Jangan Tidur Sebelum Berhaji

Jangan Tidur Sebelum Berhaji

BAGIKAN

Tegal, NU Online
Janganlah kamu tidur sebelum malakukan empat perkara. Jangan kamu tidur sebelum menghatamkan al-Qur’an, para nabi memberi syafa’at kepadamu, orang-orang muslim ridho kepadamu dan jangan tidur sebelum kamu berhaji dan umroh. Demikian dikatakan ustadz Hakim dalam pembukaan pengajian di majlis ta’lim al- Ihya, Kajen kecamatan Talang kabupaten Tegal, Rabu (21/9) setelah libur panjang lebaran.

Menurut ustadz Hakim, apa yang dikatakanya adalah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhamad SAW kepada Aisyah Ra yang diambil dari kitab Durrotun Nasihin halaman 89. Dalam kitab tersebut menceritakan pesan Nabi kepada Aisyah agar selalu melaksanakan empat hal sebelum tidur.

“Penasaran dengan apa yang disampaiakan oleh Nabi, karena harus melakukan empat hal dalam satu waktu dan itu sangat tidak mungkin, maka Aisyah bertanya, apa yang dimaksud jangan tidur sebelum menghatamkan al-Quran. Nabipun menjawab. Maksudnya adalah jangan kamu tidur sebelum membaca quran surat al-Ikhlas tiga kali, karena membaca surat al-Ikhlas tiga kali pahalanya sama dengan menghatamkan al-Quran,” kata ustad Hakim menjelaskan.

Kemudian A’isyah bertanya lagi apa maksud dari jangan tidur sebelum para nabi memberi syafa’at. Nabi menjawab, membaca sholawat kepada nabi Muhamad SAW dan para nabi akan menjadikan seseorang mendapat syafaat di yaumil qiyamah.

“Oleh karenanya kita jangan lupa ketika akan tidur membaca surat Ikhlas tiga kali dan sholawat kepada nabi Muhamad dan para nabi. Orang- orang muslim ridlo kepada kita, menurut nabi adalah dengan cara memintakan ampun orang-orang muslim. Sedangkan jangan tidur sebelum berhaji dan umroh adalah dengan membaca Subhanallah walhamdulilah walailaha ilallahu akbar,” kata ustad Hakim menjelaskan hadist nabi.

Bagaimana lafadz yang harus diucapkan ketika membaca sholawat kepada nabi  Muhamad dan para nabi serta mendoakan untuk orang-orang muslim?, tanya salah satu jamaah yang ingin memperjelas apa maksud membaca sholawat kepada nabi Muhamad dan para nabi serta mendoakan untuk orang-orang muslim.

“Membaca sholawat untuk nabi SAW dan para nabi bisa berupa Allahuma sholi ala sayidina Muhamadin waala alihi wassohbihi wasalim wajamiil anbiya walmursalin. Sedangkan mendokan orang-orang muslim bisa berupa astaghfirullhal adzim liwaliwalidaya waliashabil huquqil wajibati alaya walimasyayikhina walijamiil muslimin walmuslimat walmuminin walmuminat,” katanya menjawab pertanyaan salah satu jamaah.

Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Abdul Fatah

TINGGALKAN KOMENTAR