Ngaji Tentang Bid’ah Edisi 2-A

Ngaji Tentang Bid’ah Edisi 2-A

BAGIKAN

Sampai detik ini, saya belum menemukan definisi Bid’ah dari para Imam Madzhab langsung, kecuali beliau beliau langsung membahasnya dalam berbagai cabang amaliyyah dan keyakinan.

Sepertinya masalah bid’ah telah begitu difahami arti dan definisinya oleh para Imam tersebut, demikian juga oleh para Sahabat Nabi dan Tabi,in, jadi pembahasan bid’ah dari sisi definisinya bagi mereka sangat tidak penting.

Maka dari itu untuk menggali apa sebenarnya bid’ah, satu satunya jalan adalah dengan menelaah dari para murid Imam Madzhab tersebut, walaupun nantinya penelurusan kita akan menghasilkan sesuatu yang bersifat tidak final.

Justru dari penemuan penemuan perbedaan itu, kita akan belajar menghormati kerangka berfikirnya para Ulama yang memungkinkan kita untuk mengambil dari salah satunya dengan meninggalkan penghakiman atas pendapat yang lain. Toh sekian abad yang berlalu, para Ulama itu tidak pernah melakukan gerakan masive untuk saling meremehkan pendapat pendapat yang berbeda dengan pendapatnya.

Misalnya Ulama Madzhab Maliki tidak pernah menysun kitab dengan judul “kesesatan kesesatan ulama hanafiyyah dalam memahami agama” atau “Al Rudud ‘Ala Dlolati al Malikiyyah” oleh ulama Madzhab Syafi,i dan seterusnya, walaupun dalam kesempatan yang lain secara tegas para Ulama Madzhab itu tidak menerima pendapat ulama yang lain.

Sekarang mari kita simak pendapat Ulama Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi,i dan Hambali dalam mendefinisikan bid’ah, tetapi perlu diketahui sebelumnya, bahwa kita juga akan mengalami kesulitan jika penggalian kita dimulai dari para Murid Imam Hanafi langsung, semisal Imam  Abu Yusuf Ya’qub bin Ibrahim bin Habib Al Anshori, Abu Abdillah Muhammad Bin Hasan Al Syaibani, Zufar Bin Huzail dll yang mana kitab kitab karangan mereka kemungkinan tidak beredar di kalangan umum, atau bahkan telah musnah dimakan zaman. Demikian juga para murid langsung Imam Maliki seperti Ibnul Mubarak, Al Qoththon, Ibnu Mahdi, Ibnu Wahb, Ibnu Qosim, Al Qo’nabi, Abdullah bin Yusuf, Sa’id bin Manshur, Yahya bin Yahya al Andalusi, Yahya bin Bakir, Qutaibah Abu Mush’ab, Al Auza’i, Sufyan Ats Tsaury, Sufyan bin Uyainah, Imam Syafi’i, Abu Hudzafah as Sahmi, Az Aubairi, dan lain-lain, Imam Syafi,i dan Hambali.

Bersambung….

Salam Tepos ToniBoster 

image

TINGGALKAN KOMENTAR