Ngaji Aqidah

Ngaji Aqidah

BAGIKAN

Aqidah, dalam bahasa Indonesia sering ditulis dengan Akidah adalah kalimat dari bahasa arab yang semula berupa kalimat kata kerja terdiri dari tiga huruf ع ق د(عقد) .

Dalam berbagai Kamus, kalimat عقد dari tetap memperhatikan asli kata kerjanya bermakna antara lain:

Menali/mengikat/membuhul/menjanji/,dan seperti pada perkembangannya, kalimat itu bisa berubah arti menurut perubahan bentuknya atau kalimat yang dirangkai sebelum dan sesudahnya, seperti ketika berubah menjadi ‘Aqqoda dengan tasydid qofnya, maka ia bisa berubah arti menjadi sama artinya dengan kalimat Akkada yang bermakna mengukuhkan. (Lihat Almu’jam Alwasith) dan seterusnya dan seterusnya, tetapi dari berbagai makna dan segala perubahannya, ia hanya berputar dari arti pekerjaan hati, komitmen, keyakinan, dan idealisme.

Selanjutnya Aqidah yang dimaksud dalam pengertian pelajaran Ilmu Tauhid adalah:

مجموعة الأمور الدينية التي يعقدها على المسلم أن يعرفها  ويؤمنها ، وتكون عنده يقينًا لا يمازجه شك

“Sekumpulan perkara perkara agama yang orang orang islam mengikatnya agar diketahui/dikenal dan diimani, dan kemudian menjadi sebuah keyakinan yang tidak tercampur dengan keraguan” (kalimat definisi ciptaan saya sendiri dari kesimpulan kesimpulan dari berbagai kitab yang saya fahami seperti Ummul barahin, nurul dlolam, kifayatul awam, shughro al shughro dll)

Sekali kali anda jangan dibuat rancu oleh pernyataan pernyataan seperti Akidah Imam Hanafi,  Akidah Para Sahabat, atau bahkan akidah para Nabi, seakan akan para imam, para sahabat, dan Nabi sendiri telah menetapkan jumlah tertentu untuk diikat menjadi satu kesatuan perkara yang wajib dikenal oleh kaum muslimin.

Dengan kata lain, Nabi Muhammad, para Sahabat dan para Imam Madzhab itu tidak punya akidah tertentu sebagaimana yang dikira oleh para pengiranya, kecuali beliau beliau memang punya keyakinan yang tersebar di berbagai pernyataannya, seperti Al Quran bukan Mahluq, Allah Beristiwa di atas ‘arasy dan lain sebagainya, yang mana keyakinan keyakinan itu bukan bagian terpenting dari Aqidah yang akan kita bahas nanti, tetapi keyakinan keyakinan semacam ini akan berinduk pada satu aqidah yang ada.

Bersambung

Salam Bengong ToniBister 

TINGGALKAN KOMENTAR