Mencium Mushaf Bid’ah Mencium Farji Boleh?

Mencium Mushaf Bid’ah Mencium Farji Boleh?

BAGIKAN

Mencium Mushaf bid'ah

Tetapi ini oknum, saya yakin fatwa murid Syaikh ‘Utsaimin dan Bin Baz ini tidak mewakili keseluruhan Manhaj Salaf, walaupun begitu saya sungguh sangat ta’jub dengan cara berhujjahnya Beliau, bagaimana tidak? Masyhur dikalangan Salafi bahwa mencium Mushhaf itu perbuatan bid’ah, bahkan mencium tangan ulama atau nisan kuburan Ulama itu bias mendekatkan kepada kemusyrikan, atau alasan klasiknya tidak ada dalil yang menganjurkan itu semua.

Tetapi tidak untuk kasus mencium farji, dikatakan oleh beliau; bahwa tidak ada dalil yang melarang seseorang mencium farji, kenapa alasan ini tidak dimasukkan juga pada kasus mencium Mushaf atau tangan ulama?

Jadi menurut Syaikh Musa Khasan Mayyan, mencium Farji itu tidak apa apa, lihat fatwanya dalam Tanya jawab berikut yang termuat dalam “Qodloya Al Zawaj wal Alaqoti Al Usriyyah:

السؤال: ما حكم تقبيل الفرج لكل من الزوجين بعضهما لبعض؟

Penanya: Bagaimana hukum mencium farji untuk kedua pasangan istri ?

الإجابة: لا حرج في ذلك فللرجل أن يستمتع بزوجته بكل شيء منها من جسدها ماعدا ما استثناه الشرع فلا يجوز له جماعها في الدبر ولا جماعها في الحيض والنفاس أما تقبيل الفرج فلا حرج فيه وهو من ضمن الحلال الذي لم يرد فيه تحريم وسكت الشرع عنه فدل ذلك أنه باق على البراءة الأصلية وهو الجواز لذلك والمحرم له عليه بالدليل ولا دليل على المنع فلذلك قلت بجوازه

jawab: tidak berdosa melakukan itu, maka diperbolehkan bagi seorang laki laki mencumbu dengan seluruh anggota badan istrinya selain apa yang dikecualikan oleh syara’. maka tidak boleh bagi laki2 menjima’ istrinya di dubur, dan tidak boleh menjima’nya dalam keadaan haid dan nifas. adapun mencium farji itu tidak masalah, dan ini masuk kedalam hukum halal, yang tiadanya datang dalil yang mengharamkan, dan diamnya syari’at terhadap permasalahan mencium farji, sesungguhnya telah tetap sebagai hal bebas yang asal, yaitu bolehnya mencium faji. sedangkan mengharamkan bagi laki2 mencium farji itu harus dengan dalil dan tidak ada dalil atas pelarangan (mencium farji) maka karenanya aku mengatakan boleh.

1 KOMENTAR

  1. Hati- hati terhadap dalil- dalil semacam ini … yang dicari yang enak2 saja lihatlah yang meriwayatkan ( Bin Baz, Taimiyah )

TINGGALKAN KOMENTAR