Rektor Universitas Al Ahgaff: Indonesia Sudah Toleran Ketika Negara-negara Barat Hanya Membicarakannya

Rektor Universitas Al Ahgaff: Indonesia Sudah Toleran Ketika Negara-negara Barat Hanya Membicarakannya

BAGIKAN

Islam yang dipraktekkan di Indonesia adalah Islam yang moderat. Islam yang dipraktekkan di Indonesia pun toleran pada kelompok minoritas ketika banyak negara di dunia hanya membicarakan soal hak asasi manusia (HAM) namun berlaku tidak toleran dan diskriminatif pada minoritas.

“Indonesia sudah mempraktekkan toleransi sementara negara-negara Barat hanya membicarakannya,” kata Rektor Universitas Al Ahgaff Hadramaut, Prof. Dr. Habib Abdullah Baharun, di hadapan peserta simposium nasional yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Yaman (Selasa, 20/8).
Dalam kesempatan ini, sebagaimana disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muhammad Najib, yang juga menjadi pembicara, Baharun menyampaikan makalah dengan tema “Moderatisme Syariat dan Toleransi Islam dalam Kegiatan Dakwah di Negara Majemuk; Meninjau Negara Indonesia sebagai Sampel”.
Namun demikian, di tengah praktek demokrasi yang sukses, Baharun juga mengingatkan Indonesia agar tidak lengah. Sebab tidak mustahil ada berbagai kekuatan global yang sedang mengintai.
Sementara kepada para santrinya, Baharun mengingatkan agar melek politik dan ikut mengarahkan ummat tanpa terjun langsung ke dunia politik.
Di sela-sela acara simposium itu juga, Najib sempat ditanya oleh Dekan Fakultas Syari’ah Universitas Al Ahgaff, Tarim, Hadramaut, Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al Idrus. Pertanyaan Muhammad terkait dengan rahasia di balik kemajuan ekonomi Indonesia saat ini.
Paling tidak, Najib menjawab, kemajuan ekonomi Indonesia karena tiga hal. Pertama karena kekayaan seumber daya alam Indonesia yang subur dan juga hasil tambang yang melimpah. Kedua, sejak Reformasi 1998 sistem meritokrasi berjalan sehingga putra-putra terbaik bangsa muncul ke permukaan, dan menjadi penentu arah pembangunan. Ketiga, adanya stabilitas politik.
“Jadi kombinasi antara kekayaan alam dan kualitas sumberdaya manusia yang ditopang dengan stabilitas politik,” jawa Najib.
Acara ini juga dihadiri oleh Habib Ali bin Muhammad Al Haddad dan Syekh Ahmad bin Saleh Bafadhol. Habib Ali, yang sering datang ke Indonesia, pun berkata bahwa Indonesia sukses dalam memberantas korupsi. (RMOL)

 

Sumber : Himmahfm.com

TINGGALKAN KOMENTAR