The Great Man Made River Warisan Qaddhafi yang Dihancurkan NATO

The Great Man Made River Warisan Qaddhafi yang Dihancurkan NATO

BAGIKAN

Saya termasuk yang paling malas dengan berita-berita politik dunia apalagi dalam negeri. Tetapi berita tewasnya Pemimpin Libya Muammar Qaddafi, yang disambut gegap gempita para pejuang NTC Libya, takkalah pula antusiasme para kompasioner menunjukkan berbagai opininya…Mengusik rasa ingin tahu ini terus berlanjut hingga menemukan artikel Libya & QADDAFI …FACTS THAT CANT BE DENIED [ http://www.qatarliving.com/node/2206949#ixzz1cEOVM25u ] Salahsatu fakta yang menarik dan pengetahuan baru buat saya adalah prestasi pemerintah qaddafi dalam proyek raksasa The Great Man Made River, yang sulit dicari tandingannya, mungkin bisa disebut Ke Delapan Keajaiban Dunia.

Proyek yang menghabiskan dana lebih dari $ 20 Milyar. Dengan total panjang pipa irigasi dengan diameter 4 m sepanjang 4.000 km yang dapat mengangkut 6,5 juta meter kubik air per hari dari lebih dari 1300 sumur padang pasir. Dan merupakan satu-satunya SUMBER AIR MINUM dan irigasi untuk 4,5 JUTA rakyat Libya !

Dan FAKTA Lain, di BREGA, Libya, 22 Juli 2011. Sebuah tanggal yang wajib diingat bagi sebuah kemanusiaan. Bahwa NATO telah menyerang jaringan pipa air Libya. Jelas ini akan memerlukan beberapa bulan untuk perbaikan dan mengancam kehidupan rakyat libya kekurangan air bersih. Kemudian pada Sabtunya (23 Juli) mereka menghancurkan Pabrik Pipa yang memproduksi pipa untuk mendukung proyek pembangunan jaringan air ini dan sekarang digunakan untuk mengganti pipa2 yang rusak

beritanya lihat disini

 

Ini juga pertanyaan untuk NATO, Pejuang2 HAM Sejak kapan pabrik pipa air di al-Brega yang jelas kebutuhan warga sipil libya menjadi target perang yang sah ??

Pantaskan kita sebut NATO sebagai Penjahat Perang..!!!

 

Sekilas Sejarah The Great Man Made River

 

Sebagaimana negeri-negeri padang pasir, menemukan air segar selalu menjadi masalah. Setelah Revolusi Besar Al-Fatah pada tahun 1969, ketika sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh Muammar Qadhafi menggulingkan Raja Al Idris, industrialisasi menyebabkan beban lebih untuk pasokan air.Sumber mata air pantai menjadi terkontaminasi dengan air laut, sedemikian rupa hingga menyebabkan air di Benghazi (kota kedua Libya) adalah tidak bisa diminum.

Mencari pasokan segar air bersih menjadi prioritas pemerintah. Eksplorasi minyak di tahun 1950 tanpa sengaja telah menemukan sumber mata air besar di bawah gurun Libya selatan.Menurut analisis radiokarbon, air dalam akuifer berumur 40.000 tahun. Libya menyebutnya “air fosil”.

Setelah menimbang biaya antara desalinasi atau mengangkut air dari Eropa, ekonom Libya memutuskan bahwa pilihan termurah adalah untuk membangun jaringan pipa untuk mengangkut air dari padang pasir ke kota-kota pesisir, di mana sebagian besar bermukim rakyat Libya.

Pada bulan Agustus 1984, Muammar Qadhafi Al meletakkan batu pondasi untuk pabrik produksi pipa di Brega. Proyek Man-Made Great River telah dimulai.Libya memiliki uang minyak untuk membayar proyek tersebut, tetapi tidak memiliki keahlian teknis atau rekayasa untuk suatu usaha besar.Perusahaan asing dari Korea Selatan, Turki, Jerman, Jepang, Filipina dan Inggris diundang untuk membantu.

