Siapa Dan Apakah Syi’ah Itu?

Siapa Dan Apakah Syi’ah Itu?

BAGIKAN

Syi’ah dari segi bahasanya adalah pengikut/pendukung/pembela.

Banyak sekali riwayat yang menyatakan keberadaan Syi’ah ini, baik yang dibawakan oleh Ulama Sunny atau Ulama Syi’ah sendiri.

Penuturan Al Hafidl Al Khothib Al Baghdadi:

يدخل الجنة من أمتي سبعون ألفا لاحساب عليهم ثم التفت إلى علي فقال صلى الله عليه وسلم: هم شيعتك وأنت إمامهم

“Akan masuk surga dari ummatku sebanyak tujuh puluh ribu orang yang tiada hisab atasnya, kemudian Rosulullah صلى الله عليه وسلم kepada Sayyidana Ali dan bersabda: mereka adalah Syi’ahmu dan kamu adalah Imamnya”

Hadits ini terdapat dalam Kitabnya berjudul “Al Muttafaq wa Al Muftaroq” dengan sanadnya Anas bin Malik.

Al Imam Al Mufassir Al Thobari dalam Kitab Tafsirnya berjudul “Jami’ul Bayan” ketika menafsirkan Ayat 7 Surat Al Bayyinah:

أولائك هم خير البرية

“Mereka sebaik baiknya penghuni bumi”

Beliau menafsiri dengan هم أنت يا علي وشيعتك (mereka adalah kamu wahai Ali, dan Syi’ahmu).

Kesulitan kita adalah tidak menemukan Syahid (saksi yang terucap melalui riwayat) dari Sayyidina Al sendiri, kamu/kalian adalah Syi’ahku dan sejenisnya. Bahkan ketika para pendukungnya berperang dalam mempertahankan kehalifahannya.

Banyak fihak yang mengatakan jika Syi’ah adalah Madzhab tertua dan yang pertama dalam Islam, tetapi jika mengacu kepada hadits yang pertama diatas, dan kita tarik pada kesimpulan bahwa yang dimaksud Syiah tersebut adalah mereka yang mendukung Sayyidina Ali dalam mempertahankan kehalifahannya, maka pada saat itu Syi’ah hanya istilah untuk menyebutkan para pendukung saja, dan belum bahkan tidak menjadi Madzhab sesuai yang diistilahkan.

Dan jika memang seseorang yang didukung dengan segala kemampuan dan ideologinya sudah menjadikan hal itu sebagai Madzhab, maka tentu saja akan ada banyak Madzhab yang lebih mendahului Madzhab Syi’ah, seperti Madzhab Utsman, Madzhab Aisyah, Madzhab Tolhah, Madzhab Umar dan Abu Bakar, tentu saja dengan kebebasan dalam pengistilahannya.

Maka dari itu, Syi’ah sebagaimana yang dimaksud adalah Syi’ah Ali dalam arti pendukung yang mendukung perjuangannya saja, dan berhenti begitu saja setelah Sayyidina Ali wafat, kecuali jika yang dimaksud dengan Syiah adalah pecintanya.

Akan terasa lebih logis, aman dan menentramkan jika Syi’ah dalam perspektif ideologinya, jika kita mengembalikan makna dan maksudnya secara umum berdasarkan sebuah hadits:

ﻋﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻔﺎﻥ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: اﻷﻧﺼﺎﺭ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺷﻴﻌﺘﻲ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﻳﺪﺧﻞ اﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ

“Para Sahabat Anshor adalah sahabatku di dunia dan syi’ahku di Akhirat dan orang yang pertama masuk surga dari Ummatku” Sumber: Al Awa-il oleh Ibnu Abi ‘Ashim

Lalu apa dan siapakah Syi’ah yang kemudian berkembang menjadi Madzhab tersendiri dalam Islam?

Nantikan sambungannya setelah pc saya dapat pengganti monitornya, menulis dengan kedua jempol sungguh tidak menyi’ahkan sama sekali.

TINGGALKAN KOMENTAR