Kontraversi Ulama Wahabi/Salafi

Kontraversi Ulama Wahabi/Salafi

BAGIKAN

(Bongkar lagi..)
Al Hamdulillah berkat Hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keseriusan teman teman dalam menunjukkan kerancuan  PROPAGANDA WAHABI/SALAFI YG MENIPU PARA PEMUDA (AWAM), lagi lagi di temukan sesuatu yang sangat melucukan dan menggelikan………………….
Kita tahu ada kelompok minoritas yaitu wahhabi Salafi yang suka menysirik-syirikkan umat muslim yang berziarah ke makam seorang yang dikenal wali Allah SWT, ketika sebagian saudara kita menyentuh makam atau tanahnya dengan niat ngalap berkah dengan perantaraan shohibul maqom tersebut, maka lantas dengan semangat kelompok minoritas ini mensyirik-syirikkannya bahkan sampai ada yg tega mengkafir-kafirkannya.Tapi coba lihat ucapan seorang ulama mereka sendiri yang bernama Zahir Asy-Syawis di dalam kitabnya yang berjudul ‘ Ar-Raddu Al-Wafir ‘ala man za’ama bianna man summiya bi-ibni Taimiyyah kafir “ halaman : 135. Menunukkan ajaran mereka yang syubhat, amburadul dan tidak konskwen dan sering menimbulkan Perang Sesat Kembali Terjadi Antar Salafi.

Dalam kitab tersebut diceritakan satu kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hajji dari Al-Baththoihi Al-Muzzi berikut ini dsimana cerita ini Ibnu Taimiyah Membungkam wahabi:

“ Ketika aku masih muda, dan putriku terkena penyakit mata. Aku memiliki keyakinan pada Ibnu Taimiyah. Beliau juga sahabat ayahku dan sering berkunjung pada ayahku. Maka aku berkata dalam hati “ Aku akan dating ke makam Ibnu Taimiyah dan mengambil tanah untuk aku jadikan cela mata putriku, akrena putriku sudah lama sakit mata dan cela apapun belum bisa menyembuhkannya. Maka aku dating ke kuburan Ibnu Taimiyah lalu aku melihat seorag dari Baghdad sdang mengumpulkan tanah kubur beliau.
Lalu aku bertanya kpdanya “ Apa yang sedang kau lakukan ? “
Ia menjawab “ Aku mangambil tanah Ini untuk aku jadikan celak bagi anak-anaku yang sedang sakit mata “.
Lalu aku bertanya lagi “ Apakah bermanfaat ?”
Ia menjawab “ Ya, dan ini sungguh mujarrob “. Maka aku brtambah yakin atas tujuanku datang ke sini, lalu aku mngambil tanah kubur Ibnu Taimiyah dan aku jadikan celak lalu kugunakan pada putriku yg sedang tidur, maka sembuhlah “. (Kitab Ar-Raddu Al-Wafir halaman : 135)

Demikianlah sekelumit kontro versi Ulama Wahhabi/Salafy yang antara satu sama lain saling menyerang dan menyesatkan, tak heran dalam kelompok mereka sering terjadsi dsistorasi sejarah, namun SEJARAH WAHABI BERDASARKAN KITAB KARYA TOKOH WAHABI cukup menjadi bukti betapa memang sekte itu banyak melakukan penyimpangan sejarah, bahkan Lenyapnya Teks Ibnu Taymiyyah Yang Menafikan Arah Bagi Allah sudah umum dsiketahui.

6 KOMENTAR

  1. Ngalap barkah ????? hhiiiii syirik kok diikuti ….
    Ginan kalu kita shalat jamaah saja di mesjid … dari pada ke makam makam yang ngga jelas ……
    Ke makam nabi saja kita hanya dicontohkan mendoakan nabi …
    mendingan ” ngelap berkah” dengan membaca quran .. dari pada ngelap berkah ke makam >>>>>>>

  2. AMPUTASI PERKATAAN ADALAH SALAH SATU PEKERJAAN WAHABI.
    JANGAN HERAN KLO KAGAK NYAMBUNG, FAKTA DALAM BERITA WAHABI TUKANG MEMELESETKAN PERKATAAN ULAMA DG MENSYARAH,MENTAHQIQ KITAB2 KARYANYA.

  3. Ilmu adalah (perkara) yang paling berhak untuk dicurahkan waktu padanya. Dengan ilmu, hati akan hidup dan amalan akan berkembang. Allah yang Maha Suci nama-nama-Nya telah menyanjung para ulama yang mengamalkan ilmunya dan mengangkat kedudukan mereka di dalam kitab-Nya yang memberi penjelasan. Allah Swt berfirman : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS Az-Zumar : 9) dan Allah Swt berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Mujadalah : 11).
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar! Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.(QS. Al-Ahzab : 70-71)

TINGGALKAN KOMENTAR