Pentingnya Trbiyyah Dan Tazkiyyah Dalam Dakwah

Pentingnya Trbiyyah Dan Tazkiyyah Dalam Dakwah

BAGIKAN

Perbedaan Toleransi Agama dan Pluralisme Agama

Segala puji bagi Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa, Rabb semesta alam, shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa terlimpah kepada Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarganya, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya hingga akhir zaman.

Saudaraku kaum muslimin,….

Mendapatkan kejayaan dan kemenangan adalah harapan kita semua. Betapa tidak, kejayaan dan kemenangan sudah pernah diraih oleh generasi terdahulu kaum muslimin. Sedangkan kita sekarang, tiada lain adalah berjuang untuk mendapatkan kembali kejaayaan dan kemenangan tersebut, dengan berusaha sekuat tenaga dan berjuang keras membangkitkan kembali umat dari keterpurukan.

Sudah banyak usaha dan upaya yang dilakukan, namun sebagian besar kalau tidak semuanya, berujung kepada kegagalan. Mengapa ? Karena kita melepaskan diri dari akar dan pilar kejayaan dan kemenangan dari generasi terdahulu. Dan salah satu akar dan pilar tersebut adalah tarbiyyah dan tazkiyyah sebagai prinsip dakwah.

Saudaraku kaum muslimin,….

Secara umum, dakwah adalah al-balaagh (penyampaian) dan juga at-tarbiyyah. Dan apabila istilah dakwah diungkapkan bersamaan dengan istilah at-tarbiyyah, maka yang dimaksud dakwah adalah al-balaagh dan at-ta’riif (pengenalan), sedangkan at-tarbiyyah berarti al-binaa (pembinaan) dan at-takwiin (kaderisasi). Dakwah ditujukan kepada orang-orang yang ghaafiliin (lalai), jaahiliin (belum tahu), mu’ridhiin (menentang) dan mushirriin (membangkang). Adapun tarbiyyah, maka ditujukan kepada orang-orang yang mustajiibiin (mau menerima) dan muqbiliin (siap menjadi kader).

Dari uraian singkat tersebut, maka dapat dipahami bahwa tarbiyyah memegang peranan yang sangat penting dalam perjalanan sebuah dakwah yang menyeru ke jalan Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa. Di sisi lain, at-tazkiyyah adalah ta’bir (ungkapan) yang dikemukakan al-Qur’an bagi istilah tarbiyyah, walaupun di antara keduanya memiliki sedikit perpedaan. Dalam tarbiyyah terkandung ta’aahud (pengawasan) dan mutaaba’ah (pengontrolan) terhadap mutarabii (binaan) yang berusia dini, dan ini tidak terkandung dalam tazkiyyah. Maka tazkiyyah sering kali dianggap sebagai buah dari tarbiyyah.

Saudaraku kaum muslimin,….

Urgensi atau pentingnya tarbiyyah dan tazkiyyah sebagai prinsip dakwah untuk membangkitkan umat terlihat dari hal-hal berikut :

Tarbiyyah dan Tazkiyyah : Misi Dakwah Para Nabi dan Rasul.

Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman dalam QS. Ali ‘Imran (3) : 164, yang artinya ;

“Sungguh Alloh telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Alloh mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan ayat-ayat Alloh, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Para nabi dan rasul adalah sosok-sosok teladan bagi umat, terutama bagi para da’i yang menyeru kepada jalan Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa. Tugas dan misi utama mereka adalah men-tarbiyyah dan men-tazkiyyah umat. Karenanya,menjadi sebuah kehormatan dan kemuliaan bagi seorang da’i untuk dapat meneladani sosok-sosok mulia tersebut dalam membina umat, yaitu berjuang menyibukan diri untuk mengelola proses tarbiyyah dan tazkiyyah.