3 Oktober 1983: Kongres Umum Rakyat menyelenggarakan sidang istimewa untuk menyusun draft resolusi Kongres dasar rakyat, yang memutuskan untuk mendanai dan melaksanakan Proyek Man-Made Sungai Besar.
28 Agustus 1984: Muammar Gaddafi meletakkan batu pondasi di daerah Sarir untuk dimulainya pembangunan Proyek Man-Made Sungai Besar.
28 Agustus 1986: Muammar Gaddafi meresmikan pabrik Brega untuk produksi pra-stres pipa silinder beton, yang dianggap sebagai pipa terbesar dibuat dengan pra-stres kawat baja (mayoritas kawat baja dibuat di Italia oleh Redaelli Tecna SpA perusahaan dengan kantor pusat di Cologno Monzese-Milan dan pabrik di Caivano-Naples). Pabrik Sarir juga diresmikan pada tanggal ini. Pabrik modern yang lebih dari setengah juta pipa berdiameter 4 meter telah diproduksi dengan tenaga ahli manufaktur asli dari Libya


26 Agustus 1989: Muammar Gaddafi meletakkan batu fondasi untuk tahap dua dari Proyek The Great Man-Made River.dan kedatangan air yang pertama
11 September 1989: untuk Ajdabiya reservoir.
28 September 1989: ke Grand Omar Muktar reservoir.
4 September 1991: untuk Ghardabiya reservoir.
28 Agustus 1996: ke Tripoli.
28 September 2007: untuk Gharyan.

 

Manfaat Project ini untuk rakyat Libya

Adam Kuwairi, tokoh senior di Man-Made Great River Authority (GMRA), jelas mengingat dampak air tawar pada dirinya dan keluarganya.
“Air mengubah hidup. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, ada air di keran untuk mencuci, mencukur dan mandi,” katanya kepada program Discovery BBC World Service.
“Kualitas hidup yang lebih baik sekarang, dan itu berdampak pada seluruh negeri.”

Hampir 70% air ini dipakai untuk sarana irigasi daerah-daerah pertanian baru secara keseluruhan, 130.000 hektar lahan. Dan tentusaja akan banyak membuka lapangan kerja, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan asing bahkan bisa menarik minat investor asing untuk industri pengolahan pangan.

 

What’s Next After Qaddafi Killed..?

 

Menarik ulasan dari CBSnews, With most of Qaddafi’s inner circle either dead, captured or in exile, NATO — after flying more than 26,000 missions — can now end its
bombing campaign. That could happen as soon as tomorrow although reconnaissance flights are likely to continue a while longer…..

 

I wonder how much money did cost NATO’s 26,000 missions to destroy the entire infrastructure of Libya?

 

Menyedihkan sekali jika rakyat Libya harus membayar ongkos untuk menghancurkan berbagai infrastruktur kehidupan mereka sendiri, yang telah bertahun-tahun dibangun oleh Qaddafi. Juga berbagai spekulasi alasan apa yang melatarbelakangi intervensi NATO dalam krisis LIBYA ini..seakan menguatkan dugaan ini, Some believe it is about protecting civilians, others say it is about oil, but some are convinced intervention in Libya is all about Gaddafi’s plan to introduce the gold dinar, a single African currency made from gold yang akan mengubur dollar dan euro ??

 

Kita lihat nanti apakah LIBYA akan menjadi rebutan Eropa dan Amerika seperti Indonesia setelah tergulingnya Presiden Soekarno, sehingga Amerika dan sekutu2nya bisa mendapatkan gratis FREEPORT, Tambang Minyak dan Gas dari indonesia…??

 

Lepas dari Mulut Harimau Masuk ke Mulut Buaya..

 

http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/10/30/the-great-man-made-river-warisan-qaddhafi-yang-dihancurkan-nato/

TINGGALKAN KOMENTAR