Mereka pun Berselisih

Mereka pun Berselisih

BAGIKAN

Syeh Taqiyuddin Ibnu Daqiqul ‘ied adalah seorang ulama yang kalamnya sering dinukil oleh kaum wahabi/salafi. Beliau adalah pengagum Syaikh Shufi Al Imam ‘Ali Abil Hasan Al Syadzili.  Beliau menggambarkan sosok Syeikh Imam Ali Abil Hasan Al Syadili sebagai berikut :

مارأيت أعرف بالله من الشيخ أبي الحسن وكان متبحرا في علم الحقيقة

” Aku tidak menyaksikan yang lebih ma’rifat kepada Allah dari pada Syaikh Abil Hasan, dan Beliau adalah orang yang menyamudera salam ilmu hakikat”

Ungkapan di atas menunjukkan kekaguman atas sosok pribadi Syeikh Shufi Al Imam ‘Ali Abil Hasan Al Syadzili.

Sementara Syeh Imam Ibnu Taymiyyah, memberikan kritik tajam kepada Syeh Imam Ibnu Daqiqul ‘ied dalam bidang Aqidah.  Dikatakan bahwa Ibnu Daqiqul ‘ied berakidah antara falasifah dan Mu’tazilah. Itu berarti dicap sebagai orang yang berakidah bid’ah.

Sedangkan, Imam Syaukani, sebagai tokoh yang  juga sering dinukil kalamnya oleh salafi, (khususnya masalah definisi bid’ahnya) yang menukil dari Muridnya Imam Ibnu Taymiyyah yaitu Imam Al Dzahabi yang sangat jelas memuji Imam Daqiqul ,Ied seperti ini:

ﻗﺎﻝ: ) ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺬﻫﺒﻰ ﻛﺎﻥ ﺇﻣﺎﻣﺎ ﻣﺘﻔﻨﻨﺎ

ﻣﺪﻗﻘﺎ ﺃﺻﻮﻟﻴﺎ ﻣﺪﺭﻛﺎ ﺃﺩﻳﺒﺎ ﻧﺤﻮﻳﺎ ﺫﻛﻴﺎﻏﻮﺍﺻﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻰ ﻭﺍﻓﺮ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻛﺜﻴﺮﺍﻟﺴﻜﻴﻨﺔ ﺗﺎﻡ ﺍﻟﻮﺭﻉ ﻣﺪﻳﻢ ﺍﻟﺴﻨﻦ ﻣﻜﺒﺎﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻄﺎﻟﻌﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﻊ ﺳﻤﺤﺎ ﺟﻮﺍﺩﺍ ﺫﻛﻰﺍﻟﻨﻔﺲ ﻧﺰﺭ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﻋﺪﻳﻢ ﺍﻟﺪﻋﻮﻯ ﻟﻪ ﺍﻟﻴﺪﺍﻟﻄﻮﻟﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺮﻭﻉ ﻭﺍﻷﺻﻮﻝ ﺑﺼﻴﺮﺍﺑﻌﻠﻢ ﺍﻟﻤﻨﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﻤﻌﻘﻮﻝ

” Imam Syaukani mengatakan: Al Dzahabi mengatakan; Ibnu Daqiqul ,Ied adalah pemuka yang Literalis, peneliti, pengonsep, yang sangat memahami masalah, yang sangat beradab, ahli nahwu, cerdik, penyelam mutiara (istilah tingkatan ilmu yang tinggi) esensial, yang lurus akalnya, tenang, sempurna waro’nya, pelaku sunnah, yang selalu sibuk mempelajari kitab² dan mengoleksinya, dermawan, loman, bersih kepribadiannya, simple ucapan, yang tak pernah meminta minta, ringan tangan dalam menyelesaikan pokok masalah dan cabangnya, tajam pandangannya dalam yang bersifat doktrin dan logis”

Dan masih banyak lagi sanjungan kepada Imam Daqiqul Ied ini, beliau ini menguasai dua Madzhab dan berfatwa dengan keduanya, yaitu Madzhab Syafi,i dan Maliki.

Berbagai pendapat tersebut menunjukkan bahwa sosok Syeh Imam Abil Hasan Al Syadzili merupakan tokoh yang dikagumi oleh para ulama yang selama ini sering menjadi rujukan kaum wahabi/salafi. Anehnya, tasawuf yang menjadi ajaran utama Imam Al Syadzili malah dikritik dan diserang habis-habisan oleh kaum salafi/wahabi.

Memang aneh . . .

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR