Mimpi Bertemu Nabi SAW

Mimpi Bertemu Nabi SAW

BAGIKAN

Para ‘Ulama sepakat dan menetapkan bahwa Mimpi Bertemu Nabi SAW yang dianggap memiliki validitas kebenaran hanya dialami oleh dua macam golongan :

1. Golongan para Sahabat Nabi yang pernah hidup dan kontak langsung dengan beliau sehingga ketika mereka melihat Rasulullah SAW dalam mimpi mereka bisa memastikan hal itu karena sosok dan figur Rasulullah telah melekat dalam ingatakan mereka.

2. Golongan Orang yang telah mengetahui sejarah dan kenal betul sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Mimpi melihat Rasulullah selain yang dialami oleh dua orang tersebut tidak memilik validitas kebenaran dan tidak bisa diyakini, sebab mungkin memang ia melihat Rasulullah atau boleh jadi ia melihat syetan yang mengaku sebagai Nabi Muhammad SAW.

Dalam sabda Nabi disebutkan, Syaitan memang tidak bisa menyamar atau menyerupai bentuk fisik Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam. namun bagi orang yang sama sekali tidak tahu atau kenal dengan sifat-sifat Rasulullah SAW bisa saja syaitan mengaku sebagai Nabi tanpa harus menyerupai kemudian yang melihat mempercayainya.

Kendati demikian menurut al-Qaadhy Abi Bakar Bin at-Thayyib dan lainnya, tidak menutup kemungkinan seseorang melihat Rasulullah SAW pada mimpinya dalam bentuk aneh yang tidak sesuai dengan sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasulullah SAW seperti hitam, buta, buntung dan lain-lain. Kejadian demikian menurut al-Qaadhy bukan berarti pasti dari syaitan yang lantas diabaikan, sebab boleh jadi yang demikian itu memang dari Allah untuk memberi peringatan atau kabar gembira bagi yang bersangkutan.

Sifat-sifat aneh yang dia lihat dalam mimpi ini menurut al-Ithor adalah refleksi dari orang itu sendiri yang divisualkan oleh Rasulullah SAW dalam mimpinya. Nabi menjadi cermin dari sifat-sifat orang tersebut, Hitam sebagai cermin dari kegelapan hatinya, buta sebagai bayangan dari ketidak imanannya, buntung sebagai lambang dari keengganannya berpegang teguh pada Ajaran Islam dan lain-lain.

Apabila dalam mimpi melihat Rasulullah SAW dan bersabda dengan hal yang kontradiksi dengan syariat yang berlaku maka menurut al-Qaraafy dimenangkan dalil syariat yang ada, sebab jika itu memang Rasulullah SAW maka dalil yang diperoleh dalam kondisi sadar lebih unggul daripada dalil yang diperoleh dari pengalaman tidur (Martabat Ilmu lebih utama). Sedangkan apabila itu syaitan maka jelaslah itu merupakan kemungkaran.

Wallaahu A’lamu bi as-Shawaabi

Referensi : Wuzaarah al-Auqaaf wa as-Syu’uun al-Islaamiyyati hal 10, al-‘Ithor, Hasyiyah al-‘Ithor ‘alaa Syarh al-Jalaal al-Mahally ‘alaa  al-Jawaami’ 6/135, http://www.al-islam.com, Ahmad bin Idris al-Qaraafy 4/271.

Masaji

2 KOMENTAR

  1. saya pernah brtemu dengan rosulullah dalam mimpi tpi saya masih ragu kalau itu bnar atau tidak,karena aku sendri tdak mngetahui wajah yg asli dari rasulullah ,apakah saya bercerita kpada orang tua saya atau guru kalau saya prnah mngalami trsebut?
    nnti saya takutx salah mnafsirkan dan saya harus bagaimana?

TINGGALKAN KOMENTAR