IDEOLOGI RENDAH DIRI

IDEOLOGI RENDAH DIRI

BAGIKAN

IDEOLOGI RENDAH DIRI
.
Pada saat Muhammad Ibn Abdil Wahhab -pendiri Wahabi- hidup dan menulis karyanya (abad 18), modernisasi Eropa sedang membentak pemikiran tradisional masyarakat didunia melalui penemuan teknologi baru. Dan Revolusi Industri, telah membawa bangsa Eropa untuk menjajah bangsa bangsa Timur. Mereka membawa teknologi baru dibidang militer dan transportasi yang membuat dunia Timur (terutama dunia Islam) terbelalak memandang Barat. ORANG ISLAM KAGET, dan hilang keseimbangan melihat kemajuan Barat.

image

Lebih dari itu, Barat juga memperkenalkan rasionalisme dan empirisme sebagai BASIS IDEOLOGI BARU yang menghardik agama agar menepi dari percaturan kehidupan modern. Mereka menamakannya sekulerisme. Sebuah praktek pemisahan agama dari negara sebagai respon kaum terpelajar Eropa atas kekuasaan gereja yang hegemonik di abad pertengahan. Agama, adalah candu menurut Karl Marx. Dan dihadapan rasionalitas masyarakat Industri Eropa, “Tuhan Sudah Mati” menurut Niethzche.
.
Selama berabad abad dunia Muslim tenggelam dalam kejumudan dan khurafat pasca jatuhnya Baghdad dan Spanyol Islam (Andalusi) di Eropa. Dan begitu mereka melihat kemajuan Barat, respon mereka saat itu terpecah menjadi tiga :
.
1. Westernisasi. Dengan paradigma inti sisihkan agama. Ambil Rasionalisme dan Empirisme Barat jika ingin maju, bahkan juga mengadopsi mentah mentah budaya Barat. Dan Turki contohnya. Mereka mengambil langkah ini guna membangun kembali dirinya pasca kejatuhan kekhalifan Ottoman. Mereka bergerak menjauh dari Islam dan merubah wajah menjadi Barat dalam peradaban.
2. Modernisasi. Dengan paradigma inti mengambil yang baik dari peradaban Barat dan mencoba menggabungkannya dengan Islam. Kalangan ini percaya bahwa rasionalisme dan empirisme tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ini disebut sebagai modernisasi. Dan Muslim Indonesia salah satu contohnya.
3. Fundamentalisme. Dengan paradigma inti menolak sepenuhnya apa yang datang dari Barat dan mencap-nya sebagai produk orang Kafir. Kalangan ini melarikan diri dari modernitas dan mencari perlindungan pada teks teks keagamaan untuk memperoleh rasa nyaman dan kepastian alih alih bingung apa bisa mengikuti kemajuan Barat yang mereka lihat hampir seperti mukjizat.. Dan, sekte Wahabi sebagai contohnya.
.
Kelompok ketiga inilah yang disebut sebagai Ideologi Rendah Diri. Alih alih memakai ajaran Islam sebagai spirit untuk membangun peradaban tandingan di depan Barat. Sekte Wahabi malah MEMAKSA AYAT AYAT SUCI UNTUK MENYEDIAKAN TEMPAT PERLINDUNGAN bagi ketidakmampuan mereka bersaing dengan Barat. Mereka, memakai TEKS TEKS KEBENCIAN terhadap semua inovasi dalam perilaku beragama demi mendapatkan alasan untuk menolak kekalahan bersaing dengan Barat dengan mengatakan budaya Barat itu Kafir. Dan mereka mencari perlindungan dalam teks teks agama atas ketidakmampuan bersaing dalam kemajuan duniawi ini.
.
Segala apa yang berasal dari Barat adalah Kafir karena Tasyabbuh dan Bid’ah. Efek beruntunnya, mereka juga menolak semua budaya yang tidak berasal dari lingkungan asli arab atau yang tidak secara tekstual ditegaskan dalam al Qur’an dan Hadits. Dalam hal ini, ada dua teks agama paling populer dikalangan Wahaby. Satu : “Man Tasyabbaha bi qoumin fa huwa minhum (barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka). Dan dua, “Kullu bid;atin dholalah, wad dholalatu fin naar” (Setiap bid’ah / Inovasi adalah sesat. Dan setiap yang sesat adalah neraka). Meskipun pada perkembangan terakhir mereka merubah pandangan bahwa yang tasyabbuh dan bid’ah hanyalah yang terkait dengan ibadah
.
Sumanto Al Qurtuby seorang Professor di Universitas Kerajaan Saudi Arabia yang berasal dari Indonesia, menceritakan bagaimana perilaku orang Arab jika sudah didatangi oleh orang Barat / Bule kenegerinya. Orang orang Arab ini akan merunduk rudnuk didepan para bule meskipun si bule cuma pelayan restoran di negara asalnya. Bagi orang Arab, semua yang berkulit putih adalah bangsa pemenang dalam hal teknologi. Otak orang Arab sendiri mungkin dirasa mustahil bisa menghasilkan Handphone, Mobil, Jet, Pesawat, Komputer, dan lain sebagainya. Dan teknologi bagi orang Arab, adalah wilayah kemampuan otak orang Barat yang sangat sulit dicapai oleh akal pikiran Baduwi yang keras, kaku, dan tekstual.
.
Mengapa Saudi Arabia memperkenankan Amerika membangun pangkalan militer dinegaranya ?. Selain dari alasan keamanan teritorial, alasan lain adalah karena Saudi Arabia tidak percaya diri untuk membangun pangkalan militernya sendiri. Mereka jelas merasa lebih aman kalau Amerika dan segenap teknologi persenjataannya yang canggih berada di negerinya untuk melindungi. Bagi mereka Islam hanyalah wilayah agama. Dan teknologi, adalah wilayah yang tidak mugkin dijangkau dengan nalar Arab Desa (Baduwi) seperti ini.
.
Ini jelas berbeda dengan latar belakang genealogi Sang Nabi. Jangan lupa, bahwa Muhammad lahir dari kalangan Arab kota yang terhormat, Yaitu Bani Hasyim, suku Quraisy. Mereka adalah kelompok prestisius Kota Mekkah, Suku yang kebanyakan pembesarnya berprofesi sebagai pebisnis antar negara dan selama berabad abad menjadi pelayan Ka’bah. Hingga kemudian jabatan pelayan Ka’bah ini diambil alih oleh suku dari Arab Baduwi. Yaitu Bani Saud. Yang pemahamannya terhadap Islam berpegang pada ideologi redah diri, Wahabi.

TINGGALKAN KOMENTAR