Karakteristik Pendukung Dajjal

Karakteristik Pendukung Dajjal

BAGIKAN

Untuk mengetahui karakteristik DAJJAL, dan menghindari fitnah darinya, kita sebagai ummat manusia yang telah diperingatkan sedemikian dahsyat, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahuinya dengan arti nama Dajjal itu sendiri.

Karakteristik Dajjal

Dalam melakukan pengelabuhannya sebagai karakteristik Pengikut Dajjal yang khas dengan lihai mendera pemikiran dan keimanan kita dengan cara kita dihadapkan pada masalah masalah yang rasional, atau Dajjal melakukan program pencucian otak melalui hal hal baru yang memang pada dasarnya diinginkan oleh nafsu dan akal, Doktrin Iman akan ia kupas sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi Iman, selain apa yang memang ditemukan oleh Logika. Maka Wahyu akan dibuat beku dalam menghadapi fakta yang dibuat seilmiah mungkin untuk membantah Hukum atau peraturan Agama, misalnya soal hukum waris, menutup aurot, poligami, kepemimpinan Laki laki dll.

Dajjal haruslah seorang yang banyak menimba informasi dari kalangan manapun untuk mendapatkan titik lemahnya, kemudian disusunlah sebuah konspirasi kemanusiaan dengan cara menampilkan sesuatu yang seakan akan baik, namun sejatinya merupakan kehancuran dalam jangka panjangnya, kita ambil saja satu contoh fanatisme Ummat Islam dalam Agamanya, maka untuk menghancurkannya, ia menggunakan fanatisme itu untuk menciptakan konflik antar penafsiran. Karakteristik Dajjal inilah yang kemudian menipu ummat manusia.

Ada baiknya, dan bahkan memang sudah seharusnya kita mawas diri, jangan jangan saya dan anda semua adalah yang termasuk memenuhi kriteria  dajjal itu sendiri, atau karakteristik sebagai pendukung dajjal. Sebuah riwayat mauquf kepada Sayyidina Abu Huroiroh cukup memberi peringatan bagi kita untuk tidak menjadi fitnah atau pihak yang difitnah:

Karakteristik Dajjal

Kecanggihan media informasi yang sedang kita nikmati di zaman ini, disisi lain memang sedikit membantu kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi sekaligus menjadi momok yang sulit kita hindari sisi negativnya, kita ambil contoh mudah apa yang telah berlangsung di facebook, kita jadi tahu bahwa di luar sana ada elompok diluar pemahaman kita yang sedang bersemangat mempropagandakan ideologinya, mencari korban kaum awam untuk didikte dan didoktrin, ada kelompok yang sama sekali telah kehilangan hatinya yang sedang beraksi melecehkan Ilmuwan, Agama, moral dan Tuhan, kita jadi terpanggil untuk ikut terjun ke rimba gelapnya maya, memperjuangkan apa yang selama ini kita imani dan yakini. Kita jadi punya banyak waktu untuk mencari musuh dialog, mendebatnya, mengejeknya, menghinanya merampas sifat kemanusiaanya dan memaksakan mereka agar ikut dengan kita. Bukankah ini adalah karakteristik kaum Dajjal itu?.

Betapa waktu itu akan sangat berguna jika kita gunakan hanya untuk sekedar memberi tahukan saja, alangkah bermanfa’atnya jika waktu yang terbuang begitu lama kita buat bersilaturrahmi, menuntut Ilmu yang keluar dari mulut para cendekiawan. Sehingga kitapun tidak lagi mirip dengan karakteristik Dajjal tersebut.

Ataukah memang kita telah dikondisikan sedemikian rupa, kita menjadi terpaksa melakukan itu semua akibat program yang memang telah dipersiapkan sebelumnya? Wallahu a’lam, namun jika memang telah ada peringatan yang begitu dahsyat, tidakkah kita mengulang kembali metode dakwah kita, atau minimal memenej dialog di Facebook kita sedemikian rupa sehingga memenuhi standart Dakwah yang cerdas dan Ikhlas, membuang kebencian dan berlarut larutnya tenggelam dalam perdebatan? Yang jelas karakteristik Dajjal itu telah begitu jelas, dan kita bisa menghindarinya jika memang kita punya niyyat yang ikhlas, sehingga kita menjadi orang yang memanfa’atkan pedang musuh, dan tidak sedang dipermainkan oleh pedang Dajjal.

Mari kita sama sama mengakui adanya pola moral yang sudah tidak memperhatikan keskralan simbol simbol Agama, kita sering mendapati Ayat Al Quran diposting dengan bebas tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan kelayakannya didepan publik, kemudian reaksi para penonton yang bertepuk sorai tanpa memperhatikan ada Ayat Al Quran di atas komennya, ada ucapan ucapan ‘Ulama yang ditertawakan, diejek, dicemooh dan lain sebagainya, hendaknya kita berada dulum dalam netral, tidak bicara siapa Salafy, siapa Khawarij, siapa Wahhabi, siapa pengikut Dajjal, dan sebenarnya kita bisa memulai perubahan kearah yang lebih berahlak dimulai dari diri kita sendiri, demikian ini untuk menghindari agar karakteristik Dajjal itu akan melekat kepada diri sendiri.

TINGGALKAN KOMENTAR