NU dan Tongkat Musa

NU dan Tongkat Musa

BAGIKAN

Warkop Mbah LalarKetika Musa alaihi salam bermunajat pada Tuhan di gunung tursina, maka Tuhan bertanya pada Musa,apa yg ada ditanganmu hai musa? lalu berkata musa, ini adalah tongkatku, aku berpegang padanya, dan aku menggayuh ranting-ranting dedaunan denganya untuk kambing-kambingku, dan ada lagi kegunaan lainya. Lalu Tuhan berkata, “Lemparkanlah (tongkatmu) hai musa”, lalu dilemparkan tongkat itu dan menjadi ular yg merayap, Tuhan lalu memerintahkan agar memegang ular itu dan jangan takut, dia akan berubah seperti semula,…

 

Pada tahun 1924 syaikhu masyayikhuna Mbah Hasyim Asy’arie solat istikharoh, mencari ilham solusi bagi bangsa, akan tetapi hasil istikharoh beliau justru tembus pada guru beliau kiai Kholil Bangkalan Madura, maka Mbah Kholil memerintahkan santrinya, Kiai As’ad untuk menyerahkan tongkat kepada Mbah Hasyim di Jombang, sembari berwasiat agar membacakan surah Toha ayat 17-21. Ketika menyerahkan tongkat ini kepada Mbah Hasyim….Mbah Hasyim menafsiri tongkat dari Mbah Kholil sebagai bentuk bahwa kita/bangsa ini membutuhkan wasilah untuk berjuang melawan tiran. Akan tetapi Mbah Hasyim masih mempertimbangkan sana sini, hingga pada tahun 1925 Mbah Hasyim kembali beristikhoroh, dan lagi-lagi istikhoroh beliau tembus pada Mbah Kholil, lalu Mbah Kholil mengutus santrinya untuk menyerahkan tasbih kepada Mbah Hasyim. Tasybih tersebut di kalungkan Mbah Kholil pada santrinya tadi…

Di perjalanan dari Bangkalan menuju Jombang SANTRI UTUSAN TADI BERTEMU ORANG-ORANG DENGAN BERBAGAI REAKSI, ADA YG KAGUM DAN MEMUJI BAHWA DIA PASTI ORANG SOLIH KARENA BERKALUNGKAN TASYBIH, ADA JUGA YG MENCACI DAN MENGATAKAN KL DIA ITU ORANG GILA,KARENA BERKALUNGKAN TASYBIH…NAMUN MESKI DIPUJI ATAU DICACI, SANTRI TERSEBUT TIDAK BERGEMING DAN TETAP MEMAKAI TASYBIH DILEHERNYA SESUAI PERINTAH MBAH KHOLIL..

Sesampainya di Jombang, Mbah Hasyim menerima tasybih kiriman dari Mbah Kholil, Mbah Hasyim menafsiri bahwa ini sudah saatnya kita membuat wadah, wasilah untuk berjuang, untuk agama dan bangsa ini,maka dibentuklah Nahdlotul Ulama..

Ya… Nahdlotul Ulama’ yangg jauh-jauh hari diisyarohkan Mbah Kholil sebagai tongkat Musa, bahkan ditasdid dengan ayat 17-21 surat Thoha, maka NU adalah tongkat Musa, yang di dalamnya akan dijadikan wasilah untuk kita berpegang, untuk menggayuh dedaunan kesejahteraan ekonomi, untuk berjuang melawan tirani penjajahan, NU sebagai garda pejuang melawan penjajah dan merebut kemerdekaan, dan tentunya sebagai cikal bahkan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA…

Inilah tongkat musa bangsa ini,maka spt isyaroh kedua mbah holil, bahwa NU sebagai wasilah harus seperti tasybih yg dikalungkan dileher, meski dicaci ataupun dipuji,  jangan pernah kita/bangsa ini mencoba untuk melepasnya..tak ayal, jika seorang pemikir muda negri ini berkata  ”idza soluhat NU, soluhat Indonesia, wa idza fasadat NU, fasadat Indonesia”

 

(Demak 16 Okt 2011,menuqil tajam dari Gus Zainal Arifin Maksum)

 

Artikel no 9

dikirim oleh Ahmad Haydar

 

BAGIKAN
Artikulli paraprakKang Said Menjawab
Artikulli tjetërSatu Istri

TINGGALKAN KOMENTAR