Persatuan Banu Khanifah Dan Banu Tamim

Persatuan Banu Khanifah Dan Banu Tamim

BAGIKAN

Sejarah itu akan berulang dan berulang pada sumbunya namun format yang berbeda, demikian kata para pakar sejarah, agaknya hal ini ada kalanya benar adanya misalnya fakta yang sebentar lagi akan anda saksikan:

Sejak awwal Islam yang menjadi  Awal Munculnya Bid’ah adalah dari bani Khanifah telah muncul seorang pesaing Nabi (walaupun sama sekali tidak level) yaitu seseorang dengan kemampuan syairnya mengaku menjadi Nabi, dimana orang ini telah berhasil membakar semangat kesukuannya untuk memanggul senjata melawan Khalifah Sayyidina Abu Bakar Rodliyallahu ‘Anhu. dialah Al Kaddzab Musailimah bin Habib bin Tsumamah (wa qila Musailimah bin Tsumamah) bin Katsir bin Khabib bin Kharits bin Abdi Kharits bin ‘Adi bin Utsal (Khanifah).

Dan Sejak Awal itu pula seorang dari bani Tamim, telah ada yang berani mendemo Kanjeng Nabi dengan mengatakan Nabi tidak dapat berlaku adil.

Bersamaan dengan Wafatnya Nabi dan semakin kuatnya Musailimah, dari bani tamim muncul pula semacam gerakan penolak zakat, agaknya situasi yang semakin memanas ini memberikan daya dorong seorang perempuan cerdas dari bani tamim pula dengan semangat kesukuannya dan atas dorongan pemerintah persia untuk melancarkan prop[aganda pembangkangan kepada Khalifah, ialah Sajah binti al Kharits bin Suwayd bin Ghoqfan Al Najdi Attamimi, perempuan yang berprofesi sebagai dukun ini juga mempropagandakan dirinya sebagai Nabi, dan akhirnya bekerjasama dengan Musailimah dan sekaligus nikah tanpa maskawin, setelah diprotes Ummatnya, kemudian Musailimah mengurangi kuwajiban dua waktuShalat untuk ummatnya sebagai Mas Kawin Nabinya. Namun setelah kedudukan Musailimah semakin kuat dengan berbagai dukungan kabilah arab, Sajah yang berdiam diri di utara irak dalam kembali lahi kesana, agaknya profesi sebagai dukun kerajaan persia.

Jika diatas disebutkan perpaduan Bani Khanifah dari fihak laki-laki dan bani tamin dari pihak perempuan dalam satu pernikahan, kini kita lihat pula sebuah REVOLUSI yang juga diduga sebagai sebagai akibat fanatisme etnis, mari kita telusuri sebuah peristiwa yang ditimbulkan dari klan Banu khanifah, sebuah gerakan yang menjadi cikal bakal empirium Saudi Arabia, mari kita saksikan nasabnya:

Muhammad bin Su’ud (Penguasa Dir,iyyah/ najd/riyadl) bin Maqrun bin Markhon bin Ibrahim bin Musa bin Rabi’ah bin Mani, bin Rabi’ah Al waili dari keturunan Yazid dari bani Khanifah.

Sementara kita telusuri sebuah Pergerakan dengan mengatas namakan pemurnian Agama dari seorang bani tamim pula dialah Muhammad bin Abdil Wahhab bin Sulaiman bin ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Barid bin Muhammad bin Barid bin Musyrif bin Umar bin Ma’dlod bin —————————————– sampai bin Tamim alias Al Tamimi.

Setelah keduanya bertemu dan menyepakati perjanjian yang terkenal dengan “ITTIFAQ AL DIR,IYYAH” selanjutnya Muhammad bin Abdul Wahhab ini Nikah dengan salah satu putrinya Muhammad bin Su’ud.

kali ini terbalik, dari pihak laki2 lkinya adalah bani tamim, sedangkan dari pihak perempuan adalah bani Khanifah.Nah semenjak itu merekapun Semakin Akrab.

Dan agaknya persatuan antara bani khanifh dan bai tamim itu muncul sejak awal Islam……..

TINGGALKAN KOMENTAR