Root Android

Root Android

BAGIKAN

Perbedaan Toleransi Agama dan Pluralisme Agama

Mengingat banyaknya teman-teman pemegang hengpong android saya jadi tergerak untuk sedikit memberikan “kisi-kisi” Rooting android. Dimana banyaknya keluhan takut bricked (mati suri gak konek komputer lagi), restar, keluar logo robot ijo saja dan berbagai macam error yang menyebabkan ketakutan untuk Root android nya sendiri. Disini saya hanya memberikan pengertian, pemahaman yang benar serta sugesti agar timbul keberanian utk melakukan apa yang dikehendaki pemakai android.

Saya juga mahfum, karena itu hengpong satu2nya yang digunakan utk komunikasi, Online FB dan segudang aktifitas lain guna menunjang dan membantu aktifitas sehari2 serta hiburan.

 

Pengertian Root

Root adalah suatu system account yang memiliki kekuasaan absolut untuk mengakses dan mengeksekusi semua file, command, system, dalam sistem operasi berbasis linux. Intinya, root ini punya akses tanpa batas yang bisa mengubah, menghapus, menambah, bahkan merusak semua yang ada didalam sistem handphone kita.

Nge-root artinya nge-hack sistem handphone supaya kita (pemilik dan pengguna hengpong) punya akses ke account root tersebut,jadi kitalah yang punya kekuasaan.

Fungsi Root Android

Fungsi root Android adalah untuk memberi hak penuh kepada pengguna Android untuk dapat masuk ke sistem Android. Dengan melakukan Root, pengguna dapat menambah, mengurangi maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak pada sistem Android yang bila dalam keadaan standar (belum root) file-file tersebut tidak dapat di akses. Bila dianalogikan sistem operasi komputer Windows, fungsi root Android adalah memberikan hak administrator kepada pengguna.

Jadi intinya kita menyentuh ares sistem account secure dengan menggunakan software root. Gunanya ya agar kita mempunyai hak akses penuh di hengpong tersebut.

Akses yang tak terbatas terhadap system Android Instalasi aplikasi di memory card dan install aplikasi yang butuh root pastinya Un-install aplikasi-aplikasi bawaan vendor Backup App+System. Instalasi ROM custom Akses terhadap file-file sistem Android secara penuh Overclock processor yang secara keseluruhan meningkatkan performa (tapi membuat konsumsi baterai jadi lebih boros).

 

Kelebihan Dan Kekurangan Root Android

Kekurangan :

Dapat menghilangkan garansi hengpong. 🙁. Kenapa rooting Android dapat menghilangkan garansi? Root itu diibaratkan seperti “segel garansi”. Analoginya seperti ini, apabila Anda membeli komputer buatan pabrik (bukan komputer rakitan), biasanya akan dilengkapi dengan segel atau stiker garansi. Segel ini biasanya akan rusak bila kita membuka casing computer.

Jika kita ingin meningkatkan kemampuan komputer, misalnya dengan mengganti kartu grafis komputer dengan yang lebih baik, otomatis kita harus membuka casingkomputer dan secara otomatis akan merusak segel garansi. Apakah dengan membongkar casing akan menyebabkan komputer menjadi rusak? Tentu saja tidak.

Namun, jika terjadi kerusakan apakah akan menghanguskan garansi? Sudah jelas, karena pihak service center melihat bahwa segel garansi telah rusak dan memberi vonis bahwa komputer rusak karena dibongkar, padahal kerusakan disebabkan faktor lain.

Sama halnya dengan root Android. Jika HP Anda mengalami kerusakan, misalnya speaker tidak berbunyi dan Anda membawa ke Service Center dengan kondisi ter-root, maka ada kemungkinan klaim garansi akan ditolak dan dikatakan bahwa ponsel rusak akibat proses root, padahal sebenarnya tidak.

Namun sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir, berbeda dengan segel garansi, proses root dapat dibalikkan atau ponsel dikembalikan ke kondisi awal. Proses ini dinamakan Unroot. Jika proses unroot dilakukan, maka secara otomatis garansi akan berlaku kembali.

Catatan: Bila ingin membawa HP ke service center, selain dilakukan unroot, sebaiknya lakukan juga factory reset (menghilangkan semua data dan aplikasi yang terinstall)

 

Kerugian :

Masalah keamanan

Sebenarnya untuk yang satu ini masih menjadi perdebatan. Dikatakan bahwa dengan melakukan Root, maka aplikasi-aplikasi malware seperti virus atau Trojan dapat dengan mudahnya masuk ke file sistem dan melakukan pengrusakan atau melakukan pencurian data-data pengguna.

 

Namun demikian, sebenarnya walaupun HP tidak di root, apabila pembuat virus memang “berniat jahat”, maka tanpa root pun, aplikasi virus dapat dengan mudah mengakses sistem file.

Keuntungan :

  1. Dapat Menginstall Aplikasi yang Membutuhkan Akses Root

Berikut adalah beberapa contoh aplikasi yang membutuhkan akses root yang paling banyak diinstall: App2SD : Dengan aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan semua aplikasi ke SD Card. Pada umumnya, para pengguna Android melakukan root untuk menginstall aplikasi ini.

Titanium Backup: Aplikasi ini berguna untuk membackup semua aplikasi yang terinstall. Bukan hanya itu saja, aplikasi ini dapat juga mem-back up data-data aplikasi seperti pengaturan (setting-an), dll.

Root Explorer: Sebuah aplikasi manajer file terbaik untuk Android dengan fitur utama yang bisa mengakses seluruh sistem file didalam ponsel Android anda. Fitur lainnya adalah aplikasi ini mampu membaca file ZIP, APK, XML dan masih banyak lagi.

SetCPU adalah alat untuk mengubah pengaturan CPU (mampu overclock dan underclock)

GL to SD: Applikasi ini berfungsi untuk memindahkan data-data game hd dari sd card ke external sd card.

Auto Killer Memorry: berfungsi untuk mematikan applikasi yang berjalan secara otomatis apabila RAM sudah di ambang batas yang fungsinya untuk mempercepat loading HP anda dan juga dapat menghemat battery.

  1. Dapat menginstall custom ROM

Apa itu custom ROM? Custom ROM adalah sistem operasi Android kustom (alternatif) atau bukan buatan vendor ponsel. Custom ROM dikembangkan oleh komunitas penggemar sistem operasi Android. Catatan: dengan melakukan root bukan berarti Anda dapat langsung melakukan instalasi Custom ROM, namun kebanyakan handphone Android membutuhkan akses root bila ingin diinstall custom ROM.

Kelebihan :

Dapat melakukan pengaturan untuk memaksimalkan kinerja hengpong.

Salah satu pengaturan yang dapat dilakukan adalah overclock processor. Dengan melakukan overclock, processor dapat “dipaksa” kerja lebih cepat dari kecepatan bawaannya yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja ponsel. Namun demikian, overclock dapat memperpendek usia processor, membuat baterai lebih boros dan cepat panas dan juga ada kemungkinan menyebabkan sistem menjadi tidak stabil.

Catatan: Pada umumnya, dengan hanya melakukan root saja, Anda tidak akan secara otomatis dapat melakukan OverClock processor, kecuali kernel dari handphone/tablet Android mendukungnya. Namun dengan melakukan root, Anda dapat melakukan underclock processor atau menurunkan kecepatan processor agar konsumsi baterai lebih irit.Dapat Uninstall Aplikasi Bawaan Pabrik.

Dengan melakukan root, kita dapat melakukan uninstall aplikasi-aplikasi bawaan pabrik yang tidak berguna dan hanya memenuhi memori telepon. Namun, jika Anda berniat melakukan hal ini sebaiknya berhati-hati, karena jika salah uninstall dapat menyebabkan kinerja handphone menjadi tidak sempurna. Sebaiknya jangan dilakukan bila tidak terlalu diperlukan.

Jadi gak usah takut untuk Root, apalagi skg banyak software free bertebaran untuk Root. Selama saya Menggunakan proses Ritual Root belum pernah mengalami yang namanya bricked. Paling apes cuma restart dan Logo robot ijo. Inipun sangat gampang mengatasinya yaitu dengan sistem hard reset melalui hengpong yang disesuaikan dengan jenis hengpong androidnya masing-masing. Dan hengpong pun kembali normal.

Andaikata masih tetap, masih bisa dilakukan dengan proses reflash ( flash ulang ) menggunakan software bawaan hengpong secara Offline maupun secara Online untuk mengembalikan kondisi hengpong seperti baru awal beli.

 

#salam sayang selalu Teliti Sebelum Membeli.

 

Artikel No.39

Oleh Teliti Sebelum Membeli

 

TINGGALKAN KOMENTAR