Negaraku aku pusing melihat pemimpinku

Negaraku aku pusing melihat pemimpinku

BAGIKAN

Negaraku aku pusing melihat pemimpinku

Ehe..hem… sebuah awalan untuk menulis artikel ini, bingung harus kasih judul apa dan juga bingung harus awalinnya dari mana, artikel ini saya buat berdasarkan kekesalan saya melihat TV yang setiap harinya banyak sekali korupsi yang berkepanjangan dan tidak ada hentinya bahkan semakin merahbal bertambah, satu belum tuntas muncul kasus baru dan kasus lamu terlupakan dan seterusnya seperti itu, piker saya apakah ini memang sudah disekenariiokan atau gmana untuk menutupi kasusu sebelumnya dan tidak akan ada hentinya, mau jadi apa negeri kita ini.
Bagianda yang membaca artikel saya ini jangan marah dan jangan menuntut saya ke pengadilan bila tidak terima karenan nanti saya akan banyak menyebut salah satu atau satu-satu dua-dua bahkan semuanya yang ada di dunia politik dunia hura-hura para koruptor.
Kenapa di negeri kita tercinta Indonesia yang katanya kaya akan berbagai macam hal harus miskin dan makan saja rakyatnya tidak mampu apa ini yang disebut dengan kaya, oow ternyata kaya disini maksudnya kaya bagi yang mau korupsi, kenapa begitu? Liat saja tuh para koruptor mereka semua kaya-kaya kan gak ada koruptor miskin! Hanya kita saja rakyat kecil yang mau dibidohin sama mereka politis untuk merauk popularitas mereka supaya menjadi terkenal dan mendapat nama baik dari rakyat dan akhirnya kepercayaan kepada mereka itu menjadi kuat, nah saat itulah mereka memanfaatkan saat-saat yang saying untuk tidak dimanfaatkan. Hemmm ..! bagaimana pusing gak baca artikel ini yang berputar-putar dan gak nyambung satu dengan yang lainnya..! terserah saya dong tulisan-tulisan saya apa pedulinya, diawalkan saya udah bilang jangan marah bila ada yang baca artikel saya ini dan jangan tuntut saya dipengadilan :D.
Back to topic, kasihan sekali rakyat kita yang miskin untuk makan saja bahkan tidak mampu dan pemerintah tidak bisa menyelesaikan untuk penuntasan kemiskinan untuk rakyatnya, karena mereka sibuk dengan politiknya sendiri yang menghasilkan uang dan uangnya untuk beli fasilitas dirinya sendiri dan keluarganya saja,orang lain ..! siapa peduli , sepertinya itu menurut saya yang ada pada mereka, walaupun ada yang tidak seperti itu, bayangkanlah kita hidup di dunia ini paling lama 80 tahun itu paling-paling udah kena strus ditambah lagi darah tinggi macam-macam dikit bisa mati.. kalau udah mati untuk apa harta sebanyak itu, untuk anggota DPR mungkin rata-rata mereka mungkin menyimpan harta sekitar milyaran rupiah, saya tidak tau pesisi jumlahnya karena saya bukan anggota badan survey kekayaan Indonesia, kalau mau tau detilnya Tanya saja pada badan tersebut, nah setelah mati buat apa uang sebanyak itu? Mau dibawa mati? Emang bisa? Gak kan? Makannya kasih dulu sama orang-orang kismin seperti saya ini, maaf bukan maksud saya untuk ngemis, bila harta warisan diwqariskan kepada anak-naknya dan digunakan untuk hal-hal yang tidak benar, entar di alam kubur bisa kena sangsinya alias kena effectnya. Gak mau kan seperti itu makanya bertaubatlah sebelum terlambat.
Para pejabat yang terhormat diseluruh negeri indonesi tercinta tanah tumpah darahku ini, kita tidur paling satu kasur gak mungkin seratus kasur,dan kita makan paling satu piring gak mungkin seratus piring jadi apa gunanya ngumpulin duit dari hasil korupsi, cari saja secukupnya untuk hidup saja.
Kenapa negeri kita banyak korupsi dan banyak masalah yang tidak pernah terselesaikan mulai dari pertama negeri kita ini disahkan menjadi Negara republic Indonesia sampai sekarang ini, kenapa-kenapa-kenapa?? Jawabannya simple sekali.
1. Pemimpinnya tidak serius
2. Banyak organisasi mengatas namakan demi Negara
3. Tidak Displin
