Manfaat Puasa

Manfaat Puasa

BAGIKAN

puasa-ramadhan-2013

Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan KESEHATAN. Jika kita dapat mendalami dan menghayati lebih dalam apa yang telah disyari’atkan beliau Nabi saw tentang puasa, Insya Allah akan sangat bermanfaat, baik secara dzohir dan batin. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1) Sebagai perwujudan rasa syukur kita pada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Hikmah ini terdapat pada semua jenis ibadah, karena pada hakikatnya semua ibadah adalah ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya. Sebagaimana firman Allah:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ( إبراهيم: 34)

Artinya: ”Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, maka tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (Ibrahim: 34).

2) Mengajari jujur dalam mengemban tugas Amanah, karena puasa adalah amanah yang telah diwajibkan Allah swt kepada hambanya untuk dilakukan.

3) Mengajari diri seseorang untuk membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu cara menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama. Allah SWT telah berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة:183

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah: 183)

4) Untuk membedakan antara NAFSU manusia dan hewan, karena hewan dan manusia sama-sama mempunyai keinginan Nafsu untuk makan dan minum serta melepaskan hasrat seksualnya. Maka dengan berpuasa ada perbedaannya, karena puasa juga dapat mematahkan dan menundukkan nafsu seksual. Sebagaimana Hadist Nabi saw: “Wahai para pemuda ! siapa diantara kalian mampu atas biaya pernikahan, maka menikahlah ! sesungguhnya menikah itu lebih bisa menjaga kemaluan dan pandangan. Barang siapa yang tidak mampu, maka berpuasalah ! karena sesungguhanya puasa itu sangggup mengendalikan hawa nafsunya”. (HR. Bukhory dan Muslim).

5) Termasuk manfaat puasa secara sosial adalah membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan Kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan. Sebagaimana ia juga menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.

6) Puasa jika ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

 

اَلْمَعِدَّةُ بَيْتُ الدَّاءِ وَالْحَمِيَّةُ رَأْسُ الدَّوَاءِ

Artinya: “Perut adalah tempat penyakit, dan panasnya berpuasa adalah pokok dari obat”.

7) Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, baik dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, mematahkan nafsu yang mendorong berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

8) Puasa dapat Mencerdaskan akal pikiran, sebagaimana Hadsit Nabi saw:

 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ جَاعَ بَطْنُهُ عَظُمَتْ فِكْرَتُهُ وَفَطَنَ قَلْبُهُ.

Artinya: “Barang siapa yang perutnya kosong (lapar karena berpuasa), maka agunglah akal pikirannya dan bersih (hidup) hatinya”.

9) Di antara manfaat Puasa juga sebagai sarana mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir. Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah. Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan berfikir.

10) Orang kaya akan menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas dirinya. Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak pula menikah. Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal-hal tersebut pada saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya. Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang-orang yang sama sekali tak dapat menikmatinya. Ini akan mengharuskannya mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka.

11) Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan Pembuluh Darah yang merupakan jalan masuknya syetan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa.

Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa

Kemanfatan puasa ini telah termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa’i dari shahabat Abu Umamah:

 

عَنْ أَبُوْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ مُرْنِي بِأَمْرٍ يَنْفَعُنِي اللهُ بِهِ قَالَ عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ

( رواه النسائي)

Artinya: “Dari Abu Umamah Al-Bahilyi berkata, Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa”. (HR. An-Nasa’i).

 

Wallahu ‘alamu

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR