Mendirikan Khilafah Islamiyyah Dengan Cara Islami

Mendirikan Khilafah Islamiyyah Dengan Cara Islami

BAGIKAN

Mendirikan Khilafah Islamiyyah

Menegakkan atau mendirikan Khilafah islamiyah adalah perkara yang menjadi dilema, disatu sisi secara Aqidah Kaum Muslimin meyakini bahwa Islam mengatur segalanya, dan Sang Maha Pengaturlah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi MahluqNya, disisi yang lain syarat muthlaqnya Khilafah Islamiyyah itu adalah setelah terciptanya Pribadi, Keluarga dan lingkungan yang Islami. 

Namun perlu diketahui bahwa mendirikan Khilafah islamiyah bukanlah untuk satu Keluarga, Kampung, Desa dan Negara, khilafah islamiyah bukan untuk ditegakkan di Indonesia, Malaysia atau lainnya, islam tidak mengenal Negara, mendirikan Khilafah islamiyah adalah untuk dunia, bukan satu Negara.

Anda lihat khilafah Islamiyah ala manhajinnubuwwah, adakah Nabi saw mendirikan Negara?, atau Khalifah Abubakar shiddiq ra mengibarkan bendera Negara?, Atau khulafa’urrasyidin memiliki Partai?, apakah mereka berkampanye?

Mereka khalifah islamiyah mulai muncul di Kota Madinah, lalu meluas, meluas, meluas dan meluas, tanpa nama selain nama : wilayah Muslimin, itu saja.

Abdullah bin Ubay (عبد الله بن أبي بن سلول) dikenal juga dengan nama Ibnu Salul adalah pemimpin dari Bani Khazraj yang juga merupakan pemimpin di kota Madinah. Setelah kedatanganNabi Muhammad, ia kemudian memeluk agama Islam,  tetapi ia juga dikenal sebagai seorang munafik.

Namun Negara dan wilayah tetap dipimpin amirnya masing masing, sebagaimana Madinah tetap dipimpin Abdullah bin Ubay bin Salul padahal ia pimpinan Munafik, rasul saw tidak merobohkan kepemimpinannya, rasul saw tetap mengakui kepemimpinan Abu sufyan walau ia masih kafir sebagai Amir Makkah sebelum keislamannya, mereka dibiarkan memimpin namun hanya simbolnya saja, ingat Abu Sfyan masuk Islam setelah Fathu Makkah.

Sebaiknya kita tidak terlalu sempit memaknai jihad atau menegakkan Syari’at Islam dalam pengertian menformalkan Syari’at dalam hukum dan perundang undangan Negara saja, kita berdakwah untuk membangkitkan sunnah, itu saja, dan itulah sebaik baik perjuangan untuk islam saat ini, teruslah berjuang untuk membuat masyarakat kembali pada sunnah, mencintai Nabi saw, mengidolakan Rasul saw, mencintai sahabat radhiyallahu’anhum, mencintai para imam dan ulama, dan meninggalkan idola mereka, dan pelahan lahan mereka kembali pada sunnah. Lalu mereka akan menikah, menelurkan keturunan baru yang dididik oleh ayah ibu yang beridolakan Rasul saw dan sunnah. Jika demian ini terjadi, maka akan tercipta semakin banyak Masyarakat Islami dan Syari’at telah menjadi formula dalam mengatur kehidupannya sehari hari, secara otomatis Syari’at Islam telah menjadi Formal dalam kehidupan mereka, mulai dari Rakyat, Polisi, Pejabat dan Bahkan Presiden, jika yang demikian ini terjadi, apalah artinya formalisasi?

Dan ketika Kaum Muslimin sudah semakin banyak yang tahu keindahan Islam, kemudian menunjukkannya kepada Dunia, saat itulah Dunia tidak lagi mempunyai pilihan lain. Saat itulah Khilafah Islamiyyah akan berdiri tanpa diminta, tanpa menjatuhkan korban, tanpa konfrontasi, inilah cara mendirikan Khilafah Islamiyyah dengan cara yang Islami.

 

TINGGALKAN KOMENTAR