KHAWARIJ

KHAWARIJ

BAGIKAN

Awal Pergerakan Khawarij 

Pada enam tahun kehalifahan Sayyidina ‘Utsman, keadaan baik baik saja, namun setelah itu beliau dianggap banyak melakukan nepotisme dengan banyak mengganti para pejabat dari kerabatnya.

Gelombang demonstran berkali kali protes ke Madinah, berkali kali juga mereka dipatahkan hujjahnya dan kembali ke wilayah masing masing, hingga pada detik detik Syahidnya Sayyidina Utsman dimana Demonstran dari Kuffah yang dipimpin oleh Asytar Nakh,i, yang dari Bashroh dipimpin oleh Hakim bin Jabala, Orang orang Mesir dipimpin oleh Ghofiqi bin Harb dan Abdulloh bin Sabak mampu mempengaruhi tuntutan salah satu dari mereka, yaitu mengganti gubernur mesir  Abdulloh bin Abi Saroh (saudara sesusu dan sepupu Sayyidina Utsman dari ibu) pengganti gubernur Amru bin Ash yang diangkat oleh Sayyidina Umar.

Ada cerita menarik mengenahi Abdulloh bin Abi Saroh ini, beliau ini termasuk sahabat yang pernah akan dihukum mati pada fathu makkah oleh Rosululloh karena telah murtad dan bergabung dengan pasukan kaum Musyrikin, banyak kitab tafsir yang menjelaskan ini.

حدثنا : أحمد بن محمد المروزى ، حدثنا : علي بن الحسين بن واقد ، عن أبيه ، عن يزيد النحوي ، عن عكرمة ، عن إبن عباس ، قال : كان عبدالله بن سعد إبن أبى سرح يكتب للنبى (ص) ، فأزله الشيطان فلحق بالكفار ، فأمر به رسول الله أن يقتل ، فإستجار له عثمان بن عفان فأجاره رسول الله (ص) ، ورواه النسائي من حديث علي بن الحسين بن واقد

“………….Dari Ibnu Abbas berkata: Abdulloh bin Sa’d bin Abi Saroh adalah penulis wahyu Nabi, kemudia setan menggodanya, maka ia bergabung dengan para kuffar, maka Rosululloh memerintahkan untuk menghukumnya, maka iapun meminta perlindungan kepada Utsman bin Affan, maka kemudian Rosulullohpun melindunginya” (HR. Annasai dari hadits Ali bin Husain bin Waqid)

Tetapi dalam salah satu riwayat yang lain disebutkan bahwa Abdulloh bin Abi Saroh telah taubat dan telah menunjukkan keislamannya yang baik.

Sayyidina Utsman ahirnya memutuskan Muhammad bin Abi Bakr anak angkatnya Sayyidina Ali untuk menggantikan Abdulloh bin Abi Saroh, dengan berbekal surat resmi dari Khalifah, berangkatlah ketiga orang Ghafiqi, abdulloh bin sabak dan Muhammad beserta rombongan menuju mesir, namun di tengah jalan mereka memergoki seorang kurir yang mencurigakan, dan setelah digeledah ternyata ada surat berstempel kehalifahan untuk gubernur mesir Abdulloh bin abi saroh yang isinya agar setelah ketiga orang tersebut sampai kemesir untuk dibunuh.

Marahlah mereka, dan kembali ke Madinah dengan lebih gegap gempita mencaci maki Sayyidina Utsman. Dan anehnya rombongan dari Kuffah dan Bashroh juga menemui hal yang sama, dan merekapun ahirnya sama sama kembali ke madinah.

Namun setelah diperiksa, ternyata surat tersebut disinyalir palsu, indikasi kuat, tulisan dalam surat tersebut adalah milik Marwan bin Hakam sekertaris kehalifahan dan sepupu sekaligus ipar Khakifah sendiri.

Para demonstran menuntut agar menyerahkan Marwan, namun Khalifah tidak mengijinkan walaupun pada saat itu marwan berada di rumah sang Khalifah sebelum semuanya terbukti dengan kuat.

Bersambung

TINGGALKAN KOMENTAR