mengenal agama bahai sempalan ajaran syi’ah imamiyyah

mengenal agama bahai sempalan ajaran syi’ah imamiyyah

BAGIKAN

sempalan sekte syi'ah

AJARAN BAHAULLAH

Baha’u’llah (yang berarti Kemuliaan Tuhan) adalah Pesuruh Tuhan dari Agama Baha’i. Pada tahun 1863 Ia mengumumkan misi-Nya untuk menciptakan kesatuan umat manusia serta mewujudkan keselarasan di antara agama-agama. Dalam perjalanan-NYa di sebagian besar kerajaan Turki, Baha’u’llah banyak menulis wahyu yang diterimaNya dan menjelaskan secara luas tentang keesaan Tuhan, kesatuan agama serta kesatuan umat manusia.

Dalam Ayat-ayat Suci-Nya, yang diwahyukan antara 1853-1892, Baha’u’llah mengulas berbagai hal seperti keesaan Tuhan dan fungsi Wahyu Ilahi; tujuan hidup;. ciri dan sifat roh manusia; kehidupan sesudah mati; hukum-hukum dan prinsip-prinsip Agama; ajaran-ajaran akhlak; perkembangan kondisi dunia seta masa depan umat manusia. Selain dituntun oleh Tulisan Suci Baha’u’llah, kehidupan masyarakat Baha’i juga dibimbing melalui buku-buku dan surat-surat yang ditulis ‘Abdul-Baha dan Shoghi Effendi.

Aliran Baha`i berisi tentang kejujuran dari Nabi mereka Bahaullah dan berkitab sendiri. Ajaran Baha`i juga mengajarkan Shalat hanya satu kali dalam sehari dan berkiblat ke arah Gunung Caramel, Israel. Aliran Baha`i juga menerbitkan surat nikah sendiri untuk menikahkan pengikutnya.

“Tujuan dasar yang menjiwai Keyakinan dan Agama Tuhan ialah untuk melindungi kepentingan-kepentingan umat manusia dan untuk memajukan kesatuan umat manusia, serta untuk memupuk semangat cinta asih dan persahabatan di antara manusia “ –Baha’u’llah

Agama Baha’i adalah agama yang independen dan bersifat universal, bukan sekte dari agama lain. Pesuruh Tuhan dari agama Baha’i adalah Baha’u’llah yang mengumumkan bahwa tujuan agama-Nya adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbaharui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia.

Umat Baha’i berkeyakinan bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan keselarasan, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa maupun dunia. umat Baha’i telah dikenal sebagai sahabat bagi para penganut semua agama, karena melaksanakan keyakinan ini secara aktif.

Ajaran-ajaran Agama Baha’i antara lain adalah keyakinan pada keesaan Tuhan, kebebasan beragama, kesatuan dalam keanekaragaman, serta menjalani kehidupan yang murni dan suci. Selain itu agama Baha’i juga menngajarkan peningkatan kehidupan spiritual, ekonomi, dan sosial-budaya; menggunakan musyawarah sebagai dasar dalam pengambilan keputusan; menunjukkan kesetiaan terhadap pemerintah; serta mewajibkan pendidikan bagi semua anak. Ajaran-ajaran tersebut ditujukan untuk kesatuan umat manusia demi terciptanya perdamaian dunia.

Baha’u’llah terus mempropagandakan bahwa umat manusia kini berada pada ambang pintu zaman baru, zaman kedewasaan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sekarang terbuka kemungkinan bagi setiap orang untuk melihat seluruh bumi dengan semua bangsanya yang beranekaragam, dalam satu perspektif.

 Semua Rasul dan NAbi mengajarkan keesaan Tuhan dan mewujudkan cinta Tuhan dalam kalbu-kalbu para hamba-Nya. Mereka telah mendidik umat manusia secara berkesinambungan ke tingkat-tingkat yang lebih tinggi dalam perkembangan jasmani dan rohani, Baha’u’llah bersabda bahwa kini saatnya telah tiba bagi setiap bangsa di dunia untuk menjadi anggota dari satu keluarga besar umat manusia. Selanjutnya Ia juga mengajarkan bahwa saatnya telah tiba untuk mewujudkan kesatuan umat manusia serta mendirikan suatu masyarakat sedunia.

Dalam surat wasiat-Nya, Baha’u’llah menunjuk putra sulung-Nya, ‘Abdul-Baha, sebagai suri teladan Agama Baha’i, Penafsir yang sah atas Tulisan Suci-Nya, serta pemimpin Agama Baha’i setelah Baha’u’llah wafat. Baha’u’llah wafat pada tahun 1892 di Bahji yang terletak di Tanah Suci.

Pada tahun 1911-1913 ‘Abdul -Baha melakukan perjalanan ke Mesir, Eropa dan Amerika. Dia mengumumkan misi Baha’u’llah mengenai perdamaian dan keadlian sosial kepada para jamaah semua agama, berbagai organisasi pendukung perdamaian, para pengajar di universitas-universitas, para wartawan, pejabat pemerintah, serta khalayak umum lainnya.

