Keyakinan-Keyakinan Syi’ah

Keyakinan-Keyakinan Syi’ah

BAGIKAN

Keyakinan-Keyakinan  Syi'ah

Muhammad Al-Mas’udi, salah seorang ‘ulama Syi’ah mengatakan dalam kitabnya Al-Asrarul Fathimiyah Hal.98: “Kalau bukan karena ‘Ali tidak akan diciptakan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kalau bukan karena Fathimah tidak akan diciptakan keduanya.”
1. Ahlus Sunnah menurut Syi’ah adalah najis.

Berkata Ruhullah al-Musawi: “Sedangkan Nashib (Ahlus Sunnah) dan khawarij dilaknati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keduanya adalah najis tanpa diragukan.” (Tahriru al-Wasilah, I/118. Beirut).

Berkata Syaikh mereka al-Majlisi: “Nuh Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam membawa babi dan anjing dalam kapalnya dan tidak membawa anak zina. Dan nashib (Ahlus Sunnah) lebih jahat dari anak zina.”
2. Harta dan darah Ahlus Sunnah di sisi Syi’ah

Berkata Muhammad bin Ali Babawaihi al-Qummi, dia meriwayatkan dari Daud al-Farqad: “Aku bertanya kepada Abu Abdullah ‘Alaihissalaam :

Bagai-mana pendapat Anda tentang membunuh an-Nashib (Ahlus Sunnah)?” Ia menjawab:

“Halal darahnya, akan tetapi lebih aman bila anda sanggup menimpuk-nya dengan tembok atau membenamkan ke da-lam air supaya tidak ada saksi.”

Aku bertanya lagi: “Bagaimana dengan hartanya?” Ia menjawab:

“Sikat saja semampumu.” (‘Ilal asy-Syara’I hal 601. Nejef).
3. Sikap Syi’ah terhadap empat Imam madzhab

Jika Syi’ah menampakkan penghormatannya terhadap keempat imam madzhab, maka itu hanya dalam rangka taqiyah.
Muhammad Ridha ar-Ridhawi berkata :

“Sekiranya pengaku-pengaku Islam dan Sunnah mencintai Ahlul Bait tersebut dan mereka tidak akan mengambil
ketentuan-ketentuan hukum agama mereka dari orang-orang yang menyimpang, seperti Abu Hanifah, Syafi’i, Malik dan Ibnu Hambal.” (Kadz-dzabu ‘Alaa Syi’ah, hal. 279. Teheran).
4. Semua sanad dan riwayat Syi’ah pasti bertentangan dengan yang lain

Berkata as-Sayyid Dalhar Ali al-Ludnawi: “Hadits-hadits yang berasal dari para imam ini amat beragam. Hampir tidak dijumpai satu hadits pun melainkan ada lagi hadits lain yang mena-fikan. Dan hampir tidak ada kesepakatan riwayat, kecuali terdapat riwayat lain yang bertentangan.” (Asasu al-Ushul hal. 51. Lucknow-India).
5. Imam Mahdi Syi’ah memerintah dengan syari’at Daud, bukan syari’at Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam.

Ash-Shadiq mengutip riwayat dari Abu Ja’far yang berkata:

“Bila imam ghaib datang, ia akan memerintah dengan hukum Daud. Ia tidak meminta penjelasan.”(Tarikh Ma Ba’da Dzuhur, hal. 728 & 810. Beirut).

Dalam kitab yang sama, berkata Ash-Shadiq: “Dunia tidak akan berakhir sebelum keluar seorang pria dari kalanganku yang akan memerintah dengan syari’at Daud.”
6. Kekuasaan imamnya menyamai kekuasaan Allah.

Abu Abdullah mengatakan: “Sesungguhnya Dunia dan Akhirat adalah milik imam. Ia letakkan dimana saja boleh sesuai kehendaknya dan diberikan kepada siapa saja menurut kehendaknya. Karena itu adalah merupakan mandat dari Allah.” (Ushul al-Kaafi hal. 259 Bab al-Ardhu Kulluhu lil Imam).
7. Imam mereka mengetahui yang ghaib

Abu Abdullah berkata: “Sesungguhnya saya mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan saya mengetahui segala yang ada di surga dan apa yang ada di Neraka, dan saya mengetahui segala yang belum dan akan terjadi.” (Ushul al Kaafi hal. 160).
8. Penghinaan terhadap Isteri-Isteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam

Dalam kitab Haqqul Yaqin, Muhammad Baqir al-Majlisy hal. 519, disebutkan dalam bahasa Perancis yang terjemahannya adalah:

“Dan aqi-dah kita (Syi’ah) adalah bebas dari empat ber-hala: Abu Bakar, Umar, Utsman dan Mu’awiyah. Dan bebas dari empat berhala wanita: Aisyah, Hafsah, Hindun dan Ummul Hakam. Serta bebas pula dari pengikut dan pendukung mereka. Sesungguhnya mereka adalah sejelek-jelek makhluk ciptaan ALLAH dimuka bumi.”
9. Penghinaan kepada para Khalifah selain Ali

al-Majlisi menyebutkan: “Sesungguhnya Abu Bakar dan Umar keduanya adalah Fir’aun dan Haman.” (Haqqul Yaqin hal. 367).
10. Menghalalkan meminjamkan tubuh wanita

Abu Ja’far Muhammad Ibnu Hasan At-Thusi menyebutkan dari Muhammad bin Muslim dari Abu Ja’far, ia berkata:

Aku tanyakan kepadanya:

“Halalkah laki-laki meminjamkan pada temannya tubuh puterinya untuk disetubuhi?” Jawabnya:
“Boleh. Bahwa halal bagi dia sebagaimana halal bagi temannya meminjamkan kemaluan putrinya untuk disetubuhi.” (Al-Istibshar Juz III hal. 136).

Muhammad Ibnu Mudharrib berkata: Berkata kepadaku Abu Abdullah: “Hai Muhammad, ambillah putri ini untuk melayanimu dan untuk kamu setubuhi. Maka bila kamu telah selesai menyetubuhinya, kembalikan dia kepadaku.” (Al Istibshar Juz III hal. 136 dan dalam Furu’ul Kaafi hal. 200).

“Allaahumma! Ampunilah hamba dari terlalu banyak menulis ucapan-ucapan kotor
dan menjijikkan ini.”
PENGHINAAN SYI’AH THD AHLUL BAIT

Penghinaan Syi’ah Terhadap Al-Hasan bin ‘Ali lagi lagi…..
Penghinaan demi penghinaan, pelecehan demi pelecehan terus mereka lontarkan kepada Rasulullah dan para shahabatnya, termasuk didalamnya Ahlul bait tercinta seperti Fathimah dan lainnya. Kali ini, giliran Al-Hasan bin Ali yang dijuluki Rasulullah sebagai pemimpin pemuda ahlil jannah yang mendapatkan ‘jatah’. Salah seorang ulama’ terkenal mereka bernama Al-Kisysyi dalam kitabnya Rijalul Kisysyi hal.103 berceloteh:

“Sesungguhnya Al-Hasan bin ‘Ali telah menghinakan kaum mukminin, karena ia mau memba’iat Mu’awiyah.”

Subhanallah, Al-Hasan disebut seorang yang membuat hina kaum mukminin hanya karena alasan mau membai’at shahabat Mu’awiyah radhiallahu ‘anhum wa ardhahum.

Kalau mereka sadar, justru disitulah letak keistimewaan Al-Hasan, dan disitu pulalah letak benarnya berita yang disebutkan Rasulullah dalam sabdanya: “Anakku ini adalah pemimpin, Semoga Allah mendamaikan melalui dia (Al-Hasan) dua kelompok besar muslimin .” Maksudnya adalah Ali dan Pasukannya beserta Mu’awiyah dan pasukannya.

