Kesunnahan Tawassul Menurut Kacamata Ulama

Kesunnahan Tawassul Menurut Kacamata Ulama

BAGIKAN

 

Kesunnahan TAWASSUL menurut kacamata ULAMA Ahlis-sunnah wa al-jama’ah

Lafadz TAWASSUL adalah masdar dari lafadz tawassala yg berakar kata dari lafadz al wasilah. Menurut Abdullah bin Abbas ra alwasilah adalah sesuatu yg dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Dari definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tawassul terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

1, Tawassul dengan amal ibadah

2. Tawassul dengan para anbiya’ wal mursalin

3.Tawassul dengan hamba hamba Allah yang shaleh dari para ulama dan Auliya’.

TAWASSUL DENGAN AMAL IBADAH:

Orang islam siapapun beranggapan akan kebolehan mendekatkan diri dengan amal amal shaleh. Orang yang berpuasa,shalat,bershadaqah, membaca al qur’an adalah bertawassul kepada Allah swt yang memang diperintahkan Allah swt dalam al qur’an:

يا ايها الذين امنوا اتقواالله وابتغوا اليه الوسيلة

“Wahai orang orang yang beriman bertqwalah kepada Allah dan carilah al wasilah kepada Nya”.(al qur’an)

TAWASSUL DENGAN PARA NABI .AS :

Tawassul adalah salah stu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan bertawajjuh(menghadap) Allah swt. Sudah jelas maqshud atau tujuan haqiqinya adalah Allah swt,adapun hal yang di tawassuli adalah perantara dan sarana untuk bertaqarrub kepada Allah swt. Maka siapapun orangnya yg meyaqini selain yang disebut di atas tentu dia telah berbuat syirik kepada Allah swt. Mengingat kedudukan dan martabat Nabi saw di sisi Allah swt seorang yang mulia dan agung,maka wajarlah kalau syari’at membolehkan bahkan menganjurkan tawassul dg perantara kemuliaan Nabi Muhammad saw sesuai dengan dalil dalil hadits yang shahih yang akan disebutkan di bawah ini:

NABI ADAM AS BERTAWASSUL DENGAN NABI MUHAMMAD SAW(sebelum wujudnya)

1. Ibnu Taimiyah meriwayatkan dua buah hadits, dia berkata: Abul faroj ibn aljauzy meriwayatkan hadits dengan sanadnya sampai Maisaroh ra:

لما خلق الله الارض واستوى الى السماء فسواهن سبع سموات وخلق العرش كتب على ساق العرش محمد رسول الله خاتم الانبياء وخلق الجنة التي اسكنها ادم وحواء فكتب اسمي على الابواب والاوراق والقباب والخيام وادم بين الروح والجسد . فلما احياه الله تعالى نظر الى العرش فراى اسمي فا خبره الله انه سيد ولدك فلما غرهما الشيطان تابا واستشفعا باسمي اليه (فتاوى ابن تيميه ج 2 ص 150)

Artinya:“ketika Allah menciptakan bumi dan beristiwa ke Langit kemudian menyempurnakan penciptaan tujuh langit dan menciptakan arsy ,lalu menulis di salah satu tiyang ‘Arsy lafadz ‘Muhammad Rosulullah penutup para Nabi ‘,kemusian Allah menciptakan sorga yg ditempatkan Adam dan Hawa’ lalu menulis Namaku di atas pintu pintu,dedaunan,qubah qubah dan tenda sedangkan Adam masih diantara ruh dan jasadnya,maka kemudian Allah swt menghidupkannya dan ia memandang ke Arsy serta melihat namaku,kemudian Allah swt mengkhabarkannya bahwa ia(Muhammad)adalah sayid/pemimpin dari anakmu,kemudian ketika Adam dan Hawa terbujuk rayu syaithan mereka bertaubat dan mohon pertolongan (kepada Allah)dg perantara NAMAKU”(fatawa ibn Taimiyah juz 2 hal 150)

2. Untuk memperkuat hadits diatas juga hadits imam al hakim di al mustadroknya imam ibnu Taimiyah meriwayatkan hadits lain dari syaikh ibn al faroj dg sanad sampai kepada Umar bin Khotthob ra :

لما اصاب ادم الخطيئة رفع راسه فقال :يا رب بحق محمد الا غفرت لي فاوحى اليه وما محمد؟ ومن محمد؟ فقال :يا رب انك لما اتممت خلقي رفعت راسي الى عرشك فاذا عليه مكتوب لااله الا الله محمد رسول الله،فعلمت انه اكرم خلقك عليك اذ قرنت اسمه مع اسمك فقال :نعم ….قد غفرت لك وهو اخر الانبياء من ذريتك ولولاه ما خلقتك…..(فتاوى ابن تيميه ج 2 ص 150)

Artinya:“ketika Adam tertimpa kesalahan ia menegadahkan kepalanya dan berkata: hai Tuhanku dengan perantara haq Muhammad maka ampunilah aku,kemudian Adam menerima wahyu dan dikatakan :ada apa dengan Muhammad? Saiapakah Muhammad? Lalu ia berkata: wahai Tuhanku ketika engkau menyempurnakan penciptaan diriku maka aku mengankatkan kepalaku ke arah arsy dan disana tertulis: Tidak ada Tuhan selain Allah,Muhammad adalah utusan Allah hingga aku mengerti bahwa dia adalah MAKHLUQMU YANG PALING MULIA karena engkau menyertakan namanya dengan NamaMU,kemudian Allah berfirman: ia betul,aku mengampunimu dan dia adalah Nabi yang terakhir dari anak cucumu,KALAU TIDAK ADA DIA MAKA KAU TIDAK AKAN AKU CIPTAKAN” (fatawa ibnu Taimiyah juz 2 hal 150)

3. Hadits tentang doa Nabi saw untuk Fathimah bint Asad (ibunda Ali bin Abi Thalib kw:

قوله صلى الله عليه وسلم….(اغفر لامي فاطمة بنت اسد ووسع عليها مدخلها بحق نبيك والانبياء الذين من قبلي) رواه الطبراني في الكبير وصححه ابن حبان وابن ابي شيبه عن جابر وابو نعيم في الحلية عن أنس

Artinya: “perkataan Nabi saw (ya Allah ampunilah ibuku fathimah binti Asad dan lapangkanlah tempat masuknya/haribaannya dengan perantara hak Nabimu dan para Nabi yg sebelumku) hr Atthabrany di mu’jam alkabir dan di shahihkan oleh ibnu Hibban,juga Al Hakim dr Anas bin malik ra,ibnu abi syaibah dar jabir ra dan abu nu’aim di al hilyah”

4. Hadits tentang seorang laki laki yang buta ke dua matanya dan dia memohon kepada Nabi saw untuk mendo’akannya lalu Nabi saw berkata :kalau kau mau maka aku mendo’akanmu dan kalau kau mau bershabarlah dan itu lebih baik. Laki2 tadi menjawab : do’akan aku ya Nabi saw,kemudian Nabi saw memerintahkannya untuk ber wudhu dan mengucapkan:

اللهم اني اسالك واتوجه اليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد اني اتوجه بك الى ربي في حاجتي لتقضى اللهم فشفعه في

Artinya: “ya Allah memohon kepada Mu dan aku menghadapMu dg perantara NabiMu untuk dipenuhinya hajatku ini ya Allah berikanlah syafa’atMu kepadanya untukku……lalu dia pulang dlam keadaan bisa melihat.(hadits tersebut diriwayatkan oleh Al Bukhary dalam tarikhnya,al hakim,ibnu Majah dan attirmidzy yang dianggap shahih)menurut ibnu taimiyah sekalipun,tawassul yang semacam ini adalah BAIK” (fatawa juz 3 hal 236).

Pertanyaan:

apakah kejadian tawassul diatas semasa Nabi saw hidup atau sesudah wafat? Jawab: tawassul semacam diatas bukan hanya semasa Nabi saw hidup saja,bahkan banyak tawassul seperti di atas dilakukan oleh para shahabat dan tabi’ien setelah Nabi saw wafat sebagaimana hadits riwayat Al hafidz Atthabrani,Al Hafidz Abdullah Al Maqdisy,Al Hafidz Almundziry,Al Hafidz Al Haitsamy dengan sanad yang shahih…..

