Hepatitis B

Hepatitis B

BAGIKAN

1. Definisi

Hepatitis adalah merupakan radang hati (hepar = Hati/liver, it is = radang). Radang pada hati bisa disebabkan oleh banyak hal , antara lain kuman atau bakteri seperti pada penyakit tifus. Bisa juga karena parasit seperti pada penyakit malaria maupun amuba. Bahan kimia seperi alkohol dan insektisida dan obat-obatan seperti obat TBC. Yang umum dan ramai dibicarakan saat ini adalah radang hati yang disebabkan oleh virus, yaitu virus Hepatitis, seperti virus hepatitis A, B, C, D, E, G dan TT. Urutan nama tersebut tidak disusun berdasarkan keganasan virus tersebut. Begitu pula tidak semestinya setelah menderita hepatitis A, penderita akan menderita hepatitis B dan seterusnya. Masing-masing virus mempunyai karakteristik penyakit dan cara penularan yang berbeda-beda sesuai dengan tipe virus hepatitis penyebabnya. Virus hepatitis A bertipe RNA , cara penularan melalui oral/mulut atau makanan/minuman. Virus hepatitis B dan C mempunyai tipe DNA ditularkan melalui darah atau cairan tubuh lainnya seperti air liur, sperma.

 

2. Jenis Virus

Virus Hepatitis B termasuk dalam kategori virus DNA sehingga hanya bisa menular melalui serum darah, cairan air liur/sperma. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena virus hepatitis B, umumnya dokter akan meminta penderita untuk memeriksa pertanda serologis di laboratorium Pertanda serologi pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT dalam darah. Penyakit ini menyebabkan kerusakan hati dan kematian . Lebih dari 250.000 orang diseluruh dunia meninggal karena hepatitis B setiap tahunnya (cdc)

 

3. Cara Penularan

Virus Hepatitis B disebarkan dari seseorang ke orang lain melalui darah atau cairan tubuh. Seorang ibu yang menderita Hepatitis B dapat menularkan ke bayinya sebelum lahir atau kontak langsung setelah dilahirkan. Cara lain adalah penyebaran melalui darah dan cairan tubub lain, seperti air liur. Virus juga dapat masuk melalui kontak seksual , kontak mulut atau kulit. Juga dapat disebarkan melalui jarum suntik yang terkontaminasi Hepatitis B. Virus dapat hidup selama lebih 30 hari. Dapat juga terinfeksi  sikat gigi atau pisau cukur yang dipakai bersama – sama dengan orang yang terinfeksi.

Apa saja yang tidak anda ketahui yang dapat merugikan anda!

1.     Hepatitis B lebih mudah menular daripada virus HIV

2.     Hepatitis B dapat menyebabkan penyakit kronis dan berakibat fatal

3.     Bayi yang terinfeksi memiliki kemungkinan 90% berkembang menjadi infeksi kronis yang   berbahaya

4.     Orang dengan hepatitis B mungkin tidak merasa kalau terinfeksi , tetapi mereka dapat

       menularkan penyakit ini ke orang lain

4. Masa Inkubasi

Pada kebanyakan orang yang terinfeksi Hepatitis B, gejala terlihat ringan atau tidak terlihat sama sekali. Orang sering tidak sadar kalau mereka menderita penyakit serius. Gejala -gejalanya dapat berupa:

a.     Merasa lelah atau lemah, kehilangan nafsu makan, pusing dan sakit perut

b.     Tubuh terasa sakit , demam dan mual

c.     Ada bintik kemerahan dan terasa gatal

d.     Urine berwarna gelap

e.     Kulit dan mata berwarna kuning, kondisi ini disebut Jaundice.

MASA INKUBASI BERAPA LAMA : 1,5 Bulan – 6 Bulan

5. Kelompok Berisiko

a.     Bayi yang tertular melalui ibunya pada saat lahir memiliki resiko 90% menjadi kronis dan hingga 25 % akan meninggal pada saat dewasa.

b.     Anak balita yang menderita infeksi Hepatitis B memiliki resiko 30-50% menjadi kronis.

c.     Anak-anak yang berada/tinggal dalam daerah endemi

d.     Petugas pelayanan kesehatan (misalnya petugas laboratorium)

e.     Pekerja dan pasien yang berada dalam proses haemodialysis

f.     Penggunaan jarum suntik oleh pengguna obatobat terlarang (narkoba)

g.     Pelayanan akupuntur dan atau tato dengan alat medis yang tidak steril

h.     Seseorang yang bepergian ke wilayah endemic

i.      Pekerja seks

6. Pencegahan

Perjalanan penyakit oleh Hapatitis B tergantung pada kekebalan seseorang. Banyak faktor yang mempengaruhi sistem kekebalan antara lain keadaan gizi yang baik. Dalam keadaan sistem imun yang belum berkembang atau tidak baik, infeksi virus Hepatitis B akan memanjang atau kronis. Untuk menurunkan resiko Hepatitis B, harus dihindari :

a. Kontak dengan darah atau cairan tubuh penderita

b. Kontak seksual yang tidak terlindungi

c. Kontak dengan jarum suntik atau alat medis yang tidak steril

d. Pemakaian bersama barang-barang, seperti : sikat gigiatau pisau cukur

Hepatitis B juga dapat dihindari dengan vaksinasi. WHO menganjurkan untuk memasukkan program vaksinasi Hepatitis B untuk bayi pada program imunisasi nasional disetiap negara. Tujuan dari program ini untuk menurunkan jumlah anak-anak yang menderita Hepatitis B sebesar 80%. Untuk menghentikan penyebaran Hepatitis B dengan cepat, WHO juga merekomendasikan vaksinasi untuk orang dewasa.

7. Perawatan/Pengobatan

Sampai saat ini, tidak ada perawatan yang tersedia untuk Hepatitis B Akut. Namun, hanya pengobatan untuk beberapa gejala yang tertentu saja seperti nausea, anoreksia, muntah dan mual. Perawatan untuk Hepatitis B kronik ditargetkan untuk mengeliminasi infektifitas sehingga mencegah transmisi dan penyebaran HBV, menghentikan perkembangan penyakit hati, memperbaiki kondisi klinis dan histologi hati. Ada 2 macam jenis perawatan bagi Hepatitis B yaitu :

1.     Antiviral: Yang bertujuan untuk menekan atau menghancurkan HBV dengan mengintervensi replikasi virus

2.     Modulator Imunitas: Bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia agar dapat membuat pertahanan melawan virus.

TINGGALKAN KOMENTAR