Tarbiyyah dan Tazkiyyah : ‘Ishmah (Pelindung) Dari Berbagai Fitnah

Dakwah dan para da’i adalah sosok-sosok utama di muka bumi yang berpeluang sangat besar akan diterjang berbagai fitnah, baik berupa kebaikan maupun keburukan, baik dari arah yang disuka maupun dibenci. Tidak ada yang dapat menyelamatkan dari berbagai fitnah tersebut kecuali -dengan izin Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa- sebuah proses tarbiyyah yang dapat menggambarkan keutamaan negeri akhirat dan kekerdilan dunia, serta membentuk sikap yang mampu mengedepankan hal yang kekal daripada yang fana.

Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman dalam QS.al-A’laa (87) : 14-17, yang artinya :

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kalian (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Tarbiyyah dan Tazkiyyah : Wiqaayah (Usaha Prefentif atau Pemelihara) Dari Kerusakan Zaman.

Masa sekarang adalah masa yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai sarana dan teknologi, ilmu pengetahuan dan bahkan transportasi. Namun, berbagai perkembangan tersebut diiringi pula dengan melajunya beragam kemerosotan atau krisis multi dimensi.

Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa berfirman dalam QS. Hud (11) : 116-117, yang artinya :

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Dalam ayat di atas, Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa mengingatkan bahwa selama penduduk suatu negeri -di masa manapun- adalah orang-orang yang senang berbuat kebaikan, maka Dia tidak akan membinasakan mereka. Oleh karena itu, orang-orang yang terbina dalam tarbiyyah dan tazkiyyah, pasti adalah orang-orang yang terjaga dari fitnah zaman.

Tarbiyyah dan Tazkiyyah : Sarana Tamkiin (Meraih Kedaulatan).

Dalam hukum kauniyyah (hukum yang terjadi di dunia nyata) Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa, zaman datang silih berganti, berputar di antara kebaikan dan kerusakan. Ada kalanya Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa menentukan kebaikan yang akan berkuasa dan berdaulat, tetapi ada masanya pula kerusakanlah yang akan berkuasa dan berdaulat.

Dalam hukum kauniyyah yang pasti akan mengalami pergantian kedaulaatan antara kebaikan dan kerusakan, maka Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa menentukan bagi masing-masingnya syarat-syarat tertentu bagi perwujudannya. Ketika syarat perwujudan bagi kebaikan ada, maka kebaikanlah yang akan berkuasa dan berdaulat. Sebaliknya,ketika syarat perwujudan bagi kerusakan yang ada, maka kerusakanlah yang akan berkuasa dan berdaulat.

“Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meneguhkan agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” [QS. an-Nuur (24) : 55-56]

Saudaraku kaum muslimin,….

Memberikan perhatian terhadap bibit-bibit unggul umat dalam mereguk tarbiyyah dan tazkiyyah merupakan proses mencetak kader dan generasi cemerlang yang mampu berkorban untuk sebuah perjuangan, apalagi bagi sebuah perjuangan yang berusaha untuk membangkitkan kembali umat dari tidur panjangnya. Sekaligus sebagai usaha untuk merealisasikan cita-cita ideal (tegaknya kedaulatan Alloh Subhanahu wa Ta’aalaa di muka bumi), serta untuk menjaga lubang berbahaya di tiap jengkal negeri kaum muslimin, baik dengan jalan ilmiah maupun amaliah, agar tidak tersusupi dan dimasuki oleh musuh. Semuanya untuk memelihara agama dari permainan keji orang-orang yang hendak menikam Islam dan kaum muslimin.

Sebagai penutup, benarlah apa yang pernah diungkapkan oleh Imam Malik Rahimahulloh, yang artinya :

“Tidak ada yang dapat memperbaiki keadaan generasi terakhir umat ini, kecuali dengan meniti perbaikan yang telah ditempuh oleh generasi awalnya.”

Laa haulaa walaa quwwata illa billah

Wallohu al-Musta’aan,…

=== 

Referensi : AS SILMI Edisi 09 TH.I Mei 2006 / Rabi’ul Akhir 1427 H

===

Artikel No.30

Oleh : Abu Fakhri Abdullah Shadiq

 

TINGGALKAN KOMENTAR