Hukum Mencium Mushhaf

Hukum Mencium Mushhaf

BAGIKAN

Dikalangan Wahhabi terkenal adanya fatwa tentang Hukum bid’ahnya mencium Mushhaf,  fatwa ini seperti biasa terlahir dari statemen “Apa yang tidak pernah dilakukan Oleh Rasulullah itu tidak boleh dilakukan”.

Seandainya mencium mushaf itu baik dan benar, tentu sudah dilakukan oleh orang yang paling tahu tentang kebaikan & kebenaran, yaitu Rasulullah  & para sahabat, yakni para Salaf, sebagaimana kaidah yang dipegang oleh para ulama salaf. Demikian hujjah mereka.

 

Salah satu Tokohyang memberikan kontribusi penting dalam masalah bid’ahnya mencium Mushhaf adalahSyaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, anda bisa lihat dalam kitab Majmu’ah Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Penerjemah Taqdir Muhammad Arsyad, Penerbit media Hidayah, tokoh yang lain adalah Syaikh Abdil Aziz Bib Baz, setidaknya hal itu terekam dalam Kitab Majmu’ fatawanya sebagai berikut:

 Hukum Mencium Al Quran1

Apakah mencium mushaf itu boleh atau tidak?”

 

Dan dia menjawab ,

Hukum Mencium Al Quran

“Pekerjaan ini tdk ada asal nya,meninggalkannya lebih bagus,karena tidak ada dalil atasnya”

 

Hukum Mencium Al Quran

“Tetapi diriwayatkan dari sebgian sahabat ada yang mencium mushaf,yaitu ikrimah bin abi jahal,dan ia berkata : ini kalam tuhanku”

Hukum Mencium Al Quran

“Tetapi tidak ada dalil atasnya,dan meninggalkan mencium mushaf itu lebih aula”

 

Lalu pada kalimat setelahnya terungkaplah kelucuan fatwanya:

Hukum Mencium Al Quran

“Dan mencium mushaf tidak pernah dikerjakan oleh nabi muhammad”

Bagaimana mungkin Rosulullah mencium Mushaf, sedangkan pembukuan dan penamaan mushaf itu pada zaman khalifah Abu bakar dan diteruskan oleh khalifah usman bin affan???

Makanya dia gak mau mengakui kalau penyusunan mushaf itu Bid’ah hasanah,karen dia bodoh dalam sejarah pembukuan mushaf ini.

 Terus kata dia,

Hukum Mencium Al Quran

“Dan tidak ada riwayat tetapi dari sahabat,hanya sanya riwayat ikrimah itu bisa saja sahih atau tidak sahih, Maka meninggalkan mencium mushaf itu lebih aula karena tak ada dalil”

 

Rupanya bin baz kurang jeli dalam memandang qiyas, tidak seperti para ‘ulama ahlussunnah yang benar benar alim berfatwa,Dan mensunnahkan penciuman mushaf

 

Dalam tuhfah dan hasyiah syarwani:

Hukum Mencium Al Quran

“Imam subki mengambil dalil atas bolehnya mencium mushaf dengan mengkiyas atas sunnahnya mencium hajar aswad,tangan orang alim,orang sholeh,orang tua, Karena sudah diketahui bahwa mushaf lebih afdhol dari mereka”.

 

Syekh sulaiman albujairimi mengatakan dalam hasyiah iqna’:

Hukum Mencium Al Quran

“Sebagian ‘Ulama beristinbath,dari sunnahnya mencium hajar aswad,sunnah juga mencium mushaf,mencium kubur nabi,dan mencium kuburan para ulama sholihin,dari sebagian ulama yang brfatwa itu ibnu abi shoifi alyamani dr ulama syafi’i”

Hukum Mencium Al Quran

“Imam dan ikutan orang beriman zaman sekarangg Syaikh abdullah algummari berkata dalam kitabnya i’lamun nabil ,membolehkan imam ibnu abi shoif dan imam muhibbut thobari mencium kuburan orang2 sholeh”

 

Demikianlah sekelumit fatwa fatwa ‘Ulama yang lebih credible dibidang ilmu dan amal.

Apapun fatwa yang berlaku dalam kalangan wahhabi, tapi kita akan dihadapkan pada fakta yang sangat berbeda, mereka membid’ahkan mencium Mushhaf, tapi apa yang terjadi sebenarnya? silahkan lihat gambar berikut:

3 KOMENTAR

  1. wah mbha lalar saja setiap saat cium sesuatu……gitu lho.
    Kalu sesuatu itu ada dijalanan pasti si mbah langsung menciumi ……..

TINGGALKAN KOMENTAR