PROBLEMATIKA PENENTUAN AWAL BULAN SYAWAL

PROBLEMATIKA PENENTUAN AWAL BULAN SYAWAL

BAGIKAN
PROBLEMATIKA PENENTUAN AWAL BULAN SYAWALMUKADDIMAH

Dalam 20 tahun dekade ini bangsa kita dihadapkan pada permalahan yang belum dapat menemukan titik temu dari sisi fiqhi, walau secara sosial sudah banyak menemukan titik temu dengan kata sepakat saling menghormati atas ketetapan masing-masing dalam melaksanakan awal bulan qamariyah utamanya awal bulan Syawal dan Dzulhijjah karena berkaitan dengan masalah agama dan masalah sosio cultural masyarakat.

Kesepakatan akan saling memahami dan menghormati atas keyakinan masing-masing dalam menentukan awal bulan qamariyah setidaknya merupakan solusi yang terbaik karena permasalahan sesungguhnya utamanya bulan Syawal adalah agenda masyarakat mulai  dari zakat fithrah dan kegiatan sosio cultural mulai tradisi mudik lebaran, halal bihalal dan kebutuhan hari raya lainnya.

FENOMENA AWAL SYAWAL 1432 H

Akhir Ramadhan 1432 H nanti akan tepat pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2011, berdasarkan markaz Pantai Serang Panggungrejo Blitar, dengan perhitungan ASTRONOMICAL ALGORITM JEAN MUUS ijtima’ akan terjadi pada jam 10.05 WIB dan matahari akan tenggelam pada jam 17.31 WIB dengan ketinggian hilal haqiqi 02.03 deg serta ketinggian hilal mar’I 01.22 deg. Hilal nanti untuk kawasan NKRI akan berada diatas ufuq (horizon) yaitu utamanya di daerah Jawa Timur walaupun matahari dan hilal nanti akan berada di utara tititk barat, sedangkan daerah-daerah luar jawa baik di Aceh maupun Papua hilal akan jauh berada di bawah ufuq, apalagi Makkah sulit kemungkinan hilal akan dapat dilihat. Dari hal itu kemunggkinan hari itu akan digenapkan ramadhan kita menjadi 30 hari kemungkinan besar akan terjadi.

Bangsa Indonesia dibanding Negara-negara lain memang unik, keunikan ini berangkat dari kenyataan masalah penentuan awal bulan juga melibatkan Ormas-ormas yang ada karena mereka juga mempunyai lembaga yang khusus mengurusi Hisab Rukyat disamping jumlah jama’ah yang tidak bias di pandang remeh, untuk kasus awal syawal nanti kemungkinan Muhamadiyyah akan melaksanakan hari raya tanggal 30 Agustus 2011 karena mereka berpedoman pada hisab ansich dimana kalau hilal berada diatas ufuq seberapun ketinggiannya maka awal bulan pada hari berikutnya dan sering disebut “wujudul Hilal”, sedangkan NU akan menunggu hasil rukyat yang ada di seluruh kawasan Indonesia, Kementrian Agama RI pun juga menunggu hasil rukyat kemudian melakukan itsbat yang di ikuti berbagai perwakilan masyaratakat dan pemerintah, jikalaua seluruh kawasan Indonesia hilal tidak dapat dilihat maka 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 M.

Secara teoritis astronomi dengan ketinggian tersebut akan sulit walau demikian kewajiban melaksanakan rukyat harus dilakukan disamping bernilai ibadah, akhirnya kami sampaikan selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan .

 

13 Ramadhan 1432 H

BAPAKE OCHA

Penulis aktivis Hisab Rukyat JATIM  disalah satu ORMAS

TINGGALKAN KOMENTAR