PROYEKSI SENJATA BARU WAHABI SETELAH TUDINGAN SYIAH

PROYEKSI SENJATA BARU WAHABI SETELAH TUDINGAN SYIAH

BAGIKAN

PROYEKSI SENJATA BARU WAHABI SETELAH TUDINGAN SYIAH
.
Isu baru yang sepertinya akan segera dikembangkan oleh Wahabi adalah isu bahwa Aswaja pemegang tongkat estafet dari faham Jahmiyah. Isu ini tampaknya akan disusulkan setelah isu Syiah porak poranda dan tidak dipercaya lagi oleh Umum. Sekedar sebagai langkah preventif, bagus kiranya kita memamahami apa itu Jahmiyah dan mengapa Wahabi kemungkinan akan menggunakannya sebagai senjata baru untuk menuding kaum Aswaja.
.
Pendiri aliran Jahmiyah adalah Jahm bin Shofwan. Point utama yang akan dijadikan titik tudingan adalah bahwa kaum Jahmiyah berpandangan Allah tidak berada di atas ‘Arsy dengan sebenarnya. Kaum Jahmiyah mengartikan ayat istiwaa dengan istaulaa ( berkuasa). Disini, Wahabi mendapatkan celah untuk mengindentikkan golongan yang tidak percaya bahwa Allah bersemayam di atas Arsy sebagai golongan Jahmiyah. Disamping itu, Jahmiyah juga berpandangan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, bahwa Allah tidak berbicara dengan Nabi Musa, bahwa Allah tidak mempunyai sifat Al-Kalam (Berbicara), bahwa Allah tidak bisa dilihat (yaitu pada waktu di surga),
.
Adapun dalam masalah keimanan Jahmiyah menganut paham Murji’ah yang menyatakan bahwa iman itu cukup dengan pengakuan hati tanpa harus diikuti dengan ucapan dan amalan. Sehingga konsekuensi dari pendapat mereka ialah pelaku dosa besar adalah seorang mukmin yang tetap sempurna imannya kendati melakukan dosa besar.
.
Para ulama tidak ragu mengatakan kaum Jahmiyah ini sebagai golongan sesat. Dalam masalah tauhid kaum Jahmiyah menolak sifat-sifat Allah. Sedangkan madzhab mereka dalam masalah takdir menganut paham Jabariyah. Paham Jabriyah menganggap bahwa manusia adalah makhluk yang terpaksa dan tidak memiliki pilihan dalam mengerjakan kebaikan dan keburukan. Apapun yang dilakukan hamba adalah perbuatan Allah.
.
Saya berharap bahwa tulisan2 selanjutnya mengenai Jahmiyah ini bisa disempurnakan lebih lanjut oleh saudara2 Aswaja yang lain. Terutama tentang perbedaan antara pengikut kelompok Asy’ariyah dengan Jahmiyah. Sebagai langkah preventif, kita mengunci pintu bagi kelompok Wahabi untuk mengidentikkan Asya’iroh (penganut paham Asy’ari sebagaimana NU di Indonesia) sebagai versi lain dari Jahmiyah dengan menyediakan jawabannya sedini mungkin.

TINGGALKAN KOMENTAR