Memberantas Wahabisme Dari Najd Hingga Ke Rodja

Memberantas Wahabisme Dari Najd Hingga Ke Rodja

BAGIKAN
Wahabisme
Wahabisme

Bismillah, segala puji bagi Allah yang maha memberi petunjuk kepada siapa yang Ia kehendaki, shalawat sejahtera selalu terucap untuk baginda Rasul Muhammad SAW, kepada ahlul bait dan shahabat beliau semua, amiin ya Rabbal ‘alamin, semoga tulisan ini menjadi spirit dan motivasi bagi mereka yang selama ini menghabiskan banyak waktu nya dalam membongkar kesesatan Syi’ah, HTI, Millata Abraham, Ahmadiyah, pemurtadan, Wahabisme, pendangkalan Aqidah, meluruskan paham-paham yang mesti diluruskan dan semua aliran sesat lain nya, baik di luar Islam maupun di dalam Islam sendiri, dan sengaja kami khususkan Wahabisme dalam judul, karena mereka sangat berbahaya, meresahkan dan mudah terpengaruhnya orang awam dengan cara mereka yang licik dan tidak bertanggung-jawab, memalukan dan memilukan, dan semoga tulisan ini menjadi renungan dan peringatan bagi mereka yang selama ini hanya diam dan bahkan salah kaprah dalam menyikapi Dakwah dan Ukhuwah, menganggap semua firqah dalam Islam sama saja dan mereka lupa telah rela dengan kemungkaran dan mencampur-adukkan yang Haq dan yang Bathil, atau mereka lupa dengan hal-hal yang prinsipil, dan membiarkan hati nya setuju pada hal-hal yang tidak bisa di tolelir sama sekali, berbahagialah orang yang bisa menjaga hati dalam Aqidah yang suci dan punya Hati yang selalu berhati-hati.

Wahhabi
Wahhabi

Dengan merujuk kepada kitab-kitab Ulama Ahlus Sunnah Waljamaah, sudah tidak diragukan lagi bahwa Wahabisme adalah kemungkaran yang nyata bahkan termasuk dalam kemungkaran paling mungkar (ankarul munkar/ asyaddul munkar) karena dapat merusak Iman dan Aqidah setiap orang yang beriman, dan sema’ruf-ma’ruf nya perkara ma’ruf (a’raful ma’ruf/ afdhalul ma’ruf) adalah bertauhid dengan Tauhid yang benar, mensucikan Allah dari semua sifat yang tidak layak bagi-Nya, dan menolak semua syubhat-syubhat dalam aqidah, maka memberantas Wahabisme khusus nya dan semua aliran sesat lain baik di dunia nyata atau di dunia maya, termasuk dalam “amar ma’ruf – nahi mungkar” bahkan harus nya menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua, bagi setiap Shufi, Da’i, Ustadz, Muballigh, Ulama, Santri, dan seluruh masyarakat muslim pada umum nya, menurut kapasitas masing-masing, beruntunglah orang-orang yang mendapat petunjuk dan tetap dalam Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah [Aswaja].

Allah ta’ala berfirman :

وَلْتَكُنْ  مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَاجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (105)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.* Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali ‘Imran: 104-105)

Allah ta’ala berfirman pula :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125)

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)

Luqmanul Hakim berpesan pada anak nya:

يَـٰبُنَىَّ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱنۡهَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ‌ۖ إِنَّ ذَٲلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ (١٧)

“Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia dengan yang baik (ma’ruf) dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS:Luqman 17)

Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فان لم يستطع فبلسانه فان لم يستطع فبقلبه وذلك أضعف الايمان

“Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)

Ada tiga poin dalam Hadits tersebut, poin pertama dan kedua (yaitu merubah dengan tangan dan lisan) adalah kewajiban bagi siapa yang punya kesanggupan dan wewenang, dan poin ketiga (yaitu mengingkari dengan hati) adalah kewajiban bagi setiap pribadi muslim dalam hati nya, karena tidak ada pilihan lain setelah itu kecuali hilanglah Iman nya, sebagaimana tersebut dalam riwayat lain, “Tidak ada sesudah itu (mengingkari dengan hati) keimanan sebesar biji sawi (sedikitpun)”.

Dalam Shahih Muslim (no. 2674) Rasulullah bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ مِن أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa menyeru (mengajak) kepada petunjuk, baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tidak berkurang pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang menyeru (mengajak) kepada kesesatan, atasnya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi demikian itu dari dosa mereka sedikitpun.”

Juga disebutkan dalam Shahih Muslim, Rasulullah bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukan kebaikan tersebut.”

Amar ma’ruf-nahi mungkar/Applikasi Nahi Munkar sebagaimana telah disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, hukum nya Fardhu Kifayah dan bahkan Fardhu ‘Ain ketika tidak ada orang lain, maka hukum memberantas aliran yang menyimpang dari Al-Quran dan Sunnah, Wahabi pada khususnya, dan aliran lain pada umumnya, adalah Fardhu Kifayah atas setiap muslim dari dunia Islam, dan menginkarinya dalam hati adalah Fardhu ‘Ain atas setiap muslim dari diri masing-masing, dan kewajiban amar ma’ruf-nahi mungkar ini akan tetap terbebani meski pun tidak lagi berpengaruh bagi mereka (Wahabi dan lain nya), perbedaan pendapat memang bukanlah suatu kemungkaran, dan sudah sewajar nya di hargai dan ditanggapi positif, agar tetap selalu terjaga Ukhuwah sesama muslim, tapi selama perbedaan tersebut masih berada di jalur yang benar dan tidak melampaui batas, apa lagi sampai berpaling dari aqidah yang benar, maka perbedaan yang telah berpaling tersebut harus di perangi, di musuhi, dan di bentengi kemurnian Islam dari syubhat semacam itu, sekurang-kurang nya menjaga hati dari syubhat tersebut, jangan sampai timbul keragu-raguan dalam hati, karena keragu-raguan dalam syubhat aqidah berpengaruh pada keyakinan dan ketetapan aqidah kita sendiri, jangan menyangka kita punya aqidah bila masih meragukan kesesatan aqidah sebaliknya, kalaupun kita tidak ikut menumpas aliran-aliran Islam yang telah berpaling, karena mau atau tidak punya kesanggupan, maka kewajiban yang mesti dan pasti disanggupi oleh setiap muslim adalah meyakini mereka telang berpaling, dan memantapkan hati dalam Aqidah Ahlus Sunnah Waljama’ah, ingatlah bahwa keragu-raguan pada mereka adalah keragu-raguan pada dirimu sendiri, menjaga hati bukan dengan meridhai kesesatan.

Memang hanya Allah saja-lah yang sanggup memberi hidayah, memang manusia tidak punya kesanggupan apapun tanpa Qudrah dan Iradah Allah, memang harus di akui dan di yakini sepenuh hati bahwa siapa yang di kehendaki sesat oleh Allah maka ia akan tersesat, dan siapa yang di kehendaki hidayah oleh Allah maka ia akan terpetunjuk, tetapi bukan berarti lantas kita melupakan kewajiban kita mengajak saudara kita dalam kebaikan dan mengecam semua bentuk kejahatan dan kesesatan, tugas ini hendaknya terus berjalan berbarengan dengan keyakinan bahwa Allah Maha memberi petunjuk, Rasul pun tidak mampu memberi hidayah, tapi tugas Rasul hanyalah menyampaikan saja, manusia hanya bisa berusaha dan tidak berputus asa, cuma Allah yang menentukan.

Mari kita renungkan dan hayati Ayat-Ayat Al-Quran berikut ini :

Allah ta’ala berfirman :

وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَـٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ (٤٢)

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu , sedang kamu mengetahui”.[Al-Baqarah : 42]

Imam Ar-Razi (606 H) dalam Tafsir nya menyatakan bahwa dalam ayat tersebut terdapat larangan penipuan atau penyesatan. dan menurut Imam Ar-Razi penyesatan bisa terjadi 2 cara sebagaimana dipahami dari ayat tersebut yakni dengan pendalilan yang salah (pelesetan dalil) dan dengan menyembunyikan dalil.
Kebanyakan aliran-aliran sesat dalam Islam (mengatasnamakan Islam) lahir karena kesalahan memahami dalil, baik kesengajaan atau kejahilan tetap itu kemungkaran yang semestinya menjadi prioritas dakwah meluruskan pemahaman yang salah dengan tidak melupakan etika-etika dakwah agar bisa jalan seiring dengan ukhuwah, agar tidak terkesan memecah-belah ummat, dakwah meluruskan pemahaman yang salah ini bukanlah hal baru, tapi melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Ulama-Ulama terdahulu, insyaallah dengan berkat kemuliaan Ulama kita akan selalu bantuan Allah dan keridhaan-Nya.

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (90)

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.[An-Nahl : 90]

Menurut Ibnu Abbas maksud [الْعَدْلِ/’adli] adalah Tauhid, yaitu bertauhid dengan Tauhid yang adil (pertengahan) tidak mengingkari adanya Tuhan dan bukan menyakini ada sifat makhluk pada Tuhan, tidak Ta’thil dan tidak Tajsim, tidak berlebihan dan juga tidak mengurangi.

Firman Allah ta’ala dalam surat Al-Mujadilah 14-18

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوۡاْ قَوۡمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡہِم مَّا هُم مِّنكُمۡ وَلَا مِنۡہُمۡ وَيَحۡلِفُونَ عَلَى ٱلۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ (١٤) أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ عَذَابً۬ا شَدِيدًا‌ۖ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ (١٥) ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَـٰنَہُمۡ جُنَّةً۬ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمۡ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬ (١٦) لَّن تُغۡنِىَ عَنۡہُمۡ أَمۡوَٲلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ (١٧)
يَوۡمَ يَبۡعَثُہُمُ ٱللَّهُ جَمِيعً۬ا فَيَحۡلِفُونَ لَهُ ۥ كَمَا يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ‌ۖ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّہُمۡ عَلَىٰ شَىۡءٍ‌ۚ أَلَآ إِنَّہُمۡ هُمُ ٱلۡكَـٰذِبُونَ

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan [pula] dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. (14) Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. (15) Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi [manusia] dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan. (16) Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun [untuk menolong] mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (17) [Ingatlah] hari [ketika] mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya [bahwa mereka bukan orang musyrik] sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu [manfa’at]. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.”[QS: Al-Mujadilah 14-18]

Itulah orang-orang munafik menurut satu pendapat, dan satu pendapat lagi ayat tersebut tentang orang yahudi, meski yahudi dan munafik itu tidak sama, tapi punya banyak kesamaan.

