Ngaji Tentang Bid’ah Edisi 4

Ngaji Tentang Bid’ah Edisi 4

BAGIKAN

B. Perkataan para Ulama Madzhab Maliki tentang Bid’ah

Perkataan Syaikh Abu Al Walid Sulaiman bin Kholaf bin Sa’d bin Ayyub bin Warits Al Tajiby Al Qurthuby Al Bajy Al Andalusi (Wafat 474 h) :

( فقال عمرُ: نعمة البدعة هذهِ) وصفها بنعمت لأن أصل ما فعله سنة وإنما البدعة الممنوعة خلاف السنة.
وقال ابن عمر في صلاة الضحى: نعمت البدعة.

“(Maka berkata Umar: sebagus bagusnya bid’ah adalah ini)  Sayyidina Umar menshifati bid’ah itu dengan nikmat (bagus) karena pada dasarnya apa yang dikerjakannya adalah sunnah, dan semestinya bid’ah yang terlarang adalah yang menyelisihi Sunnah. Dan Putera Sayyidina Umar mengatakan dalam hal Sholat Dhuha dg: sebagus bagusnya bid’ah” (Sumber: Al Muntaqo Syarah Muwatto’ 1/207)

Seperti yang telah sangat maklum bahwa di zaman Rosululloh belum ada istilah Sholat Tarowih seperti yang kita kenal di zaman ini, apalagi dikerjakan dengan cara berjama’ah sebulan suntuk, yang ada hanyalah yang diistilahkan secara umum sebagai Qiyamul lail (قيام الليل) atau ibadah pada malam hari.

Tidak setiap sholat malam pada bulan Romadhan bisa disebut dengan sholat Tarawih, seperti sholat tahajjud, istikhoroh,  witir, dan ba’diyah ,Isya,  tetapi sholat Tarawih bisa disebut dengan Qiyamul lail.

TINGGALKAN KOMENTAR