Terbukti dengan sikap beliau ini kaum muslimin yang ketika itu dalam keadaan menyedihkan menjadi satu diatas satu pemimpin, tidak ada lagi pertumpahan darah dan saling membenci antara mereka. Sehingga tahun itu disebut ‘amul jama’ah (tahun persatuan).
Maka dari sini kita tahu kebathilan ucapan Al-Kisysyi, salah seorang ulama’ syi’ah tersebut. Karena justru dengan perbuatan Al-Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhu umat islam menjadi jaya dan mulia kembali.

Saudaraku, saya menyebutkan hal ini semata-mata -insya Allah- karena menginginkan kebaikan untuk kaum muslimin yang belum atau tidak memahami hakekat sebenarnya ajaran syi’ah.

Terserahlah saya mau dibilang apa, namun yang saya sebutkan diatas adalah bersumber dari kitab-kitab ulama syi’ah sendiri. wallahu a’lam

Kata Mereka: “Ali Lebih Dulu Masuk Surga dari Nabi” Kedustaan demi kedustaan dan penghinaan demi penghinaan terhadap Rasulullah terus mereka lancarkan. Sikap berlebihan atas Ali juga terus mereka munculkan.

Kali ini kita akan saksikan sikap lancang mereka terhadap Rasulullah dan sikap berlebihan mereka terhadap Ali.

Ulama Syi’ah bernama Ibnu Babawaih Al-Qummi dalam kitabnya ‘Ilalusy Syara-i’ Hal.173 Bab:137 meriwayatkan dengan sanadnya dari Ali bahwa Rasulullah berkata kepadanya: “Kamu orang pertama yang akan masuk surga?” Akupun bertanya, ‘wahai Rasul, aku memasukinya sebelum engkau?’ beliau menjawab: “Ya, kamu adalah pemilik benderaku di akhirat sebagaimana kamu pemilik benderaku di dunia, dan pemegang bendera tentu berada didepan.”

Membaca hadits diatas bagi yang tidak memahami kandungannya adalah biasa-biasa saja. Padahal, didalamnya terdapat pelecehan besar terhadap pribadi Rasul. Karena didalam hadits yang shahih disebutkan bahwa beliau lah orang pertama yang akan memasuki surga kemudian di ikuti oleh umatnya.
Penghinaan Syi’ah Terhadap Rasulullah dan Fathimah

Al-Majlisi dalam kitabnya Biharul Anwar Juz.43 berkata:

Bab Tarikh Sayyidah Nisa-il ‘Alamin wa Bidh’ati Sayyidil Mursalin “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak tidur sampai mencium pipi bagian atas Fathimah dan meletakkan wajahnya di antara kedua payudara-nya kemudian mendo’akannya.”

Dalam riwayat lain: “Sampai mencium pipi bagian atas Fathimah atau (mencium) antara kedua payudaranya.”
Kata mereka, riwayat ini bersumber dari Al-Bagir dan Ash-Shadiq. Lihat Biharul Anwar Juz. 43, hal:19

Subhanallah…!!! Adakah bentuk penghinaan terhadap Nabi yang lebih parah daripada ini….
Penghinaan Syi’ah Terhadap Rasulullah dan Fathimah (2)

Heboh……………
Pada beberapa edisi lalu telah kita sebutkan penghinaan Syi’ah terhadap Rasulullah dan Fathimah, yaitu kata mereka bahwa Rasulullah tidak tidur sampai mencium pipi Fathimah dan antara kedua payudaranya. Ternyata tidak hanya sampai disitu, At-Tabrizi Al-Anshari dalam kitabnya Al-Lum’atul Baidha’ Hal.235 menambahkan: “Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengusap-usapkan wajahnya diantara kedua payudara Fathimah disetiap siang dan malam, juga menciuminya dan berlezat-lezat ketika menciuminya. Atas dasar ini, ia (Fathimah) disebut Raihana diri nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam….”
Sikap Berlebihan Syi’ah Terhadap Ali dan Fathimah
Muhammad Al-Mas’udi, salah seorang ‘ulama Syi’ah mengatakan dalam kitabnya Al-Asrarul Fathimiyah Hal.98: “Kalau bukan karena ‘Ali tidak akan diciptakan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kalau bukan karena Fathimah tidak akan diciptakan keduanya.”
Begitulah kata mereka, tidak tahu dari mana igauan bathil ini mereka dapatkan. Yang jelas, maknanya bathil semua. Selain terkandung sikap ghuluw terhadap Ali dan Fathimah, diwaktu yang sama juga ada unsur penghinaan terhadap pribadi mulia, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Ternyata aqidah bathil ini tidak hanya dianut oleh pendahulu mereka, tapi diteruskan oleh ulama mereka.
Semoga Allah menyelamatkan kaum muslimin dari bahaya Syi’ah dan aqidah Syi’ah. Amin……….
Syi’ah dan Klaim Mereka Sebagai Pengikut ‘Ali
Kaum Rafidhah mengklaim bahwa mereka mengikuti Ali radhiallahu ‘anhu, padahal beliau tidak mengkafirkan orang-orang yang ikut dalam perang Jamal dan Shiffin sedangkan Rafidhah mengkafirkan dan melaknat mereka…. sebenarnya, siapa yang mereka ikuti?!!!
Ibnu Tharif dari Ibnu ‘Ulwan dari Ja’far dari bapaknya bahwa Ali ‘alaihis salam pernah berkata kepada orang-orang yang memeranginya: “Sesungguhnya kami tidak memerangi mereka (‘Aisyah dan Mu’awiyah beserta pasukan keduanya) karena mengkafirkan mereka bukan pula karena mereka mengkafirkan kita. Namun, karena kami yakin bahwa kami diatas al-haq dan mereka juga yakin bahwa mereka diatas al-haq.
Ia juga berkata: “Sesungguhnya ‘Ali tidak pernah menisbahkan kepada seorangpun dari pihak yang memeranginya dengan kesyirikan atau kemunafikan, akan tetapi ia berkata: ‘Mereka adalah saudara kita yang berpaling dari barisan kita.” (Lihat kitab Biharul Anwar karya Al-Majlisi 32/324)
Syi’ah dan Klaim Mereka Sebagai Pengikut ‘Ali
Kaum Rafidhah mengklaim bahwa mereka mengikuti Ali radhiallahu ‘anhu, padahal beliau tidak mengkafirkan orang-orang yang ikut dalam perang Jamal dan Shiffin sedangkan Rafidhah mengkafirkan dan melaknat mereka…. sebenarnya, siapa yang mereka ikuti?!!!
Ibnu Tharif dari Ibnu ‘Ulwan dari Ja’far dari bapaknya bahwa Ali ‘alaihis salam pernah berkata kepada orang-orang yang memeranginya: “Sesungguhnya kami tidak memerangi mereka (‘Aisyah dan Mu’awiyah beserta pasukan keduanya) karena mengkafirkan mereka bukan pula karena mereka mengkafirkan kita. Namun, karena kami yakin bahwa kami diatas al-haq dan mereka juga yakin bahwa mereka diatas al-haq.
Ia juga berkata: “Sesungguhnya ‘Ali tidak pernah menisbahkan kepada seorangpun dari pihak yang memeranginya dengan kesyirikan atau kemunafikan, akan tetapi ia berkata: ‘Mereka adalah saudara kita yang berpaling dari barisan kita.” (Lihat kitab Biharul Anwar karya Al-Majlisi 32/324)
Hal yang serupa juga disebutkan dalam kitab Nahjul Balaghah 3/114

1 KOMENTAR

  1. Astaghfirulloh, kalau kepercayaannya benar seperti itu, maka benar-benar aliran tersebut LEBAY dan keterlaluan.

TINGGALKAN KOMENTAR