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Baqarah : 159-160].

Ayat tersebut umum tentang kecaman atas berbagai bentuk penyesatan.

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَـٰقَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُ ۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكۡتُمُونَهُ ۥ فَنَبَذُوهُ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ وَٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦ ثَمَنً۬ا قَلِيلاً۬‌ۖ فَبِئۡسَ مَا يَشۡتَرُونَ (١٨٧)

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.”[Ali ‘Imran : 187]

Ibnu Katsir menyatakan bahwa dalam ayat tersebut terdapat peringatan keras terhadap para Ulama agar tidak mengikuti cara-cara mereka (ahlul kitab) dan menyampaikan ilmu apa ada nya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun.dan Ibnu Katsir pun menuliskan satu Hadits yaitu:

من سُئِل عن عِلْم فكَتَمه ألْجِم يوم القيامة بِلجَامٍ من نار

“Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, niscaya Allah akan mengikatnya dengan tali kekang dari api neraka di hari kiamat kelak”

Tapi fakta nya apa yang dilakukan oleh Wahabi dan para punggawa Arab Saudi ? mereka gampang saja mengutak-atik dan merubah isi kitab Ulama yang tidak sesuai dengan kehendak mereka, mereka terlalu lancang Mengatasnamakan Ulama sebagai pendukung pemahaman sesat mereka, memfitnah aqidah Imam Madzhab 4, mengkafirkan para Ulama Shufi, bahkan mengatas-namakan Allah dan Rasul atas fitnah dan kekufuran mereka, mereka telah terlalu jauh meninggalkan kemurnian Islam, dan mereka menganggap “mengejek” bila ada yang mengajak mereka kembali ke hakikat Islam, menuduh “pemecah-belah Ummat” kepada setiap yang membongkar kesesatan mereka. mereka benar-benar seperti anak panah yang telah keluar dari busur nya. wallahul musta’an.

Allah ta’ala berfirman:

{ قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً } * { ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي ٱلْحَيَاةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً } * { أُوْلَـٰئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلاَ نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ وَزْناً } * { ذَلِكَ جَزَآؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُواْ وَٱتَّخَذُوۤاْ آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُواً }

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” [QS: Al-Kahfi : 103-106]

Berkata Ibnu Katsir : وإنما هي عامة في كل من عبد الله على غير طريقة مرضية، يحسب أنه مصيب فيها، وأن عمله مقبول، وهو مخطىء، وعمله مردود

“Ayat tersebut umum kepada semua hamba Allah yang bukan atas jalan yang di ridhoi, sementara ia merasa jalan nya benar, dan amalan nya diterima, padahal ia salah dan amalan nya tertolak”. Lihat Tafsir Ibnu Katsir.

Allah ta’ala berfirman :

أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَـٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَـٰرَتُهُمۡ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ (١٦)

“Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”[Al-Baqarah : 16]

Artinya mereka rela menukar Iman nya dengan kekufuran, atau lebih mencintai kesesatan dari pada petunjuk, dan keluar dari petunjuk kepada kesesatan, keluar dari jama’ah kepada firqah, keluar dari Sunnah kepada Bid’ah.

Allah ta’ala berfirman :

{ أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُواْ ٱلسَّيِّئَاتِ أَن يَخْسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَشْعُرُونَ } * { أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ } * { أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ }

“maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari * atau Allah mengazab mereka diwaktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),* atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa) Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.[An-Nahl 45-47]

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡىِۦۤ أَن يَضۡرِبَ مَثَلاً۬ مَّا بَعُوضَةً۬ فَمَا فَوۡقَهَا‌ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ‌ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلاً۬‌ۘ يُضِلُّ بِهِۦ ڪَثِيرً۬ا وَيَهۡدِى بِهِۦ كَثِيرً۬ا‌ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦۤ إِلَّا ٱلۡفَـٰسِقِينَ (٢٦)

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu . Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah , dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”[Al-Baqarah : 26]

Allah ta’ala berfirman :

فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡ‌ۚ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ بِغَيۡرِ هُدً۬ى مِّنَ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَہۡدِى ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ (٥٠)

“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”[Al-Qashash : 50]

Allah ta’ala berfirman :

يَـٰدَاوُ ۥدُ إِنَّا جَعَلۡنَـٰكَ خَلِيفَةً۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَٱحۡكُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلۡهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمۡ عَذَابٌ۬ شَدِيدُۢ بِمَا نَسُواْ يَوۡمَ ٱلۡحِسَابِ (٢٦)

“Wahai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”[Shad : 26]

Sungguh terlalu banyak Ayat-Ayat Al-Quran yang mengecam dan memberi peringatan kepada yang telah melenceng dari Agama ini yang terus-terusan menebar kesesatan atas nama kebenaran, dan Al-Quran juga selalu mengajak dan memberikan motivasi agar selalu ada yang memberantas dan menghentikan setiap kesesatan dan penyesatan tersebut menurut kemampuan yang ada, dan selebihnya bertawakkal kepada Allah yang maha memberi petunjuk.

