MATA MATA INGGRIS DALAM SEJARAH ISLAM Bag 1

MATA MATA INGGRIS DALAM SEJARAH ISLAM Bag 1

BAGIKAN

PENGAKUAN MATA-MATA INGGRIS DALAM MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM

Muhammad Siddiq Gumus

AL IKHLAS
Data buku

Judul
Pengakuan mata mata Inggris dalam menghancurkan kekuatan Islam

Penyadur
Masduki

Disain sampul
Penerbit
Pencetak
Usaha Offset
Penerbit
Al Ikhlas

Alamat
Jl. Praban No. 55. PO Box 1023.
Telp (031) 53442l5-5322580-5315402.
Faksimil (031) 5310594.
SURABAYA 60275 INDONESIA

Anggota IKAPI
No. 15/ITL

Buku asli
Confession of a British Spy

Penulis
Muhammad Siddiq Gumus

Penerbit
Hakikat Kitabevi, Istanbul, Turki

Isi di luar tanggung jawab Percetakan

PENGANTAR PENERJEMAH.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan ke haribaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW, berikut Ahlul Bait, para sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat.

Dorongan untuk menerjemahkan buku yang berjudul Confession of a British Spy ini dikarenakan penerjemah melihat nilai urgensinya untuk dibaca oleh generasi muda Islam sebagai kekuatan yang mampu mendorong dan menyegarkan ingatan umat bahwa kejayaan dan kekuatan Islam yang kokoh di masa lalu berhasil dirobohkan oleh kekuatan Inggris melalui politik pecah belah intern umat, memupuk sekte-sekte dalam Islam, dan diakhiri dengan sedikit hantaman militer. Taktik yang dilakukan Inggris dalam usaha menaklukkan suatu wilayah, kemudian mengeruk kekayaan alamnya adalah dengan memperbudak warga pribumi di daerah sasaran. Cara ini mirip dengan yang pernah dilakukan Belanda setelah kegagalan mereka menaklukkan rakyat Aceh, yaitu dengan menyusupkan Snough Horgronyc ke Aceh sebagai “ulama”.

Di samping tujuan itu, penerjemahan juga mengingatkan umat Islam agar mengambil pelajaran darinya sebagai langkah untuk merekonsiliasi ummat menuju kebangkitan Islam sehingga bukan sekedar sebagai masyarakat yang hanya bisa mengenang The Glory of The Past, tetapi juga harus bisa meraih kembali segemilang di masa lalu, yang pada gilirannya menjadi mereka umat yang The Glory of The Future.

Dalam penerjemahan buku, tentu penerjemah tidak melakukannya sendirian, tetapi dibantu istri tercinta, khusunya datam masalah teknis. Karena itu, saya ucapkan terima kasih ke padanya, juga ke pada Penerbit Al Ikhlas atas kesediannya menerbitkan buku ini.

Semoga buku kecil ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan dicatat sebagai amal ibadah. Akhirnya,
penerjemah mengharap tegur sapa dari mana pun atas kekurangan penerjemahan ini. Insyaallah penerjemah akan menyambutnya dengan tangan terbuka dan ucapanan terima kasih.

Muhammad Siddiq Gumus

CATATAN REDAKSI

Buka Confessions of a British Spy yang diterjamahkan dengan judul Pengakuan Mata-mata Inggris Dalam Menghancurkan Kekuatan Islam banyak mengandung analisa sejarah yang penuh kontroversi. Kontroversinya terletak pada penafsiran-penafsiran berbagai peristiwa sejarah yang bertolak belakang dengan penulisan buka-buka sejarah yang ada. Ketokohan sejumlah tokoh pembaru dan pemikir Islam, berikut gerakan dan aliran mereka, misalnya dalam buku ini keberadaan mereka digugat, bahkan dihitung sebagai bagian dari rekayasa Inggris. Mungkin penulisan semacam ini akan meberi daya tarik tersendiri. Akan tetapi, yang jelas, analisanya bisa dijadikan bahan kajian dan sudah pasti membutuhkan telaah kritis dalam semangat keislaman. Redaksi memang menemukan beberapa keanehan dalam dialog-dialog Hempher dengan Muhammad al-Najd, terutama mengenai diskusi mereka tentang esensi salat, hukum minuman keras, kawin mut’ah, dan beberapa pandangan mereka tentang ulama mazhab.

