ILMU DAN IMAN DALAM PANDANGAN AL QURAN

ILMU DAN IMAN DALAM PANDANGAN AL QURAN

BAGIKAN

ILMU DAN IMANiAl-Qur’an adalah Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam melalui malaikat Jibril yang turunnya berangsur – angsur yang didalamnya terdapat segala bidang ilmu. Al-Qur’an menjelaskan tentang ciptaan Allah yang ada di alam ini, tentang matahari dan bulan, tentang langit dengan bintang- bintang yang menghiasinya , tentang hamparan bumi dengan gunung – gunung yang kokoh, tentang pergantian malam dan siang , tentang samudra dengan kapal yang berlayar , tentang hewan ternak , hewan terbang dan hewan yang melata, jelasnya Al-Qur’an adalah menjelaskan segala ilmu dan cabang-cabangnya , misalnya , ilmu tauhid, ilmu hukum dan lain -lain ,
Pandangan Al-Qur’an terhadap ilmu pengetahuan dapat diketahui dari Wahyu Allah Subhanahu Wata’ala diantaranya :

” Bacalah dengan ( menyebut ) Nama Tuhanmu yang menciptakan , Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhan-Mu lah yang Maha Pemurah , yang mengajar manusia dengan perantara qolam ( pena ) , dan mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya . [ QS. Al- ‘Alaq : 1-5 ]

Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti ” menghimpun ” dari menghimpun lahir beberapa makna, seperti menyampaikan , menela’ah, meneliti, mengetahui cara sesuatu dan membaca teks tertulis maupun tidak ( diktat tafsir pendidikan Nawawi Thabrani )
Wahyu diatas tidak menjelaskan apa yang harus dibaca , karena Al-Qur’an menghendaki umatnya membaca apa saja , asalkan bacaan Tersebut Bismi Rabbik [ dengan Nama Tuhan ] , dalam arti Billah, Lillah dan Fillah.

Al-Qur’an memandang bahwa orang yang memiliki ilmu harus mempunyai sifat khasyah [ takut / kagum kepada Allah ] sebagaimana telah termaktub dalam Al-qur’an.

” Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah diantara hamba- hamba-Nya adalah ulama’ , sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun . ” [ QS. Fathir: 28 ]

Oleh sebab itu , dapat diambil kesimpulan, orang yang berilmu namun tidak mempunyai sifat khasyah , maka orang tersebut tidak bisa dikatakan orang ‘alim / orang yang berilmu. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

” cukup dikatakan orang ‘alim apabila takut kepada Allah , cukup dikatakan orang bodoh apabila orang bangga kepada dirinya ”

cukuplah dikatakan bodoh , jika orang tersebut bangga/ ujub pada ilmunya , ibadahnya dan sebagainya.

Karena Allah Tabaraka Wata’ala menegaskan dalam Al-Qur’an , bahwasanya Allah akan memalingkan orang – orang yang sombong,

” Aku akan memalingkan orang- orang yang menyombongkan diri dimuka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda – tanda kekuasaan -Ku ..”[ QS. Al A’rof 146 ]

Sekalipun orang sombong berilmu, tetap saja dikatakan bodoh pada hakikatnya, karna ayat diatas jelas Allah akan memalingkan orang yang sombong dari ayat- ayat -Nya. Ia bisa saja memperoleh secercah ilmu tapi yang mereka peroleh itu terbatas pada fonemena alam bukan nomina / hakikat dan bukan pula yang bersifat diluar materi .

Selanjutnya , Al-Qur’an memandang orang yang berilmu. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Mujadalah ayat 11 :

” Allah mengangkat kepada orang- orang yang beriman diantara kamu sekalian dan kepada orang yang diberi ilmu pengetahuan terhadap derajat tinggi ”

Dalam ayat ini, Al-Qur’an menyebutkan bahwasanya Allah mengangkat beberapa derajat kepada orang- orang yang beriman sekaligus berilmu. Alhasil, apabila orang berilmu namun tidak beriman , maka ilmunya akan sia – sia , ilmunya akan menjadikan tambah jauh kepada Allah ..
Semoga kita menjadi oeang yang berilmu sekaligus beriman …Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin..!

Artikel no 47 oleh
By: Santre Pochalapho.

TINGGALKAN KOMENTAR