KESIMPULAN

* Memberantas Wahabisme termasuk dalam semulia-mulia amar ma’ruf- nahi mungkar.
* Menumpas Wahabisme adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan sekurang-kurang nya menghilangkan virus Wahabisme tersebut dari hati pribadi masing-masing.
* Meluruskan paham-paham yang telah melenceng atau sekte-sekte sesat, bukanlah memecah-belah ummat, tapi inilah kewajiban dalam berdakwah.
* Dakwah atau Amar ma’ruf- Nahi mungkar tidak boleh terhenti walaupun tidak efektif atau tidak memberi pengaruh terhadap yang di dakwahi, karena hidayah hanya milik Allah ta’ala.
* Keragu-raguan pada kesesatan adalah keragu-raguan pada keyakinan kita sendiri, berbahagialah bagi Hati yang selalu hati-hati.
* Wahabisme memang sengaja di desain dalam bentuk Islami dan terkesan mulia dengan cara-cara licik dan tidak sportif  bahkan bersembunyi di balik nama Salafi, maka harus mendapat prioritas utama dalam tugas dakwah.
* Semua Amar ma’ruf- Nahi mungkar sudah pasti punya resiko, maka harus ada kesabaran dan tawakkal, Allah telah berjanji menolong siapa yang menolong Agama-Nya.

Semoga perjuangan ini terus berjalan, dan melahirkan pejuang-pejuang yang tangguh, agar Islam kembali murni dan bersatu dalam Islam Ahlus Sunnah Waljama’ah.
Allahu Akbar…!!! Allahu Akbar…!!! Allahu Akbar…!!!

Semangat Warkop

41 KOMENTAR

  1. Luar Biasa Manusia Ini!!! Mengutip ayat-ayat al-Qur’an saenak udelne dewe lantas menganggap sesat paham wahabi tanpa menjelaskan di mana letak kesesatannya.

    Firman Allah ta’ala dalam surat Al-Mujadilah 14-18

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوۡاْ قَوۡمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡہِم مَّا هُم مِّنكُمۡ وَلَا مِنۡہُمۡ وَيَحۡلِفُونَ عَلَى ٱلۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ (١٤) أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ عَذَابً۬ا شَدِيدًا‌ۖ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ (١٥) ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَـٰنَہُمۡ جُنَّةً۬ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمۡ عَذَابٌ۬ مُّهِينٌ۬ (١٦) لَّن تُغۡنِىَ عَنۡہُمۡ أَمۡوَٲلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَـٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ (١٧)
    يَوۡمَ يَبۡعَثُہُمُ ٱللَّهُ جَمِيعً۬ا فَيَحۡلِفُونَ لَهُ ۥ كَمَا يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ‌ۖ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّہُمۡ عَلَىٰ شَىۡءٍ‌ۚ أَلَآ إِنَّہُمۡ هُمُ ٱلۡكَـٰذِبُونَ
    ” Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan [pula] dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. (14) Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. (15) Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi [manusia] dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan. (16) Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun [untuk menolong] mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (17) [Ingatlah] hari [ketika] mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya [bahwa mereka bukan orang musyrik] sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu [manfa’at]. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta. (18).”[QS: Al-Mujadilah 14-18]

    Ayat tersebut di atas lebih tepat ditujukan kepada antum dan orang-orang yang seperti antum.

    • Di sini kami hanya membahas hukum meluruskan pemahaman yang salah, karena banyak yg menganggap itu adalah termasuk upaya memecah belah ummat, padahal hakikat nya ini adalah termasuk amar ma’ruf nahi mungkar yang paling utama, sementara apa saja kesesatan wahabi, tidak kami sebutkan di judul ini, tapi bisa baca di judul lain di situs ini 😀

  2. Yang mencampur adukkan yang haq dengan yang batil siapa tong?

    Bukankah ritual selamatan adalah ritualnya orang Hindu?

    Bukankah acara memperingati ulang tahun itu salah satu bentuk syukurnya orang-orang Kristen dan Yahudi?

    Bukankah meminta-meminta kepada orang yang sudah mati itu akidahnya orang musyrik?

    Dan masih banyak lagi kebatilan lainnya yang kalian campur adukkan dengan ajaran Islam yang suci ini, dengan menghiasi acara-acara batil di atas dengan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an dan dzikir-dzikir kepada Allah.