TAWASSUL DENGAN SELAIN NABI SAW:

1.Umar bin alkhotthob bertawassul dengan Al Abbas bin Abdul Mutholib ra ketika terjadi kemarau berkepanjangan:

اللهم انا كنا نتوسل اليك بنبينا فتسقينا وانا نتوسل اليك بعم نبينا فاسقنا

Artinya: (Ya Allah,dahulu kita bertawassul kepadaMu dengan perantara Nabi kita kemudian Engkau sirami kami….dan sungguh sekarang kami bertawassul kepadaMu dengan paman Nabi Kami maka siramilah kami dengan hujan.) Hadits ini diriwayatkan oleh imam AL BUKHORI di SHAHIHNYA,bahkan al zubair bin Bakkar meriwayatkan kisah ini lebih mendetill.

TAWASSUL DENGAN KUBURAN NABI SAW:

al hafidz Abu bakar Al Baihaqi juga al hafidz ibnu Abi Syaibah dan al hafidz ibnu katsir meriwayatkan hadits dengan sanad yang shahih juga dikomentari oleh al hafidz ibnu hajar di kitab fath al bari syarah shahih al Bukhary juz 2 hal 415 bahwa memang hadits tersebut shahih yaitu: Pada zaman khilafah Umar bin Al Khotthob ra terjadi kemarau yg menimpa orang orang,kemudian ada seorang laki laki yang mendatangi kuburan Nabi saw dan dia berkata:

يا رسول الله…..استسق لامتك فانهم قد هلكوا …فاتاه رسول الله في المنام فقال :ائت عمر فاقرئه مني السلام واخبرهم انهم مسقون ،وقل له عليك بالكيس الكيس……..

“Wahai Rasulullah mohon hujan lah(kepada Allah) untuk ummatmu karena mereka akan binasa………kemudian Nabi saw mendatanginya di dalam tidur(mimpi) beliau berkata: datangilah umar dan sampaikan salam dariku katakan kepada mereka bahwa mereka akan disirami hujan. Dan hendaknya kamu mendahulukan orang yang pandai…… Dalam kitab fath al bary disebutkan bahwa laki laki yang datang ke kuburan Nabi saw dan bermimpi tersebut adalah Bilal bin al harits al Muzanny ra salah seorang shahabat Nabi saw yang masyhur”.

PENDAPAT PARA FUQAHA’ TENTANG TAWASSUL:

Adapun statement para fuqaha’ mengenai tawassul maka banyak sekali kita jumpai di kitab kitab fiqh diantaranya: Al allamah al faqih al muhaqqiq al umdah assyaikh Manshur al bahuty,beliau adalah pembesar dari kalangan Ulama madzhab Hanbaly , di dalam kitab al talkhish mengatakan: ” tidak mengapa bertawassul dengan para Syaikh(ulama) dan orang orang yang bertaqwa.

Al Hafidz ibn Al Jauzy mengatakan:

‘Boleh memohon syafa’at/pertolongan kepada Allah melalui orang yang shaleh dan begitulah pendapat yang mu’tamad,bahkan imam Ahmad/bin Hanbal sendiri bertawassul kepada Allah dengan perantara Nabi saw di dalam do’anya” Begitulah sesuai dengan keterangan di berbagai kitab fiqh madzhab Hanbaly seperti al manasik, syarh alghayah,dalil al thalib yang semuanya membolehkan bertawassul kepada Allah dengan orang orang shaleh.

TAWASSUL DENGAN MEMANGGIL NAMA NABI SAW:

Menyebut nama orang yg mulia di sisi Allah swt adalah hal yang wajar dan sama sekali tidak berbau syirik,karena yang demikian itu hal yang biasa dilakukan oleh para shahabat Nabi ra,para salaf ashalihin…..

Kadang memanggil nama orang yg kita hormati dan kita muliakan di sebut istighotsah atau tawassul atu juga bisa disebut tabarruk dengan menyebut nama nama mulia itu.

Perbuatan yang semacam ini malah sunnah yang dianjurkan Nabi saw di dalam hadits shahih yang akan di sebut nanti. Mari kita mencermati hadits berikut ini:

1. Dari alhaitsam bin khans dia berkata ketika aku bersama Abdullah bin Umar lalu beliau terkilir kakinya,ada seorang yg berkata ”sebutlah orang yg paling kau sukai”,kemudian dia berkata: ”WAHAI MUHAMMAD” tiba tiba dia lang sung beranjak seperti terlepas dari ikatan. Hadits yang sama dengan di atas,diriwayat kan juga oleh Mujahid dari Abdullah bin Abbas ra[SYAIKH IBNU TAIMIYAH, AL KALIM AL THAYIB FASHAL KE TUJUH HAL 165]

TAWASSUL DAN ISTIGHOTSAH DENG SELAIN NABI:

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa hal tersebut memang benar benar dianjurkan oleh baginda NABI SAW melelui hadits haditsnya yang shahih juga melaui perbuatan para shahabat ra dan Tabi’ien seperti hadits yang dibawah ini yang diriwatkan oleh Abdullah bin Mas’ud ra dan Abdullah bin Abbas ra mempunyai contain ma’na yang sama dan tidak jauh berbeda,Nabi saw berkata:

اذا انفلت دابة احدكم بارض فلاة فليناد يا عباد الله احبسوا يا عباد الله احبسوا فان لله حاضرا في الارض سيحبسه

Artinya: “apabila hewan kendaraan kalian terlepas di padang pasir/tanah lapang maka panggillah dengan mengatakan: wahai hamba Allah…..tahanlah….wahai hamba Allah Tahanlah….maka Allah amempunyai hambaNya yang hadhir untuk menahannya”

Sedangkan hadits ibn Mas’ud maka diriwayatkan oleh Abu ya’la,althabrany. Keterangan dapat di lihat di Majma’ azzawaid oleh Al Hafidz Nuruddin Ali bin Abi bakar Al Haitsamy (juz 10 Hal 132).

TAWASSUL DENGAN PETILASAN NABI SAW:

Bukan hanya kebesaran dan kemuliaan Nabi saw saja yang bisa dijadikan tawassul,namun petilasan ibadah juga barang barang bekas pakai Nabi pun dipakai bertawassul oleh para shahabat seperti keterangan riwayat berikut ini:

1. Permohonan Umar bi khotthob untuk di kubur di samping Rasulillah saw,dan dikabulkannya permohonan tersebut merupakan kegembiraan yang luar biasa bagi beliau bahkan beliau mengatakan: Al Hamdulillah,tidak ada sesuatu yang paling penting selain hal ini. keinginan beliau dikubur disamping Nabi saw adalah perwujudan dari tabarruk/mencari barokah dan tawassul kepada Allah swt supaya dapat luberan barokah dari Nabi Nya.(lihat kisah tersebut di shahih Bukhary)

2.Ummu Sulaim ra memotong mulut gerabah yang biasa diminum Nabi saw,dan biasa digunakan untuk bertabarruk dan tawassul,Anas bin Malik Ra berkata: Mulut gerabah itu sekarang ada pada kami.(hadits riwayat Atthabrany semua perowinya tsiqot)

3. Asma’ binti Abi bakar ra menjaga dan menyimpan jubbah Nabi saw ,dia berkata: aku menyimpannya untuk mengobati orang orang sakit (shahih Muslim juz 3 hal 140)

4. Abdullah bin Umar selalu meneliti tempat shalat Nabi saw spt yg dilakukannya ketika melakukan ibadah haji (lihat shahih Bukhari) 5,Abi Burdah dan Abdullah bin salam bertawassul dan tabarruk dengan meminum dari gelas yang dipakai minum oleh Nabi saw(shahih Bukhari dalam kitab al’itisham bil kitaab wassunnah)

Dan masih banyak lagi beberapa perbuatan shahabat yang bertabarruk dan bertawassul dengan peninggalan peninggalan Nabi saw sebagai manifestasi keimanan dan cinta juga pengakuan atas kemuliaan Rasulullah saw di sisi Allah swt.

TAWASSUL DAN AYAT AL QUR’AN:

Ada sebuah ayat al qur’an yg memberi pemahaman kepada kita bahwa Nabi saw itu turut mempunyai otoritas untuk diampuni dan tidaknya seseorang. Hal ini wajar saja,mengingingat beliau seorang yg mulia di hadapan Allah. Orang yg selalu disebut apabila Allah disebut,orang yang di beri amanat untuk mengenalkan Allah kepada makhluq Nya,perhatikan ayat tersebut:

ولو انهم اذ ظلموا انفسهم جاؤك

فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيم

Artinya: “kalau seandainya mereka berbuat aniaya(dosa) kemudian mendatangimu,maka mereka memohon ampun kepada Allah dan Rosul memohonkan ampun untuk mereka niscaya mereka akan menemukan Allah saw Maha penerima taubat dan maha penyayang“(Maha Benar Allah dg seluruh firman Nya).

Dalam hal ini al imam Al Hafidz Assyekh Imaduddin ibn Katsir berkata: segolongan Ulama menuturkan sebuah cerita,diantaranya adalah Syaikh Abu Manshur al Shobbagh di dalam kitabnya Al Syamil dari al ‘utby dia berkata:

“ketika aku duduk disamping kuburan Nabi saw,ada seorang arab kampung datang berkata”:

Assalaamu ‘alaika yaa Rasuulallaah……aku mendengar firman Allah :walau annahum………dst,oleh karena itu aku mendatangimu sbg orang yang memohon ampun dan memohon syafa’at melaluimu kepada Tuhanku kemudian dia mambaca syair:

يا خير من دفنت بالقاع اعظمه# فطاب من طيبهن القاع والاكم نفسي الفداء لقبر انت ساكنه # فيه العفاف وفيه الجود والكرم

Artinya: “wahai orang yg terbaik dari jasad yang terkubur di dataran tanah….. Maka dataran dan pegunungan menjadi wangi karena semerbak dataran itu…… Nyawaku menjadi tebusan bagi haribaan yg kau huni….. Yg di dalamnya terdapat keapikan, kedermawanan dan kemuliaan…. ………kemudian orang tersebut berpaling,lalu aku tertidur dan bermimpi bertemu Nabi saw……beliau berkata:temuilah orang kampung tadi dan berilah dia khabar gembira bahwa Allah swt telah mengampuninya….”

Kisah ini disebutkan imam Nawawi ra di kitab al idhoh hal 498. Al Hafidz ibnu katsir juga meriwatkan di tafsirnya yg terkenal…..ibnu qudamah dalam al mughni juz 3 hal 490,kasyful qina’ kitab fiqh madzhab Hanbaly hal 30 juz 3.

PENUTUP:

Untuk lebih memantapkan hati marilah kita simak sebuah syair yang dilantunkan Sawad bin Qarib ra di depan baginda Nabi saw :

واشهد ان الله لا رب غيره # وانك مامون على كل غائب وانك ادنى المرسلين وسيلة# الى الله يا ابن الاكرمين الاطايب

Artinya: aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah….. Dan engkau adalah orang yg diamanati hal yang ghaib….. Sungguh engkau adalah dari para utusan yang wasilahnya terdekat….. Kepada Allah….wahai anak orang2 mulia lagi baik……. (diriwatkan oleh al baihaqi di kitab dalail annubuwah,ibn Abd al barr di al isti’ab dan hal ini diiqrari/diakui dan tidak dilarang oleh baginda Nabi saw….. Semoga kita semua mendapat syafa’at Nabi kita di akhirat kelak amien yaa Robbal ‘aalamien…..

Literatur:

1.Mafahim yajibu an tushohhah,Al muhaddits Assayid Muhammad al hasany al maliky.

2. Al fajru Al Shadiq.

3. Dhiya’usshuduur.

4,fadhaih al wahhabiyah,syaikh fathi al Azhary…..

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR