MBAH GURU ABDUL MANAN DIPOMENGGOLO

MBAH GURU ABDUL MANAN DIPOMENGGOLO

BAGIKAN

MBAH GURU ABDUL MANAN DIPOMENGGOLO PEMBUKA HUBUNGAN DENGAN AL AZHAR

 

Potret  hubungan antara  Indonesia dengan Mesir  trnyata sudah berjalan  lama,sekitar  abad ke -7,Wiliam James Perry ( 1868-1949 ) Dan Eliot menyebutkan;hubungan  yang telah terjalin lama antara kedua bangsa ,terlihat adanya persamaan dan kesamaan budaya.

Pada tahun 1860-an di Mesir telah di jumpai komunitas warga  Indonesia .Terbukti dengan keberadaan Riwaq Jawa ( komunitas)  di  mesjid Azhar sebagai  mana di tulis oleh  Alfred  Von Kremer dalam bukunya ,aegypten pada tahun 1863.

Abdul Manan Dipomenggolo ,pendiri pondok  Tremas   pernah belajar  kepada  Syaikh Ibrahim Bajuri di Mesir.karena itu ,pada tahun 1860-an.kitab fatkhul mubin  yang merupakan syarah  ( penjelasan) dari kitab  Ummul Barahain.karya  Syaikh  Ibrahim Bajuri telah di temukan  dalam silabus  pengajaran  di Jawa.

Dapat di bilang Mbah Abdul Manan adalah Ulama yang membuka hubungan Mesir dalam  hal ini dengan Al Azhar karena beliau hidup dizaman awal abad 19 dan beliau juga pernah belajar pada ulama besar Jawa di kala itu yaitu Ki Ageng Bagus Hasan Besari dari Tegalsari Ponorogo, sehingga setelahg beliau munculah beberapa orang Nusantara ini menuju Al Azhar, paska perang Diponegoro dan perang Paderi seperti Syekh Thahir Jalaluddin, Syekh Djamil Djambek, Abdul Karim Amrullah dan sebagainya.

Mbah Adul Manan Dipo Menggoloi adalah kakek Syekh Mahfudz At Tarmasie seorang ulama besar Nuisantara dan guru para ulama Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang pernah menjadi imam Masjidil Haram dan  pemegang sanad Shoheh Bukhori Muslim.

Di Sadur dari  buku  Potret Hubungan Diplomatik  Indonesia  dengan Mesir.

Terbitan  KBRI Cairo serta www.pondoktremas.com

TINGGALKAN KOMENTAR