  3. dakwah wahabi sangat2 bahaya karena bisa menimbulkan komplik horisontal
    harus pihak yg berkompeten tanggap hal ini

  4. @TeYe Raharja ( ni saya copykan punya salaftobat)
    Aksi Manipulasi Mereka Terhadap Ilmu Pengetahuan

    Belum lagi aksi manipulasi mereka terhadap ilmu pengetahuan. Mereka memalsukan sebagian dari kitab kitab karya ulama’ salaf. Sebagai contoh, kitab Al Adzkar karya Imam Nawawi cetakan Darul Huda, Riyadh, 1409 H, yang ditahqiq oleh Abdul Qadir Asy Syami. Pada halaman 295, pasal tentang ziarah ke makam Nabi SAW, dirubah judulnya menjadi pasal tentang ziarah ke masjid Nabi SAW. Beberapa baris di awal dan akhir pasal itu juga dihapus. Tak cukup itu, mereka juga dengan sengaja menghilangkan kisah tentang Al Utbiy yang diceritakan Imam Nawawi dalam kitab tersebut. Untuk diketahui, Al Utbiy (guru Imam Syafi’i) pernah menyaksikan seorang arab pedalaman berziarah dan bertawassul kepada Nabi SAW.

  5. JAWABAN HARUS / WAJIB PAKAI DALIL QUR’AN N HADIS SHOHIH G BOLEH NGARANG SENDIRI AKU HANYA MENIRU SEPERTI KATA USTAD2 WAHABI
    PAK YAI MO NANYA NIH YI, NIKAH HUKUMNYA APA YIi ? (buat mantan kyai NU NIH )
    ROSULULLAH NIKAH NDAK YI ? ( juga buat mantan kiay NU )
    ROSULULLAH PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? ( MASIH UNTUK MANTAN KYAI NU MALAH INI INTINYA )
    LHA SEKARANG PAK YAI NIKAH NDAK ? YG FAIR YA YI ( MANTAN KYAI NU LAGI )
    PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? JAWAB YA YI EEEEEEHHHHHHH BUKU NIKAH ITU KAN BERARTI BIDAH YA YI KAN ROSULULLAH NGGAK PERNAH PAKAI BUKU NIKAH ( tdk pernah d contohkan) …………………………………………….. HAHAHAHAHAAHAAAHAHAHAHA
    itukan bukan ibadah…………………Kata pak mantan kiay n ikuti para santri pengikut wahabi .kaya kooor yg udah d atur rapi. NGAJI DULU SAMA MANTAN KYAI…. AH

  6. JAWABAN HARUS / WAJIB PAKAI DALIL QUR’AN N HADIS SHOHIH G BOLEH NGARANG SENDIRI AKU HANYA MENIRU SEPERTI KATA USTAD2 WAHABI
    PAK YAI MO NANYA NIH YI, NIKAH HUKUMNYA APA YIi ? (buat mantan kyai NU NIH )
    ROSULULLAH NIKAH NDAK YI ? ( juga buat mantan kiay NU )
    ROSULULLAH PUNYA BUKU NIKAH NDAK YI ? ( MASIH UNTUK MANTAN KYAI NU MALAH INI INTINYA )

  7. dakwah wahabi sangat2 bahaya karena bisa menimbulkan komplik horisontal
    harusNYA pihak yg berkompeten tanggap hal ini

  8. Innalillahi wainnalillahiraji’un,bertaqwalah kpd allah ya akhi ,berhati hatilah akhi, anda  menyampaikan kalimat yg haq tapi maksud anda bathil…apakah anda tdk mendengar seruan yg di da’wahkan wahabi,untuk kembali kpd alqur’an dan ass sunnah dgn pemahaman salaful ummah,da’wah mrk jelas dan terang bisa di dgr oleh siapapun td sembunyi sembunyi,..anda bisa mengkritisi secara ilmiah,tdk spt tulisan antum yg penuh fitna ya subhanallah…

  9. assalamu’alaikum….Ya Allah akhiiiii ente parah sekali ya mengatakan suatu haroqah sesat???ente uwd tabayyun belum dg aqidah asli syaikh Abduloh bin Abdul Wahhab???uwd ngerti belum metode dakwah yg asli Wahhabi???Aqidah Wahhabi banyak mengusung aqidah Ibnu Taimiyyah,apakh antum jg mw mengatakan Ibnu Taimiyyah sesat??terus jama’ah yg mutlak benar kek apa akhiiii??bukankah setiap jama’ah yg ada saat ini sama2 berjuang tuk menghidupkan sunnah-sunnah??(kecuali yg jelas melenceng) antum jgn mudah didoktrin dalam me,benci Wahabi,hati-hati dengan lisannya…

  10. -orang yahudi jelas2 menyelewengkan taurot
    -kaum nasroni/ alhul kitab juga begitu yg dipelopori paulus
    dari tarsus
    -pada masa islam /jaman ahir ini sekelompok ulama’mengotak-atik
    memelesetkan apa yg menjadi maksud hadist nabi karena tanpa
    sanad,memalsukan ataupun memotong,menyembunyikan bahkan merubah
    kitab2 ulama yg hidup digenerasi terbaik bahkan ada yg mereka
    anggap sesat menurut pemahaman mereka.

    yg menjadi pertanyaan
    SIAPAKAH KELOMPOK ULAMA’YG BERBUAT NISTA INI?
    LAYAKAH KELOMPOK ULAMA’ INI SEBAGAI PANUTAN?