‘Abdul-Baha,yang mati pada tahun 1921, dalam surat wasiatnya menunjuk cucu tertuanya Shoghi Effendi Rabbani, sebagai Wali Agama Baha’i dan penafsir ajaran agama ini. Hingga wafatnya pada tahun 1957, Shoghi Effendi menterjemahkan banyak Tulisan Suci Baha’u’llah dan ‘Abdul-Baha ke dalam Bahasa Inggris dan menjelaskan makna dari Tulisan-tulisan suci. Ia juga membantu didirikannya lembaga-lembaga masyarakat Baha’i yang berdasarkan pada ajaran Baha’i di seluruh penjuru dunia. ‘Abdul-Baha dan Shoghi Effendi dengan setia telah menuntun Agama Baha’i sesuai dengan ajaran-ajaran Baha’u’llah. Tida ada sekte ataupun aliran didalam Agama Baha’i.

Pada intinya Baha’iyah atau baha’isme ini menyatukan agama-agama: Yahudi, Nasrani, Islam dan lainnya menjadi satu. Hingga aliran ini jelas-jelas dinyatakan sebagai non-Islam.

Prof. Dr. M. Abu Zuhrah, ulama Mesir dalam bukunya Tarikh al-Madzaahibil

Islamiyyah fis-Siyaasah wal-’Aqaid menjelaskan secara rinci penyimpangan dan

kesesatan Baha’iyah, dan ia nyatakan sebagai aliran bukan Islam, berasal dariS yi’ah  Itsna ‘Asyariyah (Syi’ah Imamiyah yang kini berkembang di Iran).

Di antara inti ajarannya adalah:

1. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syari’at telah kadaluarsa.
Maka aliran ini tak ada kaitan dengan Islam. –Persamaan antara manusia
meskipun berlainan jenis, warna kulit dan agama. Ini inti daripada inti ajarannya.

2. Mengubah peraturan rumah tangga dengan menolak ketentuan-ketentuan Islam. Melarang polygamy kecuali ada pengecualian. Melarang Tholaq kecuali terpaksa yg tidak memungkinkan antara kedua pasangan untuk bergaul lagi. Seorang Istri tidak perlu ,Iddah (Waktu penantian) .

3. Tidak ada Sholat Jama’ah, yg ada hanya Sholat janazah bersama2. Sholat hanya di kerjakan sendiri2.

4. Ka’bah bukanlah Kiblat yg di akui oleh mereka. Kiblat menurut mereka adalah tempat Bahaullah tinggal. Karena selama Tuhan Menyatu dalam dirinya, maka di situlah Kiblat berada.

Agama Baha`i yg merupakan sekte yang menyakini adanya Nabi lain bernama Bah’ullah selain Nabi Muhammad dan menjadikan himpunan petikan tulisan suci Bah`ullah sebagai pedoman Bah`ullah.

Mereka yang menjadi pengikut agama Baha`i ini sebelumnya memeluk agama Islam. Ulah mereka ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kepercayaan agama ini adalah sinkritisme (perpaduan) dari berbagai agama yang ada. Kitab sucinya bernama Al Aqdas. Setiap pengikutnya percaya kepada reinkarnasi dan keabadian di alam semesta.

“Dari sini dapat kita simpulkan bahwa agama Baha’i adalah merupakan salah satu jaringan Yahudi internasional dalam rangka merusak akidah Islam,”

Maka dari itu  MUI telah menetapkan 10 kriteria yang menyebut satu kelompok dianggap sesat, di antaranya menyimpang dalam salat lima waktu, tidak mengakui Muhammad SAW sebagai nabi, dan penyimpangan ibadah puasa.

Salah satu keunikan Wahyu Agama Baha’i ialah masih tersimpannya dengan baik semua Tulisan-tulisan Suci dalam bentuk asli yang disahkan oleh Baha’u’llah sendiri, sehingga tidak ada keraguan atas autentisitasnya.

BAHAI DAN ISRAEL

Pendiri aliran Baha’i ini adalah Mirza Ali Muhammad asy-Syairazi, lahir di Iran 1252 H/1820 M. Ia mengumumkan tidak percaya pada Hari Kiamat, surga dan neraka setelahhisab/perhitungan. Dia menyerukan bahwa dirinya adalah potret dari Nabi-nabi terdahulu. Tuhan pun menyatu dalam dirinya (hulul).

Risalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan risalah terakhir. Huruf-huruf dan angka-angka mempunyai tuah terutama angka 19. Perempuan mendapat hak yang sama dalam menerima harta waris. Ini berarti dia mengingkari hukum al-Qur’an, padahal mengingkari hukum al-Qur’an berarti kufur, tandas Abu Zuhrah.

Mirza Ali dibunuh pemerintah Iran tahun 1850, umur 30 tahun. Sebelum mati, Mirza memilih dua muridnya, Subuh Azal danBah a’u llah. Keduanya diusir dari Iran. Subuh Asal ke Cyprus, sedang Baha’ullah ke Turki. Pengikut Baha’ullah lebih banyak, hingga disebutBaha’iyah atau Baha’isme, dan kadang masih disebutBab iyah, nama yang dipilih pendirinya, Mirza Ali.

Kemudian dua tokoh ini bertikai, maka diusir dari Turki. Baha’ullah diusir ke Akka Palestina. Disana ia memasukkan unsur syirik dan menentang al-Qur’an dengan mengarang al-Kitab al-Aqdas diakui sebagai wahyu, mengajak ke agama baru, bukan Islam. Baha’ullah menganggap agamanya universal, semua agama dan ras bersatu didalamnya.

Bahaullah, Pemimpin Bahai Internasional mati Tahun 1892, kuburannya di Israel, tepatnya di Akka.  Secara Organisasi Bahai berpusat di Haifa Israel, tersebar di 235 Negara melalui “BAHAI INTERNATIONAL COMMUNITY” (BIC) yg sejak 1970 memperoleh status resmi sebagai Badan Penasehat Dewan PBB dalam bidang Social Ecconomi (ECOSOC) dan Unicef.

Sebagai aliran baru yg mendapat restu PBB dg Jaringan Internasional yg pusat Organisasinya bertempat di Israel dan pusat kegiatannya di Chicago, Amerika, maka Imbasnya terhadap para antek Zionis tampak nyata pula di Indonesia . Seorang Mahasiwa jebolan Chicago berani mengumandangkan bahwa Laki2 mukmin boleh menikahi wanita2 Musyrik baik dari Kristen, hindu Budha maupun Shinto, alsan Doktor tersebut adalah “Larangan menikahi Musyrikat dalam Islam yg di maksud adalah Musyrikat Arab”.

Masa Bahaullah berakhir dg meninggalnya dirinya pada 16 Mei 1892, di lanjutkan anaknya Abbas Affandy yg bergelar Abdul Baha’ atau Ghunun A’dlom (Cabang Agung). Abbas menguasai budaya barat, maka ia gabungkan ajran ayahnya dg pemikiran Barat, hingga Abbas cenderung menggunakan kitab2 Agama Yahudi Dan Nasrani.

Abu Zuhrah menegaskan, “jika Guru pertama (Mirza Ali) pada alirannya sudah melangkah dalam penghancuran Agama Islam dg mengatas namakan Pembaharuan, maka generasi berikutnya ini menyempurnakannya dg mengingkari semua ajaran Islam serta menyingkirkannya jauh2. Dia bahkan mengambil kitab2 Yahudi dan Nasrani sebagai pengganti Al Quran.

Bahaiyyah berkembang di Eropa dan Amerika, berpusat di Chicago. Aliran ini di nilai Abu Zuhrah sebagai ajaran yg di ada2kan belaka. Mereka menggunakan topeng Taqiyyah untuk menyembunyikan alirannya, padahal yg terselubung dalam hatinya adalah usaha untuk mendangkalkan Aqidah Islam dan menghancurkan sendi2 Ajarannya.

Yg Pasti aliran Bahaiyyah mempunyai kegiatan pesat di wilayah Kaum Muslimin, di kalangan mereka sendiri di beri kebebasan oleh musuh2 Islam yaitu penjajah. Maka Bahaiyyah semakin kuat setelah terjadi Perang Dunia ke 1 dan 2.

BAHAI INDONESIA

Tukoh Bahaiyyah KS 68 tahun meninggal dunia di Bandung Senin 2Syawwal 1417 H/10 Februari 1997 M. Meninggalnya Tokoh Bahai ini membuat pemandangan yg unuk di antara dua kubu pelyat, Kubu Islam dan Bahai.

Mayat pentolan Bahai Indonesia yg masuk Agama Bahai pada Tahun 1957 di Hongkong ini di Upacarai secara Bahai, kepala Mayat yg semula di tolehkan ke kanan kemudian di luruskan secara paksa oleh pengikutnya hingga berbunyi “krek”, para pelayat yg sebagian dari Syi’ah Iran menyembahyangi mayat ini dg cara duduk di depan mayat sambil mengangkat angkat tangan. Sementara para pengikutnya member pernyataan “Boleh2 saja Mayat ini di kuburkan di pekuburan mana saja, mau di kibur di pemakaman Islam, Kristen, Hindu, Budha itu sama saja”

Itulah mayat ketua Bahai Indonesia, bahkan tingkat Asia Tenggara. Dia dulunya seorang Diplomat yg bertugas di antaranya di Hongkong, dan masuk bahai di sana pada Tahun 1957, sedangkan Bahai masuk di Indonesia itu sejak Tahun 1953.

TINGGALKAN KOMENTAR