PUASA DAN KEMOTERAPI KANKER

PUASA DAN KEMOTERAPI KANKER

BAGIKAN

Puasa dan Kanker

Berpuasa merupakan aktivitas beberapa agama di dunia ini, termasukislam. Jarak waktu puasa berbeda-beda, tergantung pada wilayahtinggal dan musim. Puasa di dunia kesehatan sering dipromosikansebagai “sarana mendetoksifikasi” tubuh. Hal ini diketahui daripraktisi terapi metabolisme, bahwa tubuh dengan racun disekitarnyadapat dikurangi dengan puasa karena tubu memfokuskan pada pemulihanenergi dan penyembuhan diri sendiri.

Studi ini memang masih dilakukan percobaan dengan bantuan tikus ditahun 2012, dimuat dalam Journal Science Translational Medicine.Tikus percobaan dengan kanker diberikan kemoterapi setelah berpuasa selama 48-60 jam (dan hanya minum air). Lalu para tikus itu memilikiharapan yang lebih baik kemoterapi dibandingkan dengan tikus yang makan normal sebelum kemoterapi dan ada peningkatan pengobatan padaorang yang tidak kemo, tetapi berpuasa. Walau hal ini masih perlu diuji panjang, tetapi ada harapan bahwa Puasa membantu penderita kanker untuk sembuh.

BERPUASA membantu sel untuk membunuh dirinya sendiri jika sakit. Menurut peneliti utama,Professor Valter Longo, dari University of Southern California bahwa apa yang dilihat pada sel kanker selalu berusaha untuk melengkapi semua zat yang kurang dalam darah setelah berpuasa, dan berusaha untuk mencari penggantinya, tetapi tidak bisa dilakukan sel kanker. Tikus yang dicobakan diberi perlakuan kankerovarium, payudara dan saluran kemih. Puasa tanpa kemoterapi terbukti memperlambat pertumbuhan kanker payudara, kanker kulit melanoma,kanker otak glioma dan neuroblastoma (kanker yang terbentuk dijaringan saraf). Penggabungan puasa dan kemoterapi membuat pengobatankanker lebih efektif.

Dalampenelitian ini, siklus puasa yang dikombinasikan dengan kemoterapi dapat menurunkan tingkat agresitivitas sel kanker sebanyak 20%dibandingkan yang kemoterapi saja dan tidak satupun tikus yangselamat ketika hanya diobati dengan kemoterapi.

Puasa biasa (antara 8-12 jam) sangat disarankan para profesional untuk mendiagnosa sebuah penyakit. Namun, puasa yang baik adalah tidak secara ketat tanpa makan dan minum dan juga misalnya penderitadiabetes atau penderita penyakit yang kehilangan berat badan tidakdianjurkan berpuasa.

MenurutProfessor Longo bahwa puasa sehari atau dua hari sebelum kemoterapi adalah cara untuk megalahkan sel kanker dengan cara membingungkanmereka dengan meghasilkan lingkungan yang ekstrim dengan sedikitmakanan, tetapi sangat berespon normal dan bermanfaat bagi selnormal.

Aiko

Dariberbagai sumber

TINGGALKAN KOMENTAR