KHILAFIYAH DALAM MADZHAB

KHILAFIYAH DALAM MADZHAB

BAGIKAN

cooltext870913963

Tidak jelas entah sejak kapan Ummat Islam mulai suka membicarakan dan memperdebatkan masalah masalah yang memang sejak awal terbentuknya beberapa madzhab telah ada khilafiyah, dan bahkan masalah khilafiyah itu bisa dikatakan sebagai ciri khas dan bisa jadi membuat solusi untuk Muslimin pada umumnya.

Kaum Muslimin zaman sekarang justru lebih hoby membawa masalah khifiyyah ini kepermukaan untuk memojokkan, menghina dan menebarkan perdebatan tanpa ujung di kalangan kaum muslimin sendiri, efek dari pada itu kita lihat, mereka justru sibuk dalam masa dimana ummat lain telah mencapai kemajuan dibidang lain.

 

Masalah Khilafiyyah adalah masalah furu’ atau cabang,dimana akan selalu terdapat perbedaan atau selisih pendapat antara Mujtahidin dalam qodliyyah-qodyiyahnya yang nanti juga akan mempengaruhi keputusan ijtihadnya.

 

Tegasnya bahwa Dilalah dalilnya kepada hukum adalah dhon dan bukan Qoth’i.

 

Masalah-masalah yang tidak di sepakati Mujtahidin disebut masalah IJTIHADIYYAH, KHILAFIYYAH, FURU’IYYAH. Sedangkan masalah yang disepakati oleh Mujtahidin dinamakan masalah ITTIFAQIYYAH,atau IJMA’.

 

Contohnya dalam kitab “Rohmat Al-Ummah fii Ikhtilaafi Al-Aimmah,pada Hamisy Mizan Al-Kubro Juz 1 halaman 17 di katakan:

 

ويجزئ في مسح الرأس في الوضواِ عند الشافعي ما يقع عليه الاسم ولا تتعين اليد للمسح.وقال مالك واحمد في اظهر الروايات عنه يجب مسح جميع الرأس وعن ابي حنيفة روايتان اشهرهما انه لا بد من مسح ربع الرأس بثلاثة من أصابعه حتي لو مسح باصبعين ولو جميع الرأس لم يجزه.

 

“dan  Imam Syafi’i RA menganggap cukup mengusap/menyeka kepala dengan mengerjakan sesuatu yang bisa dikatakan sebagai pekerjaan mengusap, dan tidak  harus dengan tangan sebagai pernyataan untuk mengusap. Dan berkata Imam Malik RA dan Imam Ahmad RA dalam sebuah riwayat yang jelas darinya bahwa  wajib mengusap seluruh kepala. Dan dari dua riwayat Abu Hanifah RA  yang paling masyhur dari keduanya adalah Bahwa sudah seharusnya jika menyapu itu adalah  menyapu seperempat dari kepala dengan tiga jarinya, sehingga jika sesorang  hanya menyeka/menyapu/mengusap dengan dua jari tangan saja, walaupun telah merata keseluruh kepala,tidaklah dianggap cukup”.

 

Maka Ikhtilaf Para A’immah ini justru menjadi Rohmat bagi kita sekalian.Syeikh Ibnu Ruslan dalam Zubadnya bersyair;

 

والشافعي ومالك نعمان <> واحمد بن حنبل سفيان

 

وغيرهم من سائر الأئمة <> على هدى والاختلاف رحمة

 

Dan Imam Syafi’i,Imam Malik,Nu’man yaitu Imam Hanafi,serta Imam Ahmad Bin Hambal dan Imam Sofyan Atstsauri dan lain daripada mereka itu yang terdiri dari Imam imam adalah berada dalam petunjuk Tuhan Mereka,yaitu Gusti Alloh,sedangkan Ikhtilaf Mereka adalah Rohmat,(Rodliyallohu ‘Anhum).

 

Tersebut pula dalam kitab Ad-duroor Al-Muntatsiroh fii Ahaaditsi Al-Musytashiroh,Al-Imam Jalaluddin ‘Abdurrohman as-Suyuthi pada Hamisi Al-Fatawaa Al-Haditsiyyah halaman 14;

 

عن عمربن عبد العزيز قال:ما سرني لو اصحاب محمد لم يختلفوا لأنهم لولم يختلفوا لم تكن رخصة.

 

“diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul ‘Aziz,ia berkata;tidaklah menyenangkan daku jika sekiranya para Shohabat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam tidak berselisih Pendapat,karna bahwa sekiranya mereka tidak berselisih pendapat tidaklah diperoleh Rukhshoh(keringanan).

TINGGALKAN KOMENTAR