RESENSI BUKU : SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

RESENSI BUKU : SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

BAGIKAN

Resensi buku fenomenal :

”SEJARAH BERDARAH SEKTE SALAFI WAHABI

mereka membunuh semuanya termasuk para ulama”

karya syaikh Idahram

(Pustaka Pesantren, Bantul Yogyakarta, 2011. tebal buku 272 halaman

Rasul sempat bersabda saat kemenangan di perang hunain bulan syawal waktu itu,”akan lahir dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca alquran tidak sampai melewati batas tenggorokan, mereka keluar dari agama seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan menembus keluar dari badan binatang buruan, mereka memerangi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala…” (HR bukhari muslim, Muslim, Abu daud, Nasai, Ahmad)

hadits itu muncul saat ada pembagian ghonimah perang, dan dibagikan pada para muallaf walaupun sudah kaya sekaliber Abu Sofyan, sedang Abu bakar, Umar dan Ali malah tidak diberi oleh Rasul, tiba – tiba dari kebijakan itu muncullah seseorang namanya Dzul khuwaisah dengan berkacak pinggang dengan sombongnya menghardik Rasul dengan kasar :” berlaku adillah, hai Muhammad!!” Nabi pun menyahut “ celaka kamu!! Siapa yang berbuat adi jika aku saja tidak berbuat adil, Ha!??” lantas Umar berkata “ wahai Rasulullah, biarkan kupenggal lehernya”, “biarkan saja!!”kata Nabi, setelah kejadian itu  bersabdalah Nabi dengan redaksi di atas. Dan cirri cirri Dzul khuwaisah adalah sebagai berikut : (versi Imam nawawi dalam kitabnya), Dzul Khuwaisah itu sosok yang berjidat hitam, kepalanya botak tidak berambut, tinggi gamisnya setengah kaki dan jenggotnya panjang.

Pada pendahuluan dari buku ini kita dikenalkan dengan apa itu salafi, berdasarkan pemahaman konteks hadits yang menceritakan tentang kebaikan orang orang setelah Rasul, maka dipahami bahwa salaf adalah generasi yang dibatasi oleh sebuah penjelasan Rasulullah “sebaik baik manusia adalah yang hidup di masaku, kemudian yang mengikuti mereka (tabiin) dan yang mengikuti mereka lagi (tabi’ tabi’in) (HR Bukhari Muslim) Muhammad bin Abdul wahhab, anak seorang tokoh yang faqih merupakan tokoh pendiri sekte ini, ia gagal beberapa kali untuk mondok kepada para Ulama kakak kandungnya pun mengkritisi dan membuat buku untuk menangkis pemikiran “gila” si Wahab ini, di antaranya adalah ungkapan dalam buku karangan kakak kandungnya itu, Syaikh Sulaiman Ibn Abdul wahhab:

Saat ini manusia tengah ditimpa bencana besar dengan kemunculan orang orang yang mengaku berdasarkan alquran dan assunnah. Dia masa bodoh dengan orang yang menyalahinya. Bahwa setiap orang yang menyalahinya dianggap kafir olehnya. Begitulah sementara ia bukan seorang yang menyandang satu pun dari sekian banyak syarat mujtahid. Bahkan sepersepuluh dari salah satunya pun dia tidak memiliki. Namun demikian ucapannya laris di kalangan kaum jahil, innaa lillaahi wa innaa ilaihi Raaji’uun” (terambil dari kitab Ashawa’iq  al-ilahiyyah, Ahmad Ibnu Zaini Dahlan : Fitnah AlWahhabiyyah, Istanbul Turkey 1986 h.5)

Pada tengah buku dijelaskan sejarah kemunculan Wahabisme di Indonesia, bahkan mengenal nama-nama dan lembaga pondok maupun group jihad dengan gamblangnya, buku ini telah mengalami cetak 5 kali dalam kurun tak lebih dari 3 bulan, busyet…..

Ibnu Abdul wahhab yang satu ini telah mengalami beberapa pengusiran di daerahnya karena ulah gilanya mengkafirkan 10 desa di daerahnya, akhirnya melancong ke  Dir’iyyah untuk minta perlindungan pada Ibn sau, ia menyambutnya dan melindunginya dari musuh musuhnya, diberilah si wahhab ini wilayah oleh Saud dan Wahhab membalasnya dengan ungkapan yang menimbulkan kengerian:” kamu adalah penguasa di pemukiman ini dan orang yang bijaksana saya minta engkau bersumpah bahwa engkau akan melaksanakan jihad terhadap orang orang kafir (lihat, umat islam waktu itu dianggapnya kafir olehnya) sebagai gantinya engkau akan menjadi imam, pemimpin masyarakat muslim dan aku akan menjadi pemimpin di bidang agama”[1]

Dalam buku babon mereka yang berjudul ad durar as ssaniyyah mereka menjelaskan kronologi kebiadaban wahabi atas pembunuhan ulama-ulama,

“saat itu syaikh Abdullah Abu bathin ditanya, bukankah Muhammad bin abdul wahab itu masuk criteria bughot sehingga halal darahnya tidak hartanya?’ ia menjawab, “jika sebagian orang bodoh menanyakan hal itu jawab saja bahwa Nabi juga tidak mensyaratkan bahwa imam harus dari orang turki, karena orang arab itu lebih baik dari pada orang turki (dalam menjadi imam)” (Muhammad ibn Abdul wahhab dkk, durar saniyyah jilid 7 h.8.

Di dalamnya juga menceritakan pengakuan seorang peneliti, Sebuah buku yang fenomenal menceritakan kronologi pembantaian massal wahhabi pada ummat islam yang tidak sejalan dengan cara berfikirnya, yaitu kitab tarikh al arobiyyah al hadits, dar al farabi, Beirut 2007 h.179 karya Vladimir Borisovich Lotsky :” pada periode itu fenomena kepala-kepala terputus dari ummat islam dari ummat islam yang dituduh menolak faha wahabi sangat banyak bergelimpangan dimana-mana, belum lagi fenomena pemotongan kaki, tangan dan penyiksana jasmani dan rohani”

Pada halaman menjelang akhir, ditulislah daftar kebobrokan fatwa yang menyimpang dari islam, diantaranya: boleh berbohong atas nama agama bagi muballigh, boleh melaknat syiah, boleh menghancurkan situs situs orang yang memusuhinya demi dakwah wahhabi, haram belajar bahasa inggris, haram bermain bola, haram pengguna internet itu wanita, haram bertepuk tangan, dan menyapa selamat pagi, haram wanita bicara dengan suara saat di sisi laki laki asing,(bagai monyet dong), haram wanita mengendarai mobil, neraka tidak kekal dan kuffar gak abadi di neraka, sholawat setelah adzan dosanya sama dengan perzinaan,( wuik padahal orang Indonesia biasa pujian sebelum iqomah dikumandangkan) dan yang paling tragis, haram ziarah ke maqam rasulullah SAW, kafirlah yang tidak mengkafirkan sayyidina Ali bin abi thalib, (benar-benar mengerikan, masuk Indonesia kita doakan kesulitan!! Amin, pen)

Pada kesimpulan pembahasan diuraikanlah oleh si penulis dengan gamblang dan bahasa yang enak dipahami, pertanyaan yang dilontarkan pada pengikut wahabi dengan pertanyaan system mukhotob, seolah olah pembaca adalah wahabi, dan dijawab sendiri oleh penulis dan menjelaskan kebobrokan mereka. amalan mereka dikatakan salaf, tapi tidak mutlak totalitas namun semau udelnya sendiri, dan mengungkapkan bahasa ajaran wahabi ini bagi orang awam khususnya orang orang yang tidak begitu memahami islam dengan mendalam, wahhabi merupakan golongan yang suka memelintir ayat dan hadits sesuai dengan nafsu dan kesenangan mereka sendiri, tidak pernah berfikir bahwa hal itu adalah kesalahan agung. Akhir kata ada baiknya thoriqoh warkop lalariyyah inilah yang kita pakai supaya bahasa kasar yang biasa dipakai golongan alias sekte wahabi bisa terdegradasi seiring ajaran alquran yang menyatakan:

í÷Š$# 4’n<Î) È@‹Î6y™ y7În/u‘ ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9ω»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u‘ uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#‹Î6y™ ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïωtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ

125.  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

[845]  Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

Ÿwqà)sù ¼çms9 Zwöqs% $YYÍh‹©9 ¼ã&©#yè©9 ㍩.x‹tFtƒ ÷rr& 4Óy´øƒs† ÇÍÍÈ

44.  Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun)  dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Ada sebuah kisah menarik dari ayat di atas, diceritakan suatu kali khalifah Harun Arrosyid sedang thawaf, tiba tiba muncul seorang  yang mengenalnya dan berkata “wahai harun, aku akan berbicara padamu dan menasehatimu serta menekanmu sedemikian rupa, karena aku adalah pemberi nasehat bagimu” (kemudian orang tersebut mengucapkan kata kata kasar dengan nada tinggi), maka Harun Arrasyid berkata “ wahai Fulan, aku tidak lebih buruk dari pada Fir’aun dan kamu pun tidak lebih baik dari Nabi Musa as sedangkan Allah swt menyuruh Musa untuk mengingatkan Fir’aun dengan perkataan yang baik dan lemah lembut”(tarikh Atthabari vol V hal.22)

Demikian apa yang dapat rangkumkan dari buku fenomenal dan penuh intrik membara ini, silakan beli, kalaupun tidak beli silakan membaca materi ini berulang-ulang hingga hafal di luar kepala, kalo tidak sampai luar kepala, minimal hafal dalam laptopnya, amin. Atas keterbatasan gaya bahasa dan kekurangan ide dan model, mohon sudi untuk berkenan memaafkan Anan Smile yang lemah ini. Dan terima kasih telah meluangkan waktu membaca catatan kecil ini. Semoga bermanfaat dunia akhirat, amin.


[1] Hal.115

TINGGALKAN KOMENTAR