HATI YG UTUH

HATI YG UTUH

BAGIKAN
Abd Al-‘Aziz Al-Daraini berkisah:
Batik kaligrafi, kaligrafi cantik, SMP
Di tengah perjalanannya menyusuri lereng pegunungan, Abd al-Wahid ibn Zaid, seorang sufi abad ke-7 Hijriyah,
melihat seorang laki-laki tua yang buta dan buntung kedua tangan dan kakinya.

“Duhai Tuhanku, Pemilik jiwa dan ragaku…” munajatnya terbawa angin hingga terdengar oleh Ibnu

Zaid.Tertarik hatinya, perlahan ia dekati orang itu hingga suaranya terdengar lebih jelas.

“Engkau perhiasi diriku dengan anggota tubuh yang sangat indah seperti yang Engkau kehendaki. Dan Engkau ambil kembali seperti yang Engkau kehendaki. Semua ini membuat diriku senantiasa berprasangka baik terhadap-Mu. Duhai Engkau yang selalu memberiku kebaikan… Duhai Engkau yang selalu memberiku kedekatan…”

Dengan takjub, dihampirinya lelaki itu.

“Wahai Bapak,” Ibn Zaid menyapa, “ Kebaikan apakah yang Allah telah berikan kepadamu sehingga Anda merasakan kenikmatan berdekatan dengan-Nya?”

Lelaki tua itu terkejut menyadari ada orang selain dirinya.

“Tidakkah engkau perhatikan? Bukankah Allah masih memberiku hati untuk mengenal-Nya? Dan bukankah Dia juga telah memberiku lisan untuk menyebut nama-Nya?” jawab lelaki tua itu. “Keduanya merupakan kenikmatan dunia dan akhirat yang tak ternilai bagiku.”

———-o0o———

Jangankan bersabar menerima ujian semacam itu, sekadar membayangkan mengalami hal serupa saja rasanya tak sanggup.

TINGGALKAN KOMENTAR