih tepat jika di kerjakan pada alam kasunyatan.

Itulah Dia Google Si Tuhan Baru tempat bergantung dan menambatkan Harapan, Surga, Kenikmatan dan Khayalan. Bhakan kita telah menitipkan Otak dan kecerdasan Manusia di sana, entah dalam keadaan sadar atau memang Hypnotisnya telah menina bobokkan. Kecanduan, ketergantungan kepadanya, Keasyikan dalam cumbunya telah Mematikan Tuhan Sesungguhnya, wlaupun tidak secara jelas dan tegas kita menyatakannya.

Jihad dan Dakwahpun lebih nyaman untuk di kerjakan dengan Cara Copas, bahkan masa depan untuk menjadi Ustadl, Da,i, Kyai, dan Ahli lebih prospek di banding dengan bertahun mengikuti Talaqqi Metode Santri.

Inilah Fenomena dan Fakta Evolusi Kemanusiaan yang luput dari pengamatan para Ahli, walaupun sedikit banyak penelitian ke arah sana telah terlambat untuk memulai antisipasinya, tidak merupakan Himbauan atau Firman untuk menumbuhkan kesadaran.

BOSTON (KRjogja.com) – Mesin pencari internet seperti Google telah merubah cara otak manusia mengingat informasi, demikian menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan. Studi tersebut mengatakan bahwa banyaknya informasi yang tersedia saat ini di internet membuat orang menjadi mudah lupa, karena komputer saat ini telah menjadi ‘memori eksternal’ mereka.

Para peneliti dari Harvard University dan Columbia University, mengatakan bahwa Google dan situs database seperti Amazon kini telah dijadikan ‘memori eksternal’ oleh manusia, sehingga kemampuan memori dalam sendiri pun jadi kurang terasah.

Studi tersebut juga menyatakan bahwa kini orang lebih suka untuk mengingat hal yang tidak bisa mereka temukan di internet. Selain itu, studi tersebut juga menyebutkan bahwa orang saat ini lebih sulit mengingat hal yang mudah mereka temukan di internet.

“Semenjak hadirnya mesin pencari internet, kita jadi mengubah ulang cara mengingat sesuatu,” ujar Betsy Sparrow, psikolog dari Columbia University.

“Ketergantungan otak kita dengan internet untuk ingatan saat ini, sama besarnya cara otak berketergantungan pada ingatan akan teman dan keluarga,” tambahnya.

Selain itu, penelitian tersebut juga mengungkap bahwa cara mengingat masyarakat saat ini adalah tempat dimana mereka menyimpan informasinya, ketimbang isi dari informasi itu sendiri.

Hasil penelitian ini masuk ke dalam sebuah makalah berjudul ‘Google Effects on Memory: Consequences of Having Information at Our Fingertips’ yang meruapakan rangkuman dari empat uji coba kepada para siswa Harvard University dan Columbia University. Penelitian ini juga diterbitkan dalam jurnal online Science.

Nah, padahal Google telah merebut hati kita, dialah sang Guru, Pemimpin, Pecinta, dan dialah teman kita dalam suka dan duka. Ataukah sikap emosional itu merupakan akibat rasa malas untuk mengoptimalkan kemanusiaan kita dengan tetesan keringat?

Para kekasih Tuhan itu seperti pembawa piala piala cahaya. mereka mengangkatnya tinggitinggi agar cahayanya menyebar, namun kakinya tetap berpijak pada bumi. Merekalah penjaga tatanan kosmos. engkau beruntung jika dipertemukan dengan orangorang seperti itu, sebab mereka adalah orangorang yang mampu mengajarimu sesuatu tanpa kata kata, dengan perilaku mereka yang menunjukkan tandatanda manifestasi sifat Tuhan dalam konteks ruang dan waktu. Maka yang kau butuhkan adalah khidmat, sikap takzim, sebab seberapa besar rasa hormatmu pada Gurumu, sebesar itu pula ilmu dan berkah yang akan engkau dapatkan dan meminimkan tipuan setan.

