NGAJI TENTANG BID’AH EPISODE 1- C

NGAJI TENTANG BID’AH EPISODE 1- C

BAGIKAN

NGAJI TENTANG BID’AH EPISODE 1-C 

Jadi, jika kita telusuri, statemen Sayyidina Abu Bakar adalah dalam konteks mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Rosulullah  صلى الله عليه وسلم dan melaksanakan apa yang diperintahnya tanpa berusaha untuk sedikitpun mengurangi esensi dari perintah tersebut tanpa terkecuali.

Dalam hal ini, riwayat tersebut kiranya kurang tepat jika digunakan untuk mendukung terlarangnya bid’ah, sebab didalamnya tidak ada sedikitpun unsur inovasi seperti yang dimaksud.

Lain halnya jika kita berani fair menyikapi apa yang dilakukan oleh Sayyidina Abu Bakar dalam kasus kasus tertentu, kita ambil satu contoh kasus yang terjadi di zamannya dan masih dalam tema yang kita bahas, ialah dokumentasi Al Quran dalam satu Mushhaf.

Nanti kita akan tahu bahwa beliau telah melakukan inovasi dalam agama, terlepas apakah beliau diberikan hak otoritas untuk itu atau inovasi yang kita maksud bukanlah kategori bid’ah sebagaimana yang dijelaskan oleh ulama dalam sisi lain.

Tetapi, apa yang dilakukan oleh beliau tidak terlepas dari proses yang melahirkan dikumpulkannya Al Quran dalam satu Mushhaf yang mana pengumpulan tersebut tidak diperintahkan dan tidak dikerjakan oleh Rosululloh, yaitu renungan dan keberanian.

Bagaimanapun juga, pada awalnya beliau merasa keberatan, dan pertimbangannya adalah sangat jelas sebagaimana alasan yang diberikan oleh beliau kepada Sayyidina Umar

كيفَ أفعلُ شيئا لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم؟

“Bagaimana aku mengerjakan sesuatu yang Rosululloh tidak mengerjakannya? ”

Jelas sekali bahwa beliau pada awalnya tidak ingin membuat hal hal baru dalam urusan Agama sesuai dengan komitmen beliau sebagai penerus dan penjaga risalah, anda boleh berasumsi bahwa apa yang dikerjakan beliau bukanlah bid’ah dengan alasan alasan anda sendiri, tetapi alasan alasan itu justru lebih bid’ah lagi sebab alasan yang anda kemukakan itu tidak anda ambil dari perkataan beliau sendiri, melainkan adalah alasan berdasarkan dhonn. Tercatat di kitab apa Sayyidina Abu Bakar mengutarakan alasannya?

Pun demikian juga keberatan awal Sayyidina Zaid Bin Tsabit ketika mendapatkan tugas pengumpulan Al Quran, alasannya sama dengan alasan Sayyidina Abu Bakar, ini menunjukkan keseragaman pemahaman beliau dalam hal takutnya membuat hal hal yang baru dalam Agama.

Dari peristiwa tersebut, maklum jika kemudian ada orang yang berasumsi bahwa mengerjakan apa yang tidak pernah dikerjakan oleh Rosululloh tidak selamanya dilarang.

Atau mereka tetap mengatakannya sebagai bid’ah berdasarkan fakta, namun memasukkannya dalam kategori yang difahami sebagai keharusan atau kebaikan.

Salam Lambai ToniBoster 

TINGGALKAN KOMENTAR