Pemersatu Itu Namanya Muhammad

Pemersatu Itu Namanya Muhammad

BAGIKAN

Sudah sangat maklum jika dakwah Nabi Muhammad ditentang bukan karena para penentangnya tidak yaqin akan kebenaran yang dibawa oleh beliau صلى الله عليه وسلم, tetapi kedengkianlah yang membutakan para pembesar Quraisy waktu itu.

Mereka takut jika setelah Nabi eksis, kewibawaan, kehormatan, kekuasaan dan kemudahan dalam memperoleh harta benda jadi hilang oleh sebabnya.

Maka dengan orientasi yang serba materi itu, seluruh tanah arab diluputi oleh hukum rimba, penindasan dan persekutuan dalam memperoleh kekuasaan tidak lagi memberikan ruang nafas bagi kaum lemah untuk sekedar menyadari betapa dirinya masih hidup ataukah telah mati.

Kini, dunia arab kembali mengulang sejarahnya dengan pola yang lebih logis dengan alasan kesesatan agama. Padahal ayat berikut seharusnya masih diberlakukan sebagai kenangan yang seterusnya untuk dibuat peringatan.

واذكروا نعمة الله إذ كنتم أعداأ فألف بين قلوبهم فأصبحتم بنعمته إخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها

“Dan ingatlah Ni,mat Alloh (Nabi Muhammad dengan perannya) tatkala kalian saling bermusuhan, maka Alloh menautkan hati kalian, maka sebab Ni,mat itulah kalian saling bersaudara, dan kalian berada ditepian jurang neraka, maka Kami selamatkan kalian” ( Al Quran surahnya lupa ayat yang keberapa juga lupa).

Dunia arab bisa bersatu, timur tengah bisa bersatu, seluruh dunia Islam akan bisa bersatu asalkan kesadaran mereka menuju satu kesadaran yang satu, yaitu Nabi Muhammad pernah menjadi pahlawan pemersatu, dan kebetulan Muhammad yang  yang dulu dan sekarang sudah mati itu kebetulan masih kita imani sebagai panutan yang tidak pernah mengajak ummatnya untuk bersaing menguasai minyak atau ekonomi dunia.

Muhammad tidak pernah mengajarkan untuk membakar negri dan manusia walaupun dengan alasan demi kenyamanan kita untuk beribadah.

Muhammad yang tidak pernah menginginkan kemewahan dunia itu, Muhammad yang mendiami rumah sempit, Muhammad yang bajunya ada tambal sulamnya, Muhammad yang sering lapar, Muhammad yang selalu menangisi para pengikutnya hancur berkeping keping ketika hidup mereka lebih berorientasi dunia. Dan Muhammad itu adalah Nabinya kaum Mu’tazilah, sunnyi, jabbariyah, syi’ah, liberal, bangsa Indonesia, Arab Saudi,  Yaman,  Irak, Syiria, Lebanon, dan banyak lagi negara lain.

Salam Muludan ToniBoster 

BAGIKAN
Artikulli paraprakNgaji Tentang Bid’ah Edisi 3
Artikulli tjetërNgaji Aqidah

TINGGALKAN KOMENTAR