4. Tidak jujur
5. Egois
Kenapa artikel saya dari tadi terus-menerus nyalahin pemimpin dinegeri ini? Yah wajarlah pemimpikan memang harus menanggung resikonya, sebelum menjadi pemimpin seharusnya harus siap dengan segala persyaratannya, antara lain kritikan dari rakyat yang sangat pedass! Dan cacian yang menyakitkan, bahkan santetan dari pihak lawan yang kalah dengan kita saat pemilihan pemimpin, wawow extrim sekali yah ada santet-santet sagalak, ngomeng-ngomeng santet itu apaan sih? Hemm! Ane sendiri kagak tau, yang ane dengan cumin ditipi-tipi ajah! Map yah kalau salah, dimaklumin saya inikan orang yang baru lahir dan baru belajar merangkak, sedangkan yang diajak bicara adalah orang desawawasa he..he.. loh kok jadi ngelantur bahasannya.
Mau nyanyi ah..! mulai dari bank pasar turi >> edi kancil yang pergi kebali >> mister X >> sengketa PSSI >> Video geger >> koruptorisasi nazarudinisasi >> dan masih banyak lagi yang lainnya..! 135 juta jiwa penduduk Indonesia terdiri dari dari banyak suku bangsa itulah Indonesia..!, korupsinya, suap-suapnya, videonya, plesirannya, egoisnya, ucapannya, janji-janjinya, pembohongnya.
Kenapa bangsa kita sulit maju? Maju kemana maksudnya? Ya maju perekonomiannya gitu bukan maju korupsinya! Ya karena banyak anak-anak bangsa yang pinter-pinter tidak dikasi fasilitas untuk mengembangkan kemampuannya supaya mampu menciptakan/meng inovasikan sesuatu yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan negerinya! Apa saja itu memenuhi kebutuhannya? Ya banyak, antara lain alat-alat pertanian, dan perangkat-perangkat lainnya semua itu di import dari luar negeri, bahkan beras saja di import dari luar negeri, bayangkan beras saja import! Gak sekalian airnya import ajah tuh! Katanya kalau gak import gak keren-gak berkualitas.>> Balik ketopik, anak-anak yang pinter pada kabur keluar negeri gara-gara dinegerinya sendiri mereka di biarkan kelaparan, sedangkan kalau mereka keluar negeri bakalan terjamin hidupnya, ayo pilih yang mana? Kalo aku sip pilih kabur ajah, maklum pikiran orang normal saat ini, kalau gak makan bakal mati, gak mungkin kayak sunan kali jogo.
Hem….. pegel juga jari-jariku akhirnya nulis ini cetak-cetik pake keyboard yang beberapa tombolnya ada yang bandel di tekan kagak mau, kalau gak pake tenaga extra keras sampe bunyinya cetakk, sampek bangunin orang tidur, soale nulisnya tengah malem.
Pesan dan pesanan dari artikel ini adalah sebagi berikut:
Jangan jadi pemimpin anti korupsi jika kamu korupsi
Partai sebaiknya dua saja paling mentok tiga saja, karena kebanyakan partai gak ada gunanya, bikin kosong KAS Negara saja, coba rasakan partai banyak dan partai dikit gak ada bedanya buat rakyat malah bikin pusing dan menghabiskan banyak uang untuk bayarin mereka, lebih baik uangnya dibuat untuk sarana pendidikan, bayangkan ada 10 partai berapa jumlah DPRnya otomatis gaji mereka juga gak sedikit boss, nambah pengeluaran uang Negara saja gak penting, rata-rata, partai dibuat untuk sarana menggali duit.
Jangan banyak-banyak membuat organisasi, karena makin banyak organisasi makin banyak pula masalahnya, sudah terlihat tuh banyak sekali.
Satu buah apel tapi banyak sekali wadahnya, itulah yang terjadi sekarang.. >> piker sendiri itu apa?.
>> oke cukup sekian saja ocehan saya kali ini, bila ada tutur kata yang salah dan klurang berkenan dihati anda semua saya minta maaf bila itu memang saya perlu minta maaf, kalau gak ya gak mau saya..!
Ingat ini hanya sebuah ungkapan hati yang melihat keadaan yang begitu sulit untuk untuk dijelaskan dan dipahami, jadi jangan kamu laporkan saya ke polisi atau mahkamah konstitusi.
Kalu tulisannya ada yang salah dibetulin yah.
Salam merdeka indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR