Sabar, Jurus Jitu Memantapkan Iman

Sabar, Jurus Jitu Memantapkan Iman

BAGIKAN

Perbedaan Toleransi Agama dan Pluralisme Agama

Termasuk diantara bagian yang iman , adalah ” sabar dan syukur ” adapun sabar dan syukur ialah termasuk dari beberapa sifat Allah Subhaanahu Wata’ala .” shabuuran wa syakuuran ” [ yang Maha penyabar dan Maha yang banyak berterima kasih ]

Sabar adalah salah satu sifat manusia beriman , adapun orang yang tidak mengetahui terhadap hakikat sabar , maka orang tersbut termasuk orang yang belum sempurna mengetahui tentang iman, sedangkan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu Wata’ala diantaranya adalah sabar , dengan tidak sabar sepertinya mustahal wushul [ sampai ] kepada-Nya dan juga sepertinya mustahal samapai kepada-Nya kalau tidak dengan kemantapan iman,

Sementara tidak akan mungkin ada kemantapan iman kalau tidak sabar, jadi tidak boleh tidak , sabar adalah jalan muthlaq menuju-Nya. Berikut beberapa hal yang berkaitan dgn sabar .

A. Hakikat sabar

Sabar adalah sebagian dari beberapa maqom agama dan juga termasuk derajatnya orang – orang salikin [ orang yang menuju kepada Allah ] kesemuanya maqom agama tersusun dari tiga perkara, yaitu: ma’rifat, akhwal dan a’mal

Ma’rifat diibaratkan pohon , akhwal seperti ranting / dahan , sedangkan a’mal diibaratkan buah. Adapun kekuatan sabar tidak datang secara mendadak , karena sabar adalah ibarat tentara dari bangkitnya tentara didalam menghadapi tentara lain yang berperang untuk mengadakan perlawanan , misalnya : banyaknya kemudharatan yang manusia mengetahuinya ,seperti penyakit yang menimpa, akan tetapi tidak mampu mencegah, maka terlebih dahulu butuh terhadap kemampuan dan kekuatan untuk mencegahnya , apalagi dalam mencegah syahwat, karena sesungguhnya meninggalkan perkara yang diinginkan nafsu, itu adalah suatu amal yang menimbulkan hal yang dinamakan sabar, yaitu tetapnya kebangkitan agama dalam menghadapi kebangkitan dan keinginan syahwat, sedangkan bangkitnya agama adalah satu hal yang membuat ma’rifat [ pengatahuan ] terhadap musuhnya syahwat dan melawannya untuk mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat. Imam ghazali Rahimahullah mengatakan ” sabar berarti bersemayamnya pembangkit ketaatan sebagai ganti pembangkit hawa nafsu “.

B. Macam – macam sabar

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu mengatakan ” kesabaran dalam Al-qur’an ada tiga macam , yaitu : kesabaran untuk menunaikan kewajiban – kewajiban karena Allah, ia mempunyai 300 derajat. Kesabaran untuk tidak melanggar larangan – larangan , ia mempunyai 600 derajat, dan kesabaran dalam menghadapi musibah pada cobaan pertama, ia mempunyai 900 derajat .”

Setelah kita ketahui , bahwa sabar secara arti gamblangnya adalah keteguhan jiwa dalam menghadapi ujian , baik yang menimpa jasmani ataupun rohani , dalam hal ini sabar dibagi menjadi dua bagian :

1. Sabar badaniyah : seperti menanggung kemelaratan , kesusahan dan kepayahan yang menimpa badan , hal tersebut adalah hal terpuji jika tidak melanggar syara’.

2. Sabar nafsiyah : mencegah dari keinginan thabiat dan tuntutan hawa nafsu , inilah yang paling dipuji dan sempurna.

Apabila seorang sabar terhadap keinginan perut dan sabar dalam menjaga kehormatan [ kemaluannya ] , maka dikatakan ” iffah ” jika sabar terhadap didalam tanggungan harta ” kuat jiwanya ” jika sabar dalam peperangan dinamakan ” syuja” , jika sabar terhadap kadar – kadar Allah disebut ” Qona’ah ” yang kesemuanya ini berkumpul dalam firman Allah ” dan orang – orang yang sabar didalam musibah dan kefakiran dan peperangan , mereka itulah orang -orang yang benar dan orang -orang bertakwa ” [ QS. Al- Baqarah :177].

Sebagian Ulama’ berkata : ” sabar ada tiga bagian , yaitu , sabar dalam taat kepada Allah, sabar dalam mencegah kemaksiatan dan sabar dalam menghadapi musibah ”

C. Fadhilah Sabar

Dalam Al-qur’an Allah Subhaanahu Wata’ala menyebut orang – orang sabar dengan bergam nama dan sifat , banyak sekali derajat tinggi dan kebaikan yang disandarkan dengan kata sabaryang telah ditegaskan dalam Al-qur’an ‘

” sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahalanya mereka tanpa batas ” [ Az- Zumar :10 ] an juga termaktub dalam Al-Qur’an ‘

” sesungguhnya kami akan memberi balasan terhadap oarang -orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah di kerjakan . ” [ An – Nahl : 96 ] dalam ayat tersebut sungguh Allah Subhaanahu Wata’ala akan memmberikan pahala dan balasan yang berlimpah bagi orang yang sabar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ” Sabar adalah separuh keimanan” oleh sebab itu, dengan sabar kemantapan iman kita akan bertambah.

Semoga kita menjadi orang yang Sabar ..Amiin Yaa Rabbal Alamiin

 

Artikel no.28

Oleh : hifdzyxxxx@xxxx.com

BAGIKAN
Artikulli paraprakBertemu Nabi Khidir
Artikulli tjetërBank ASI

TINGGALKAN KOMENTAR