    kebetulan sekali sarang kelompok ulama’ ini banyak terdapat di sekitar tanah suci. Kelompok ulama’ini sangat dilindungi dinasti yg gagah perkasa kaya akan petro dollar dan dilindungi negara zionis amerika.

    dan yg menyedihkan kelompok ulama’ ini katanya berdasar AlQuran dan Hadist. Ironi dan munafik MUNGKINKAH KELOMPOK YG TIDAK AMANAH DALAM ILMU sesuai ALQURAN DAN HADIST?
    Dan tidak ilmiyah tidak masuk akal bahwa kelompok ulama’ jaman ahir ini lebih berilmu lebih alim dari ulama’ulama’ yg hidup di generasi terbaik .Fakta ilmiyah ini tidak berlaku bagi orang yg sombong lagi buta.

    memang betul kesombongan pangkal dari buta.
    sesungguhnyan orang yg buta didunia kelak di akhirat akan lebih buta.

    INI ADALAH FAKTA ILMIYAH 100% ILMIYAH. Tentunya sangat ilmiyah sekali bagi yg punya niat ingin mencari kebenaran dan tidak berlaku bagi yg buta karena siapa yg buta didunia kelah diakhirat akan lebih buta.

  11. ane setuju banget dengan komentar yang terakir.. dari alqudsy. mudah2an kita diselamatkan oleh Allah SWT dari kejahatan tindak-tindak rezim penguasa dhalim dan tingkah laku ulama SU !.

  12. kalau fakta sudah berbicara tidak perlu lagi mencari alasan-2 yang lain gan untuk membela…MATI KAFIR ENTAR ENTE-2 !!!. Na’udzubillah… banyak membaca gudangnya ilmu dan dunia (tapi tunggu dulu buku/kitab karangan siapa…?), bertanya menghindarkan kita dari kesesatan (dan juga tapi lihat pada siapa kita bertanya..??, banyak berdo’a menyebabkan kita selalu di dalam petunjuk (asal adab, rukun dan syarat terpenuhi..!!), namun ini yang paling benar ; MELIHAT/MENEMUKAN FAKTA dan REALITA yang sebenarnya MEWAJIBKAN KITA MENGAMBIL SUATU SIKAP !!!!!!!!!… Ya Allah IHDINASHSHIRATHAL MUSTAQIIM. Shallallahu ‘Ala MUHAMMAD.

  13. wahai kaum Wahabi, apakah tergerak dalam hati kalian untuk menyelidiki mana kitab yg asli dan mana yg sudah dimanipulasi oleh ulama kalian?
    carilah bukti….kitab kuning yg asli masih ada, kitab ulama terdahulu masih ada yg asli…bahkan masih ada yg berbentuk manuskrip…bandingkan dg kitab2 ulama terdahulu yg sudah ditulis oleh ulama2 wahabi…jika memang ada yg dirubah, maka kalian sudah sepantasnya bertaubat sesudah mengetahuinya…

  14. Barokallahu fiik…..
    semoga para wahabiyun mau mendalami Agama ini dg benar dan mengambil jalur yg benar…dan yg terpenting semoga Allah membuka mata hati mereka….amin

  15. ” Sungguh Penulis dan para komentar yang membela penulis ini Hatinya telah ditutupi Kabut tebal, Cara mereka beragama menggunakan hawa nafsu dan akal tanpa adanya ilmu, berguru dimana kalian semua (Penulis, komentator pembela penulis) untuk landasan agama kalian? apakah kalian mengetahui Ulama-Ulama Ahlusunnah Waljamaah? apakah kalian mengetahui Ulama abad ini? apakah kalian mengetahui kemana harus mencari ilmu? apakah kalian mengetahui siapa dan dari mana asalnya buku-buku yang kalian baca? Ketahuilah (Penulis,komentator pembela penulis)Beragamalah kalian berlandaskan dalil, Jangan karna hawa nafsu dan harga diri membuat kalian menjadi sombong dan taqlid buta. dan Berdoalah kepada Alloh Suhanahu wata’ala agar diberikan petunjuk jalan yang lurus. “

  16. “Barangsiapa yang Allâh menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki oleh Allâh kesesatannya, niscaya Allâh akan menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit” [al-An’âm/6:125]
    “Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa saja yang dikehendaki dan memberi petunjuk bagi siapa saja yang dikehendaki, maka janganlah dirimu lenyap atas mereka dengan merugi”. (QS. Fathir : 8)
    “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”. (QS Al-Fatihah : 6-7) Semoga Sahabat-Sahabatku selalu mendapat hidayah taufik sebagaimana ni’mat yg ada pada golongan yg terdahulu yg telah membela Islam dengan sangat baik menjadi golongan manusia yg baik yaitu Rasulullah bersama para sahabat2nya, bukan jalan org yg dimurkai perumpamaan dgn yahudi dan yg menyandarkan diri pada perilaku mereka dlm peribadatan mereka dan bukan pula org yg disesatkan perumpamaan dgn nashara dan yg menyandarkan diri pada perilaku mereka dlm mencocoki peribadatan mereka.

