Memerangi Orang Yang Di Anggap Kafir

Memerangi Orang Yang Di Anggap Kafir

BAGIKAN

Ayat tentang perang, Ayat Tauhid

Dalam salah satu Kitabnya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab bab “Ma’na La Ilaha Illallah” disebutkan seperti ini:

 

المشركون الذين قاتلهم الرسول كانوا يدعون الصالحين فكفروا بهذا مع إقرارهم لله بتوحيد الربوبية

 

“Orang orang Musyrik yang diperangi oleh Rosulullah adalah mereka yang berdoa kepada orang orang Salih, mereka telah kafir dengan perbuatan ini, (walaupun keyakinannya) disertai pengakuan mereka terhadap Tauhid Rububiyyah”

 

Ada satu pertanyaan yang harus diajukanialah:

 

 Pernahkah Rosulullah memerangi orang orang musyrik hanya murni disebabkan oleh kemusyrikannya? Agaknya Anda akan segera menemukan jawabannya ketika melihat fakta bahwa dalam Islam sah berjual beli dengan orang kafir.

 

 

Selanjutnya Beliau mengatakan:

 

 

وعرفت أن من دعا نبيا أو ملكا أو ندبه أو استغاث به فقد خرج من الإسلام، وهذا هو الكفر الذي قاتلهم عليه رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم

 

” Dan telah ma;ruf bahwa orang yang berdoa kepada Nabi atau Malaikat, atau meratapinya, atau beristighotsah dengannya, maka telah keluar dari Islam, dan inilah kekufuiran yang diperangi oleh Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam”

 

Agaknya dengan alasan ini pula gerakan Wahhabiiyah mencari legitimasi untuk membunuh sesama Muslimin (dalam definisi umumnya), sebab pada kitab yang lain, secara tegas beliau menyatakan bahwa “DENGAN SEBAB SEPERTI ITU (MUSYRIK VERSINYA) MENJADI HALALLAH DARAH DAN HARTANYA”.

 

Beliau menyatakan penjelasannya itu dengan berpatokan atau menyitir ayat 3 surat Al Zumar:

 

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىۤ

 

” Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.”

Intinya MBA sedang menyerang orang orang Muslim lain yang suka beristighotsah, bertawassul dan berziarah kubur dalam rangka itu untuk dijadikan sasaran JIHADNYA, agar MBA punya lasan kuat untuk menguasai Negri yang dianggap Musyrik untuk diganti menjadi Negri yang bertauhid menurut versinya.

 

Terserah jika orang orang yang mengikuti Syaikh ini menjadikan sikap kehati hatiannya untuk memurnikan Tauhidnya, namun perlu juga diketahui bahwa jauh sebelumnya ada seorang Ulama yang menjelaskan duduk masalahnya penyembahan ini.

 

Imam Fachrurrazi menjelaskan urgenitas penyembahan yang dikecam ini dalam tafsirnya yang seharusnya diperhatikan, sebab inilah yang menjadikan obyek yang dijadikan sarana mendekatkan diri itu menjadi penyebab kemusyrikannya  sebagai berikut:

 

 

Setelah merinci kronologi penyembahan dan karakteristik obyek yang menjadi sasaran penyembahan itu, beliau mengindikasikannya seperti ini:

 

 

وإنما يعبدونه لاعتقادهم أنها تماثيل الكواكب أو تماثيل الأرواح السماوية، أو تماثيل الأنبياء والصالحين الذين مضوا، ويكون مقصودهم من عبادتها توجيه تلك العبادات إلى تلك الأشياء التي جعلوا هذه التماثيل صوراً لها

 

 

“Dan kenapa mereka menyembahnya (Berhala) karena  keyakinan mereka terhadap berhala tersebut adalah sebuah gambaran dari benda langit (yang dapat mempengaruhi gerak kehidupan) atau gambaran dari Energi Langit, atau gambaran dari bentuk Para Nabi dan salihin pada zaman kuno, dan penyembahannya kepada berhala itu dimaksudkan agar menjadi semacam sarana konsentrasi kepada sesuatu yang telah mereka gambarkan”

 

Kita bisa membuktikan penjelasan Imam tersebut dengan melihat fakta bahwa,  patung patung Dewa agama lain itu adalah sebuah gambaran dari Dewa yang sebenarnya, dalam arti bahwa patung patung itu adalah replika dari bentuk dan perwujudan dari Dewa yang sesungguhnya. Dan fungsi dari patung patung itu adalah sebagai sarana komunikasi yang efektif kepada Dewa yang sesungguhnya itu, karena dengan patung patung itulah penyembahnya dapat berkonsentrasi melalui gambaran dan bentuk patung itu sendiri dengan Dew yang sesungguhnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR