ISIS Menjalankan Hukum Allah?

ISIS Menjalankan Hukum Allah?

BAGIKAN

Dalam sebuah video yang sengaja dirilis kemudian disebrkan oleh ISIS dengan tujuan memperlihatkan bahwa mereka telah benar benar menjalankan hukum hukum Islam, seorang mata mata diikat di atas tiang besi kemudian ditembak kepalanya. Tidak dijelaskan siapakah mata mata itu, apakah orang Islam apa non Islam dan bagaimana ia bisa dikatakan sebgai mata mata, yang jelas dalam video tersebut, setelah pria itu ditembak terlihat sebuah tulisan berjalan seperti ini: قال سحنون: إذا كاتب المسلم أهل الحرب، قتل، ولم يستتب، وماله لورثته “

Sahnun (salah satu ulama dari Madzhab Maliki) berkata: ketika seorang muslim menuliskan (Rahasia) kepada ahlul harb, maka ia harus dibunuh, dan tidak diterima taubatnya, dan harta seseorang itu berhak untuk ahli warisnya”. Kritik atas pelaksanaan hukum tersebut antara lain:

1. Masalahnya yang dikatakan ahlul harb itu adalah kaum Muslimin yang tidak mendukung ideologinya, hal ini sudah sangat maklum, mereka menganggap kaum Muslimin yang berbeda pendapat dalam maslah amaliyahnya adalah kafir, syi’ah, shufi, pelaku wasilah kepada para tokoh agama yang sudag wafat, adalah telah musyrik dan kafir.

2. Nabi Muhammad sendiri pernah melepaskan seseorang yang dianggap mata mata karena telah mengirim surat kepada saudara saudaranya yang non Muslim ketika terjadi peperangan. Sahabat itu bernama Hathib bin Abi Balta’ah, oleh karenanya, Imam Syafi,I dan Imam Abu Hanifah menjadikan alasan tidak boleh dibunuhnya seorang yang dianggap mata mata.

Demikian juga para Ulama pengikut Madzhab Ahmad dan Malik juga mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi,i. (Lihat Kitab Zaadu al Ma’ad fi Hadyi Khoiri al Ibad 5/59) 3. Dalam pelaksanaan hukumanpun harus juga dikaji bagaimana cara melaksanakannya, misalnya hukuman memotong tangan pencuri, apakah dengan cara dipotong dengan pedang dengan sekali tebas, apa diiris, apa digergaji, apa dipotong pakai alat modern semisal sinar laser? Apakah dibenarkan menghukum bunuh seseorang yang dianggap bersalah dengan cara ditembak kepalanya, mengingat di zaman Nabi dan salafus salih belum ada pistol? Pernahkah terjadi ada hukuman yang dilaksanakan dengan cara menombak atau memanahnya

TINGGALKAN KOMENTAR