  17. Ilmu adalah (perkara) yang paling berhak untuk dicurahkan waktu padanya. Dengan ilmu, hati akan hidup dan amalan akan berkembang. Allah yang Maha Suci nama-nama-Nya telah menyanjung para ulama yang mengamalkan ilmunya dan mengangkat kedudukan mereka di dalam kitab-Nya yang memberi penjelasan. Allah Swt berfirman : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS Az-Zumar : 9) dan Allah Swt berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Mujadalah : 11).
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar! Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.(QS. Al-Ahzab : 70-71)

  18. postingan yg batil dan penuh fitnah,semoga engkau mendapat hidayah wahai akhi….

    klo ulama2 madinah saja engkau hinakan, sebut satu nama saja orang yg kalian anggap ulama yg mungkin bisa kmi jadikan rujukan??? paling yg keluar dari mulut2 hina kalian nama2 sprt gus dur, quraish shihab, said agil, idrus romli, habib ini, habib itu, yg subhanallah di indonesia saja hanya kelompok kalian saja yg menganggap mereka ulama……….

    datangkan lah bukti jika seandainya tuduhan kalian itu benar !!!klo tdk ada bukti, fitnah ini akan kalian pertanggungjawabkan nanti di pengadilan Allah SWT kelak……

  19. ….yang akan diperangi Imam mahdi diantaranya arab saudi sak bolonya termasuk ulama wahhabinya….yakin itu Insyallah…

    • Lihat sendiri kan, menyatakan hal urgen yang mendasai agama yaitu aqidah tentang imam Mahdi saja ngawur tanpa ada dalil sedikitpun tentangnya. Jika yang menyangkut akidah yang bahkan tidak ada beritanya dari Rasulullah saja santai disampaikan, tentu bisa dibayangkan bagaimana cara orang tersebut beragama. Pantas saja lebih milih “ulama lokal” dari pada ulama besar yang di akui dunia keilmuan mereka tentang Al Quran dan Al Hadits, “lha wong ra butuh dalil shohih, sak uni-unine”. Jangan menyampaikan sesuatu tentang agama yang tidak bersandar pada dalil shohih wahai saudaraku, agama itu wahyu yang diturunkan oleh Allah maka harus hati-hati hal tentang agama apakah itu benar-benar bagian dari agama atau bukan. Cukup dalil shohih saja yang dipakai karena dalil dhoif mengandung periwayat yang tidak kredibel atau bahkan pemalsu hadits. Makanya butuh kitab-kitab ulama terdahulu beserta penjelasannya yang mereka itu telah bersusah payah mengumpulkan hadits menjadi kitab dan mengklarifikasikan keshohihan hadits tersebut. Makanya diperlukan bimbingan ulama yang meneruskan perjuangan ulama terdahulu yang mengajarkan kitab-kitab tersebut yang mereka itu mengilmui dengan baik penjelasan ulama-ulama terdahulu. Jangan belajar kepada “ulama” yang menjelaskan agama berdasarkan penjelasan mereka sendiri atau sekedar guru-guru mereka yang ilmu mereka sangat-sangat jauh sekali dari ulama-ulama hadits terdahulu. Mohon direnungkan kembali, semoga Allah memberi kita petunjuk..,
      jika setelah membaca tulisan ini anda masih merasa ingin mengungkapkan uneg-uneg anda sendiri, itu berarti penyakit hati masih menguasai anda. Tetapi jika hati anda merasa ingin mencari tahu kebenaran tentang agama dengan penjelasan ulama-ulama yang menjelaskan kitab-kitab ulama terdahulu yang ilmu hadist mereka tidak perlu diragukan lagi, berarti hati anda mulai mendapat hihayah/ petunjuk dari Allah wahai saudaraku. Semoga bermanfaat…

  20. http://abusalafy.wordpress.com/2014/07/14/isis-penjelmaan-baru-daulah-bani-umayah/ ).
    Amnesti: ISIS Bunuh 7 Anak-Anak

    http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/06/07/n6s5mi-amnesti-isis-bunuh-7-anakanak

    ISIS Bunuh 500 Warga Yazidi, Korban Dikubur Hidup-hidup

    http://international.sindonews.com/read/889847/43/isis-bunuh-500-warga-yazidi-korban-dikubur-hidup-hidup

    ISIS membunuh seorang lelaki dan anak perempuannya

    http://www.youtube.com/watch?v=YrZOVUwN7uE

    Pembantaian Para Dokter Di Yaman Adalah Akhir Kreasi Bengis Ekstrimis Salafi!

    http://abusalafy.wordpress.com/2014/05/13/pembantaian-para-dokter-di-yaman-adalah-akhir-kreasi-bengis-ekstrimis-salafi/

    Video Pembantain Al Qaeda terhadap dokter, Juru Rawat dan pasien di Rumah Sakit Yaman

    https://www.youtube.com/watch?v=1WtQAF4TDo0

    Kebengisan Sikap dan Kekakuan Hati Kaum Salafi Wahhâbi !!
    http://abusalafy.wordpress.com/2014/05/12/kebengisan-sikap-dan-kekakuan-hati-kaum-salafi-wahhabi/Ekstrimis Salafi….

    Membakar Hidup-hidup Manusia Tanpa Belas Kasih!!
    http://abusalafy.wordpress.com/2014/06/04/ekstrimis-salafi-membakar-hidup-hidup-manusia-tanpa-belas-kasih-2/

    ISIS Jual Belikan Kaum Perempuan di Irak Utara
    http://liputanislam.com/isis/isis-juali-belikan-kaum-perempuan-di-irak-utara/

    Pemberontak Suriah Mengeksekusi Anak-anak……..

    dan masih baaaaaaanyak lagi……………………
    inilah aqidah salafi/wahabi ga usah banyak omong ….. apa ini semua ajaran Al-Qur’an dan As sunnah….!????? itulah doktrin ulama-ulama kalian termasuk Ibnu Taimiya

  21. [*]. Syaikh Hasan bin Farhan Al Maliky adalah ulama moderat Arab Saudi. Beliau seorang Ahli hadis, hukum Islam dan peneliti sejarah, serta seorang peduli HAM, beliau anti sektarian, ekstrimisme dan kekerasan, lebih-lebih atas nama agama, Anda bisa berinteraksi dengan beliau lewat halaman facebook dan Twitter-nya. juga bisa mendowload buku-bukunya lewat situs resminya http://almaliky.org/index.php atau mendengar ceramah-ceramahnya lewat halaman youtube-nya)

    Mantan Pemikir Salafy: Syeikh Hasan bin Farhan al Maliki Membongkar Kebohongan Dan Penipuan Ibnu Taimiyyah Atas Nama Rasulullah Saw.
    Posted on 7 Mei 2014 by abusalafy

    Persembahan Buat Para Penyembah Ibnu Taimiyyah
    SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=642

    Ibnu Taimiyyah Dan Doktrin Ideologi Bengis Ekstrimis Salafi Wahabi (Bag: 1)
    Posted on 5 Mei 2014 by abusalafy
    Persembahan Buat Salafi Wahhabi Taimi Takfiri
    SUMBER: http://almaliky.org/news.php?action=view&id=638

    .Oleh Syeikh Hasan bin Farhan al Maliky

    Salafi Wahhabi Takfiri Menvonis Sesat & Kafir Imam Besar Ahlusunnah; Abu Hanifah
    (Rahimahullah)
    Posted on 9 Desember 2013 by abusalafy
    Membongkar Kedok Kemunafikan Sekte Sempalan Salafi Wahabi Takfiri!
    Pangeran Saudi Al Walid bin Talal: Arab Saudi Dukung Serangan Zionis Israel Atas Iran !!
    Posted on 7 Desember 2013 by abusalafy
    Arab Saudi: Bos Besar Salafy-Wahabi Takfiri Kerjasama Dengan Zionis Untuk Serang Iran !
    Posted on 26 November 2013 by abusalafy

    silahkan bantah…… ya….!!! untuk kalian salafiyyun/wahabiyyun para pengekor ibn Tamiyyun n saudiyyun….

    .

  22. Bedanya antara salafi/wahabi dgn yg punya blog ky gn, salahsatunya adalah penulisnya siapa? anonim aka ga jelas dan ga gentle itu ciri pengikut syiah/pembenci salafiyin/wahabi. Sementara blog salafiyin tdk ada yg ditutup2i dalam menyebarkan kebenaran. Semua berhak tahu siapa yg berdakwah dan menebarkan kebenaran ahlussunah waljamaah. Sementara mereka syiah hanya bisa menebar kebencian tdk berdasar dan byk mendahulukan hawa nafsu. Tidak perlu membaca sampai selesai. Karena tulisan2 seperti ini ujung2nya cm menebar fitnah. Itulah kenapa mereka g pernah berani menampakkan batang hidungnya. Mana ada blog2 ky gn yg mendakwahkan apa yg diajarkan rasulullah SAW? Isinya cuma kicauan dg menyambung2 ayat Allah. MashaAllah

  23. Mudah-mudahan kita semua diberi kesabaran! Mestinya, jika kita bicara tentang agama ya harus berangkat dari dalil. Tanpa tahu dasarnya ya tidak usah berbicaralah. Wong ilmunya saja nggak punya kok bicara tentang agama. Ngisini-ngisini!

  24. LANJUTKAN …. BLOG INI SANGAT BERMANFAAT ….
    TULISAN DI ATAS MENGGUNAKAN HUJAH YANG TEPAT DAN RASIONAL …
    DALIL-DALIL YANG MANTAAAAP
    ISLAM YES ……..
    WAHABI NO ……..

  25. mantab mbah, q hanya bisa membantu do’a saja, semoga perjuangan anda membasmi wahabi yang membingungkan masyarakat ini kian sukses, saya mohon mbah lalar komen pertama saya di hapus saja, salah memberi nama.

  26. Penulis nggak berani mencantumkan namanya. Mohon maaf, sikap pengecut seperti ini adalah ciri-ciri penganut faham Syiah.

TINGGALKAN KOMENTAR