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam belajar agama di internet ini, yang harus di perhatikan

1. Bahaya merasa cukup, menjadi malas bertanya langsung ke Ulama. Dengan adanya sumber yang berlimpah, maka orang mudah merasa sudah tahu, dan merasa tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang yang lebih tahu. Padahal seringkali apa yang kita baca di internet tidak sepenuhnya kita pahami sebagaimana yang diinginkan oleh penulisnya. Terutama jika situasi dan kondisi penulis tidak sama dengan situasi dan kondisi pembaca. Seperti Qur’an yang terkadang hanya bisa dipahami dari asbabun nuzulnya, bukan hanya dari apa yang tertulis saja…

2. Merasa tidak perlu bersilaturrahim kepada Ulama. Ini juga menjadi penyakit yang sangat parah. Bersilaturrahiim kepada ulama tidak bisa digantikan dengan baca-baca buku dan browsing internet. Pahala duduk dalam majelis ilmu, fadhilah memandang wajah ulama, keutamaan duduk dalam majelis-majelis dzikir, manfaat mendengar bayan dan penjelasan ulama, jelas tidak bisa didapat dengan duduk berlama-lama memencet tuts keyboard dan meng-klik mouse. Inilah yang telah di tempuh Oleh para Salaf, dan inilah Manhaj Keilmuannya, entahlah jika memang Manhaj Salaf Hanya Sebatas Pengakuan Saja?. Dan, bersilaturrahim ini bukan hanya sekedar saat kita ingin bertanya tentang masalah hukum agama saja. Silaturrahiim kepada ulama ini memang banyak fadhilah nya. Dan untuk menanya persoalan pun, sebenarnya tidak sopan kalau cuma sms-an, tapi akan lebih ber-adab jika berkunjung dan meminta nasehat langsung. Tentu saja, untuk saat2 darurat, tidak mengapa jika terpaksa menelepon atau kirim sms.

3. Internet tidak pandai memilah-milah, mana yang penting dan mana yang tidak. Karena internet tidak pandai, lalu kemudian kita sendiri yang memilah-milah, bahan dan apa yang akan kita baca, dengan kata lain Mencari Jalan Yang Lurus Mustahil dapat di tempuh melalui Internet saja.Dan kemudian kita memilah-milah berdasarkan apa yang terjadi dan kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Masalahnya adalah, terkadang, perkara yang amat penting itu tidak kita jumpai (baca: tidak kita rasakan) dalam kehidupan sehari-hari, padahal itu ada. Akhirnya terkadang kita jadi sibuk dengan membahas perkara2 yang sebenarnya biasa-biasa aja dan melupakan perkara2 lain yang lebih penting, karena hasil googling “I’m Feeling LuckyTM” membawa kita kesana.

4. Internet itu rimba belantara. Tidak ada sesiapapun yang mengontrol benar dan salah di internet. Sebagaimana di hutan dimana yang menjadi raja adalah yang paling kuat, di belantara internet, yang menjadi raja adalah yang paling tinggi rangking google rank-nya. Kalau dalam dunia bisnis dan dunia eknomi yang memang sehari-hari berkutat dengan internet sih tidak masalah. Karena pada saat itu, benar dan salah jadi tidak ada, yang ada hanya request and demand. Tapi dalam hal agama, dimana ulama-ulama hakiki (ulama yang sesungguhnya) sedang sibuk dengan dzikir, muroqobah, dan murajaah, maka orang-orang yang merasa tahu menuliskan apa yang mereka rasa tahu dan dibaca oleh orang yang sama-sama tidak tahu, dan… begitulah. Mudahnya fasilitas forward dan copy paste juga membuat sebuah pendapat yang sebenarnya belum tentu benar, jadi terlihat benar karena ada dimana-mana. Duh..ba…ha…ya….

MENGAPA BELAJAR PERLU GURU ?

Manusia Telah Menemukan Tuhan Baru
Manusia Telah Menemukan Tuhan Baru

MANFAAT BERGURU adalah agar terhindar dari perkara-perkara yang SESAT & untuk mnghindari FITNAH. Adapun fungsi GURU atau SANAD (sandaran) adalah mencegah manusia untuk berbicara semau nya / seenak Gue, atau bicara hanya berdasarkan dari kerangka otaknya doang. DENGAN SANAD, maka Hal-hal yang diajarkan Rosululloh, terjaga keaslian isi ilmunya, tanpa ada yang dikurangi atau di tambah-tambah (DI MODIFIKASI MANUSIA). ( “laula isnada ma qola sa’a ma sa’a” = jika tanpa isnad memang orang bisa berkata apa saja yang dikehendakinya. ) Belum ada dalam sejarah seorang ulama besar lahir dari belajar kepada buku atau dari internet saja. Ilmu adalah keahlian dan setiap keahlian membutuhkan ahlinya, maka untuk mempelajarinya membutuhkan muallimnya yang ahli (guru pembimbing). Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid berkata, “Ini hampir menjadi titik kesepakatan di antara para ulama kecuali yang menyimpang.” Ada ungkapan, “Barangsiapa masuk ke dalam ilmu sendirian maka dia keluar sendirian.” Syaikh Bakr berkata, “Maksudnya barangsiapa masuk ke dalam ilmu tanpa syaikh maka dia keluar darinya tanpa ilmu.” Syaikh Bakr menukil ucapan ash-Shafadi, “Jangan mengambil ilmu dari shahafi dan jangan pula dari mushafi, lalu Syaikh Bakr berkata, “Yakni jangan membaca al-Qur`an kepada orang yang membaca dari mushaf dan jangan membaca hadits dan lainnya dari orang yang mengambilnya dari buku.”

Sebagian ulama berkata:

فَيَقِيْنُهُ فِي المُشْكِلاَتِ ظُنُوْنُ مَنْ لَمْ يُشَافِهْ عَالِمًا بِأُصُوْلِهِ

Barangsiapa tidak mengambil dasar ilmu dari ulama, maka keyakinannya dalam perkara sulit adalah dugaan

Abu Hayyan berkata:

يَظُنَّ الغَمْرُ أَنَّ الكُتُبَ تَهْدِي أَخَا فَهْمٍ لإِدْرَاكِ العُلُوْمِ

Anak muda mengira bahwa buku membimbing orang yang mau memahami untuk mendapatkan ilmu:

وَمَا يَدْرِي الجَهُوْلُ بِأَنَّ فِيْهَا غَوَامِضَ حَيَّرَتْ عَقْلَ الفَهِيْمِ

Orang bodoh tidak mengetahui bahwa di dalamnya terdapat kesulitan yang membingungkan akal orang:

إِذَا رُمْتَ العُلُوْمَ بِغَيْرِ شَيْخٍ ضَلَلْتَ عَنِ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيمْ

Jika kamu menginginkan ilmu tanpa syaikh, niscaya kamu tersesat dari jalan yang lurus:

وَتَلْتَبِسُ الأُمُوْرُ عَلَيْكَ حَتَّى تَصِيْرَ أَضَلَّ مِنْ تُوْمَا الحَكِيْمِ

Perkara-perkara menjadi rancu atasmu sehingga kamu kebih tersesat daripada Tuma al-Hakim

Dan masih banyak yang lain

Salam______________Ibnu Mas’ud_____________Warkoper

13 KOMENTAR

  1. Wah bermanfaat sekali bacaan ini. Tuhan baru utk manusia jaman sekarang. Yg saya rasakan mungkin kerja otak utk mengingat jadi kurang terlatih, saya sendiri merasa spt itu, lebih mengandalkan catatan di excell daripada mengingat secara manual melalui otak kita.
    Dgn adanya search engine, banyak muncul ulama2 cyber yg bs jd tdk pernah duduk di majelis ilmu, hanya ckp duduk di belakang desktop atau laptop. Tapi memang tetap aja bakalan ada yg kurang, bahkan terasa sekali, mereka yg spt itu tdk punya chemistry yg entah bagaimana dijelaskannya.

  2. Dengan adanya anggapan Tuhan baru ini, haruskah kita menduakan tuhan?
    Subhanallah, sunggu besar pengeruh budaya barat terhadap budaya kita.
    Tiada Tuhan Selain Allah. Allahuakbar!

  3. dunia tekhnoloi (internet) adalah sebuah sarana untuk masuk kepada informasi yg kita inginkan. Manusia yg telah dibekali akal oleh Alloh SWT tentunya akan mengambil sesuatu yg bermanfaat buat dirinya ataupun buat orang banyak. Tapi tentunya disini kita memang memerlukan seorang guru yg senantiasa selalu mengingatkan kita dengan ilmu2 agamanya. Ucapan seorang guru mungkin lebih merasuki alam bawah sadar kita (baca: lebih cepat mengingatnya) daripada membaca info lewat internet ini.

TINGGALKAN KOMENTAR