MENGEBIRI PESAN-PESAN LUHUR ISLAM

MENGEBIRI PESAN-PESAN LUHUR ISLAM

BAGIKAN
oleh: Anggota WLML

Saat ini dapat kita rasakan klaim-klaim implisit para aktifis garis keras bahwa mereka sepenuhnya memahami maksud kitab suci, dan karena itu mereka berhak menjadi wakil Allah (Khalifah Allah)dan menguasai dunia ini untuk memaksa siapapun mengikuti pemahaman “sempurna” mereka, sama sekali tidak bisa diterima baik secara teologis maupun politis. Mereka benar bahwa kekuasaan hanya Milik Allah swt (لا حكم إلا لله), tetapi tak seorang pun yang sepenuhnya memahami kekuasaan ALLAH swt. Karena Nabi Bersabda : “Kalian tidak tahu apa sebenarnya hukum Allah”. Ringkasnya, sekalipun didasarkan kepada Al Qur’an dan Sunnah, fiqh – yang lazim digunakan sebagai justifikasi teologis kekuasaan oleh mereka- sebenarnya adalah hasil usaha manusia yang terikan dengan tempat, waktu, dan kemampuan penulis Fiqh yang bersangkutan. (Contoh simple dengan adanya Qoul Qadim dan Qoul Jadid Imam Syafi’i)

 

Disadari atau tidak, para aktifis berjuang mengubah Islam dari agama menjadi Ideologi. Pada gilirannya, Islam menjadi dalih dan senjata politik untuk mendiskreditkan dan menyerang siapa pun yang pandangan politik dan pemahaman keagamaannya berbeda dari mereka. Jargon memperjuangkan Islam sebenarnya adalah memperjuangkan suatu agenda politik tertentu dengan menjadikan Islam sebagai kemasan dan senjata. Langkah ini sangat ampuh, karena siapa pun yang melawan mereka akan dituduh melawan Islam. Padahal jelas tidak demikian.

 

Pada saat yang sama, dengan dalih memperjuangkan dan membela Islam, mereka berusaha keras menolak budaya dan tradisi yang selama ini menjadi bagian integral kehidupan bangsa Indonesia, mereka ingin menggantinya dengan budaya dan tradisi asing dari timur tengah, terutama kebiasaan wahabi/salafy –ikhwanulmuslimin, semata karena mereka tidak mampu membedakan agama dari kultur tempat Islam di wahyukan.

 

KITA HARUS SADAR BAHWA JIKA ISLAM DIUBAH MENJADI IDEOLOGI POLITIK, IA AKAN MENJADI SEMPIT KARENA DIBINGKAI DENGAN BATASAN IDEOLOGIS DAN PLATFORM POLITIK. PEMAHAMAN APAPUN YANG BERBEDA, APALAGI BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN MEREKA, DENGAN MUDAH AKAN DITUDUH BERTENTANGAN DENGAN ISLAM ITU SENDIRI, KARENA WATAK DASAR TAFSIR IDEOLOGI MEMANG BERSIFAT MENGUASAI DAN MENYERAGAMKAN. DALAM BINGKAI INILAH AKSI-AKSI PENGKAFIRAN MAUPUN PEMURTADAN SERING MUDAH DITUDUHKAN TERHADAP PIHAK LAIN. PERUBAHAN INI JELAS MEREDUKSI, MENGGAMBARKAN PUTASI, DAN MENGEBIRI PESAN-PESAN LUHUR ISLAM DARI AGAMA YANG PENUH DENGAN KASIH SAYANG DAN TOLERAN MENJADI SEPERANGKAT BATASAN IDEOLOGIS YANG SEMPIT DAN KAKU.

 

TINGGALKAN KOMENTAR