Konspirasi Ilahiah

Konspirasi Ilahiah

BAGIKAN

Konspirasi, fitnah, dajjal, sexi

Konspirasi Ilahiah hanya sebuah judul daripada inti dan maksud tulisan kali ini:

ADA sebentuk arogansi tersirat ketika seseorang / golongan terkena persoalan, entah itu kebanjiran, sakit, kecelakaan, atau kasus korupsi,  lantas ia menyebutnya sebagai musibah atau ujian dari Allah, sedangkan jika orang / golongan lain yang terkena lantas lekas-lekas disebut azab. Ini sama artinya secara tersirat mengklaim bahwa dirinya lebih beriman ketimbang orang lain, sebab suatu bencana atau masalah biasanya disebut ujian jika menimpa orang yang (dianggap) bersih, dan disebut azab atau murka Tuhan jika menimpa orang yang dianggap zalim atau pendosa. Dengan kata lain, ada perasaan superioritas keimanan ketimbang pihak lain. Atas dasar ini, pihak yang tidak sepaham dengannya biasanya segera dicap sebagai musuh atau orang-orang calon penghuni neraka. Agaknya Konspirasi Ilahiah dalam sebuah peristiwa sangat sulit dijangkau oleh orang yang sombong.

Tetapi bagaimana jika masalah itu timbul sebagai akibat kelakuan sendiri? Apabila arogansi keimanan ini begitu tebal, dan saat fakta tampak relatif terang dan menunjukkan ada unsur kesalahan, maka orang akan berusaha berdalih dengan cara mencari kambing hitam: bahwa ini adalah konspirasi, bahwa ini adalah rekayasa yahudi, ini adalah konspirasi umum untuk menghancurkan, bahwa kami dizolimi, bahwa kami difitnah. Bukannya instropeksi, atau menyadari adanya konspirasi Ilahiah yang sengaja turun demi membukakan kebenaran, namun justru sibuk mencari dalih menyelamatkan citra, sembari menambah frekuensi menyebut-nyebut nama Tuhan atau menyodorkan berjubel-jubel dalil  atau ayat berdasarkan tafsirannya sendiri yang disesuaikan dengan kepentingan golongannya, sekali lagi konspirasi Ilahiah sangat sulit disadari oleh orang yang terlalu membela gengsi — apakah ini bukan namanya memperalat ayat demi kepentingan golongan? Wa Allahu a’lam, namun kepongahan iman sering tampak dalam sikap hasrat memonopoli tafsir, memonopoli pespektifnya yang paling sahih, sembari mengabaikan atau bahkan menolak sama sekali kemungkinan adanya kebeneran dari perspektif lain.

Dalam kasus apapun, orang yang bergantung pada pencitraan biasanya mudah tersinggung jika citranya tercoreng. Seperti kasus belakangan yang menimpa partai yang mengklaim paling bersih,  Jika memang benar dan bersih, mengapa begitu sibuk menuduh sana-sini, bukannya menyerahkan saja pada hukum? Tetapi kadang selalu ada dalih: bahwa hukum sudah dibeli, bahwa hukum sudah dikuasai mafia. Ini boleh jadi benar, namun jika memang merasa yakin bahwa dirinya benar, bersih dan beriman, mengapa mesti berlebihan dengan tuduh konspirasi sana tuduh konspirasi sini tanpa bukti? kenapa tidak segera menyadari bahwa ada konspirasi Ilahiah yang bersifat rahasia?

Tentu boleh-boleh saja mengklaim bahwa persoalan yang mengancam adalah konspirasi dari musuh, dan tentu terserah saja mengaku paling benar sehingga bahkan ketika ditangkap dengan beberapa bukti, masih saja mengklaim itu fitnah. Jika ada beberapa bukti namun masih saja dituduh memfitnah, bukankah lebih fitnah lagi jika menuduh pihak lain sebagai pelaku konspirasi tanpa memberikan bukti yang kuat? Tidakkah terpikir bahwa, boleh jadi, selalu ada kemungkinan ini adalah konspirasi yang dilakukan justru oleh Tuhan sendiri untuk menghukum/mengazab mereka, atau denbgan kata lain konspirasi ilahiah telah datang diatas konspirasi konspirasi yang pernah mereka lakukan?

Kadangkadang, arogansi keimanan membuat lupa, menyebabkan orang mengkultuskan individu atau golongan, seolah-olah “kita tidak pernah salah” dan “mereka selalu salah.” Jika memang yakin pada pertolongan Allah, mengapa harus mencari kambing hitam yang bahkan belum jelas benar atau tidaknya? Agak aneh memang, mengklaim diri difitnah sembari balik melontarkan tuduhan fitnah tanpa bukti untuk membela “syahwat kekuasaan dan kepongahan iman” — Ingatlah bahwa konspirasi Ilahiah itu ada, Firman Allah:

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ‏ ‏[‏سورة الأنفال‏:‏ آية ‏30‏]

“Dan mereka telah melakukan konspirasi, dan Allah membuat konspirasi, dan Allah sebaik baik pembuat Konspirasi”

:: Mbah Kanyut

TINGGALKAN KOMENTAR