Malah pencatatan masa pendeklarasian gerakan Wahabi juga ditulis berbeda dan di dalamnya ada kesenjangan waktu yang cukup lama dengan proses pendekatan Hempher dari semenjak perkenalannya hingga pembentukan “konspirasi” Inggris dan Najd. Meski demikian, paling tidak, dengan informasi dari buku ini kita akan mencoba mengkritisi kembali penulisan buku sejarah, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan dunia Islam pra dan pasca Perang Dunia I dan II. Sejarah memeng harus terus dikaji ulang untuk menemukan penafsiran yang terbenar, dan buku ini adalah sebuah tantangan.

Ada dua hal yang harus diperhatikan mengenai buku ini sebelum menelaahnya lebih lanjut. Pertama, penyingkapan berbagai informasi kontroversi dalam buku ini harus benar-benar dilakukan dengan konsepsi orisinil Islam. Artinya, informasi-informasi di dalamnya kita dudukkan sebagai kabar yang memiliki dua kemungkinan: benar jika sesuai dengan bukti sejarah dan bohong jika tidak selaras dengan buku sejarah. Ukurannya tentu dengan term-term dan nilai-nilai Islam, baik yang berkaitan hubungan intern umat maupun ekstern. Karena itu kita pun butuh bukti empiris sejarah sebagai standar kedua, yaitu telaah  kritis fakta-fakta dan rumusan-rumusan sejarah dan konsepsi dan metodologi sejarah dalam bingkai tatanan ukuran pertama, sehingga kita bisa melihat apakah buku ini merupakan bagian dari rantai sejarah atau sejarah yang menyimpang.

Terakhir. Penerbit mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk lebih mempertegas identitas buku ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa persoalan-persoalan yang belum kita selesaikan sangat banyak, meski kita terkadang merasa sudah melakukan banyak hal, dan koreksi buku ini adalah bagian kecil darinya. Semoga kehadiran buku ini akan semakin menggugah kita untuk berpikir lebih kritis dan dewasa. Sesungguhnya kebenaran pasti menang dan kebohongan past lenyap.

AL IKHLAS | PENDAHULUAN

Allah Ta ‘ala berfirman dalam surat al-Maidah (yang artinya): “Musuh terbesar Islam adalah Yahudi dan orang-orag musyrik.” Kejahatan pertama yang dirancang dalam rangka menghancurkan Islam dari dalam dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’. Setelah diangkatnya Isa a.s. ke langit, sejumlah Bibel ditulis. Banyak dari umat Nasrani menjadi musyrik karena mempercayai adanya Tuhan lebih dari satu. Sedang yang lain menjadi kafir karena tidak mempercayai kenabian Muhammad saw. Orang-orang ini dan Yahudi dinamakan Ahlul Kitab. Saat Islam muncul, hegemoni.para pendeta sebagaimana yang terjadi pada abad yang dinamakan the Dark Ages (abad kegelapan), dihapuskan. Mereka mendirikan organisasi missionaris untuk melawan Islam. Inggris, dalam hal ini adalah pionernya. Sebuah Kementrian Persemakmuran yang didirikan di London bertujuan meruntuhkan kekuatan Islam. Orang-orang yang bekerja dalam kementrian ini dilatih dengan menggunakan rancangan yang licik, sulit dideteksi, mereka beroperasi dengan menggunakan kekuatan politik dan militer yang telah tersedia.

Hempher adalah salah satu dari sekian ratus mata-mata yang dikirim ke negara tujuan oleh kementrian ini, menjebak seorang muslim yang bernama Muhammad Annajd di Basroh,

menyesatkannya selama bertahun-tahun dan menggiringnya mampu mendirikan satu aliran yang bernama Wahhabi pada tahun 1125 H (1713 M). Kemudian mengumumkan secara resmi aliran itu pada tahun 1150 H.

Hempher adalah seorang missionaris Inggris yang telah menandatangani suatu tugas untuk melakukan kegiatan mata-mata di Mesir, Iraq, Iran, Hijaz dan Istambul, pusat kekhalifahan Islam, menyesatkan muslim dan bekerja untuk Kristen yang sesuai dengan maksud Kementrian Persemakmuran. Betapapun biaya dan tenaga yang mereka curahkan untuk menghancurkan Islam, cahaya Allah tidak akan padam.

Karena Allah telah mengatakan dalam surat al-Hijr ayat sembilan (yang artinya): Sesungguhuya Kamilah yang benar-benar memeliharanya.” (Orang-orang kafir tidak akan bisa menodai, mengubah atau pun mengotorinya.

Mereka tidak pernah bisa memadamkan cahaya Allah.

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah ke pada kekasihNya, nabi Muhammad saw sedikit demi sedikit dlam waktu dua puluh tiga tahun melalui Malaikat Jibril. Abubakar adalah khalifah pertama yang menghimpun menjadi satu kitab yang bernama Mushaf. Nabi Muhammad saw menerangkan keseluruhan Al-Qur’an kepada para sahabatnya. Para Ulama mencatat keterangan yang mereka dengar dari para sahabat Nabi. Beribu-ribu Tafsir Al-Qur’an diterbitkan di banyak negara. Semua copy Al- Qur ‘an yang ada di seluruh dunia saat ini adalah autentik, asli. Tidak ada perbedaan antara satu copi Al-Qur’an dengan copi Al-Qur’an lainnya. Sampai menjelang abad ke empat belas, muslim mengikuti apa yang diajarkan Al-Qur’an dan telah membuat kemajuan di bidang sience, politik, budaya, seni dan perdagangan. Mereka bisa mendirikan negara-negara besar. Setelah terjadi Revolusi Perancis pada tahun 1204 H (1789 M), pemuda Eropa menunjukkan tingkah laku yang tidak bermoral, kejam dan melakukan perampokan. Banyak kebohongan dilakukan oleh gereja-gereja dan para pendeta, dan sebagai akibatnya, sebagian dari generasi muda tersebut menjadi muslim, sementara yang lain menjadi ateis.

Semakin mereka menjauhi doktrin Kristen semakin mereka memperoleh kemajuan dalam sience dan teknologi. Karena doktrin Kristen merupakan rintangan bagi kegiatan dan kemajuan dunia. Sementara sejumlah generasi muslim mempelajari buku-buku yang ditulis para pemuda yang berisi kritikan terhadap doktrin Kristen, kebohongan keyakinan dan fitnah yang dilakukan para missionaris Inggris terhadap Islam, menjadikan generasi muslim mengabaikan konsep yang diajarkan Islam. Karena menjauhi konsep Islam, maka mereka mulai mundur dalam saince, sebab salah satu prinsip yang diperintahkan Islam adalah bekerja untuk kemajuan dunia.

Kebijakan pemerintah Inggris pada pokoknya didasarkan pada satu cara bagaimana bisa mengeruk kekayaan alam dunia, terutama kekayaan alam yang ada di Afrika dan India, mempekerjakan penduduk pribumi tanpa ada rasa manusiawi dan kemudian mengangkut seluruh hasil kekayaan alam tersebut ke lnggris. Orang-orang yang merasakan diuntungkan dengan munculnya Islam, agama yang memerintahkan keadilan, saling menyayangi dan menyuruh menyantuni yang papa, berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap kekejaman dan kebohongan yang dilakukan Inggris.

Kami menyajikan buku ini dalam dua unit.

Unit pertama yang terdiri dari tujuh bagian mengungkapkan fitnah dan kebohongan yang disebarkan oleh mata-mala Inggris. Fitnah-fitnah tersebut dirancang dengan sedemikian rupa oleh Inggris dengan satu tujuan untuk meruntuhkan kekuatan Islam yang dipandang sebagai penghalang terhadap tujuan mereka menguasai dunia.

Unit ke dua mengemukakan bagaimana akal busuk Pemerintah Inggris dalam menerapkan rencana jahat yang mematikan di wilayah-wilayah kekuasaan Islam bagaimana mereka sampai berhasil dalam usaha meruntuhkan secara total Kesultanan Delhi India dan kekhilafahan Turki Utsmani, Istambul. Tentang bagaimana orang Yahudi dan Inggris menyerang Islam, bisa dibaca dalam sebuah buku berjudul “Haqiqatul Yahud” yang ditulis oleh Fuad bin Abdurrahman Rufai, yang diterbitkan oleh Maktabatus Shahabatul Islamiyah di Kuwait-Safat-Salimiyah. Buku ini membeberkan dengan menunjukkan dokumen-dokumen yang akan menyadarkan umat Islam yang terperangkap oleh aliran Wahhabi dan juga membenarkan keterangan yang dikeluarkan oleh para Ulama Sunni.

(bersambung)

TINGGALKAN KOMENTAR